
"apa kau bilang berani sekali kau membentakku"ucap Simon mencekram dagu Raline. "kau pikir kau siapa? huh!" bentak Simon dia sudah bersabar selama ini akan sikap Raline.tapi saat ini dia dalam kondisi tidak baik.
Raline yang diperlakukan seperti itu tidak ada tetes air mata ataupun takut, hanya menatap tajam Simon. dia harus tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.
Simon menghempaskan Raline pelan. dia berjalan keluar sambil berkata.
"Kau tau aku kesini hanya ingin melihatmu cepat sembuh, agar aku bisa mengantarmu melihat bangkai beastman rajawali itu,aku akan buktikan jika ucapanku benar" ucap Simon diambang pintu. setelah itu dia pergi meninggalkan raline. Simon takut jika dia lebih lama tinggal disitu dia akan berbuat kasar pada Raline.
Raline terpaku antara percaya dan tidak percaya.tapi dia tetap diam. sambil mengelus dagunya yang merasa sedikit sakit.
Setelah dari kamar Raline, Simon pergi ke ruang kerjanya. dimeja banyak surat-surat yang berisikan informasi terjadinya insident banyaknya serigala mati setelah pembantaian di pemukiman Beastman macan.
Simon membaca surat demi surat yang ada dimeja. raut wajahnya semakin berubah.
"Sial, semua jadi kacau, apa yang harus aku lakukan" ucap Simon dia tertidur dikursi kebesarannya setelah membaca surat itu.saat ini Simon berubah menjadi Beastman serigala. tidak seperti tadi saat bertemu dengan Raline. jika dia ingin bertemu dengan Raline dia akan berubah menjadi setengah manusia.
Dia mengistirahatkan badan dan pikirannya untuk berpikir. tak lama saat dia menutup mata. ada suara ketukan pintu.
tok tok tok
"masuk" ucap Simon.
beastman misterius itu masuk, dia menggunakan tudung hitam dan masker setiap kali dia datang. dia adalah Beastman misterius yang merencanakan sebagain besar rencana licik Beastman serigala.
Simon mempersilahkan Beastman misterius itu duduk didepannya yang terhalang oleh meja. mereka sedang berhadapan sekarang. tanpa berpindah dari posisi seperti sebelumnya dan tak mengindahkan beastsman misterius tersebut.
beastman misterius itu angkat bicara saat Simon hanya diam saja tanpa bicara.
"apa kau hanya akan diam seperti itu? saat pasukan yang kau dirikan akan hancur, aku tak percaya beastsman serigala akan kalah dengan Beastman central."ucap Beastman misterius itu memprovokasi.
"Diam kau, cerewet. kalau kau punya rencana tetap tinggal, kalau tidak. pergilah pintu ada disebelah sana" ucap Simon tegas sambil menunjuk pintu. saat ini suasana hatinya tidak baik baik saja. jadi Simon tidak fokus dengan rencana selanjutnya. ya g dipikirkannya bagaimana dia bisa mendapatkan Raline sedangkan dia tetap diam dan selalu bikin Simon naik pitam.
"Sial sudah empat tahun aku bekerja dengannya tapi dia tetap tak menghormatiku, sial awas aja" batin Beastman misterius.
"aku punya rencana untuk menghancurkan Beastman central dan antek anteknya, bagaimana?" ucap Beastman misterius.
"katakan" ucap Simon.
simonpun berubah menjadi setengah manusia. dia tampak serius mendengarkan apa yang dikatakan Beastman misterius itu. Simon menganggukkan kepala nya untuk jawaban jika dia mau menjalankan rencana itu. rencana untuk menghancurkan Beastman central dan antek-anteknya.
setelah kesepakan itu Beastman misterius itu keluar. dia berjalan meninggalkan ruang kerja Simon menuju taman dimana taman itu dekat dengan gerbang kediaman pribadi Simon. saat dia menuju gerbang keluar dia melihat betina yang sedang duduk disana sambil melamun.
"siapa betina itu? cantik" ucap Beastman misterius.