
"apa? dua ratus tahun aku tertidur!" batin Rick
"Tristan pergi ke perpustakaan istana central cari di sana informasi tentang rubah, aku ingin tau secepatnya dan cari tau tentang plat giok ini." perintah zero.
"baik tuan" ucap Tristan membungkung memberi hormat, setelah itu pergi meninggalkan rumah kayu itu.
"Dan kau rubah jangan mengharap pada istriku, istriku baik padamu karena dia kasihan padamu bukan seperti betina menyukai pejantan, camkan itu" ucap Zero sambil melangkah pergi meninggalkan Rick yang masih berkelana dalam lamunannya.
Rick masih tidak percaya bahwa dia sekarang berumur kurang lebih 200 tahun tapi kenapa dia tidak berwajah tua keriputan.
Tidak ada sama sekali kelihatan tua. mungkin dia tertidur di goa es sehingga mukanya awet muda.
Tapi sekarang dia tidak bisa berubah wujud seperti itu karena dia sedang terluka, energi spiritualnya juga tidak ada.
"Jadi wanita yang menolongku itu istrinya raja beast central. pantas aku mencium samar samar beast rajawali pada tubuhnya, dia seperti ibunda ratu jika tersenyum, jadi kangen.ibunda aku masih belum bisa bertemu denganmu aku masih disini melanjutkan tugasku sebagai penerus Raja alison. Aku akan balas dendam atas kematian keluarga kita ibunda" ucap Rick.
...----------------...
Raline mengerjapkan matanya saat dia mulai terganggu dengan panasnya matahari. pagi menjelang siang ini Raline baru bangun. Dia melihat kesamping ternyata Zero tidak ada.
"Dimana zero kok tidak ada, akh ... rasanya pegal sekali badanku, dia bener bener menghukumku, tapi kalau aku Hamil bagaimana anaknya? seperti apa bentuknya akukan manusia dan dia beasts manusia setengah binatang!" gumam Raline memikirkan nanti keturunannya kaya gimana.
ceklek
Pintu terbuka, memperlihathan wajah zero yang gantengnya maksimal. Zero menyiapkan makanan untuk Raline dia tau tenaganya habis saat bangun nanti. Dan dia membawa makanan ke dalam kamar.
"Sayang kau sudah bangun, baru aku mau bangunin. ini sarapan yang tertinggal untukmu" ucap Zero.
"Kok kamu tau sarapan ini" ucap Raline bingung karena Zero menyiapkan susu dan roti lapis selai yang dibakar.
"Hanya menyentuh kepalamu aku tau, kau dengan segala aktifitasmu dimasa lalu. dan aku juga tahu duniamu seperti apa? berbeda sekali yah disini, tapi aku harap kau betah disini dan selalu bersama aku hingga ajal menjemput" ucap Zero mengecup punggung tangan Raline.
Raline yang diperlakukan seperti itu, seperti terbang kelangit ke tujuh bersama kupu-kupu. blush ... rona merah diwajahnya pun terlihat.
"Raline kau sakit, muka kamu merah sayang" ucap zero panik tiba-tiba muka Raline merah.
"Ah tidak aku tidak sakit, emm ... aku hanya mau makan aja aku sangat lapar" ucap Raline menghindari pertanyaan yang mungkin akan membuatnya malu.
"Baiklah sini aku suapi aaak ...." ucap zero.
"terimakasih nyam ..."
Setelah sarapan yang tertinggal Raline membersihkan diri terlebih dahulu.
Raline menghampiri rubah itu dengan zero. saat pintu itu di buka. terlihatlah rubah yang sedang tertidur di sangkarnya.
"Sayang apa boleh aku gendong, boleh yah" ucap raline dengan Poppy eyes.
Zero ingin sekali menolak tapi saat melihat wajahnya yg cantik zero mengalah untuk kebahagiaannya.
"Iya boleh pegangnya yang yg kenceng kalau perlu pake tenaga" ucap zero
"ih kok gitu jahat banget" ucap Raline.