Me And The Beasts

Me And The Beasts
39



Zero memimpin pasukannya terbang menuju beasts barat dimana informan memberitahukan kalau ada pergerakan Beastman serigala yang mencurigakan disana.


tibalah disebuah hutan pegunungan yang rimbun hutannya terlihat biasa biasa ja. disana terdapat pohon pohon ya g menjulang tinggi, bebatuan yang berdiri sejajar dan bebatuan yang tak teratur. tak ada yang curiga walau zero dan kawananya melewati berulang kali tapi tak menemukan pintu masuk teleportasinya.


Sudah cukup lama zero berada disana tapi ga da hasil. akhirnya mereka beristirahat dan menunggu.saat menjelang malam zero melihat segerombolan serigala datang membawa dua kantong dipunggungnya yang diyakini itu batu mana.


Zero yang melihat itu langsung mengintruksi teamnya untuk segera bersiap.zero mengikuti kemana mereka pergi dari atas dengan hinggap dari pohon satu kepohon yang lain tanpa bersuara.


Tibalah dimana para serigala itu masuk diantara dua batu yang sejajar yang diyakini pintu masuk teleportasi. jika dilihat sekilas tidak ada yang berbeda dari yang dilihat. tapi saat serigala itu menyentuh bagian bebatuan itu kawanan serigala itu masuk semua di sana.


Zero yang melihat caranya masuk mencoba meniru cara bagaimana Beastman serigala itu masuk tapi saat zero menekan batu itu tidak terjadi apa apa. malah dia masuk kehutan lagi dan lagi.


Zero dan team satu berkumpul mencari solusi bagaimana mereka bisa masuk.


"Sial bagaimana mereka bisa masuk tapi aku ga bisa" kesal zero. dengan amarah yang membuncah dia mengepalkan tangannya.


"Tuan sebaiknya kita pantau dri atas. aku takut jika kita disini akan ketahuan. kita coba dulu cara lain" ucap kepala team satu yang bernama Jack.


"Apa maksudmu Jack sebentar lagi aku menemukan dia aku harus masuk sekarang juga" ucap zero sambil menekan semua batu disana tanpa mempedulikan ucapan teamnya.


"Tenanglah Tuan tunggu sebentar lagi.kita harus menunggu kita harus berpikir jernih" ucap Jack memberanikan diri. tapi dia juga tidak mau gagal dalam kesempatan ini. karena ini jalan satu satunya agar bisa menemui raja beast serigala.


"akh" ucap zero


"sebaiknya tuan duduk disana saya akan mencari jalan keluarnya secepatnya" ucap Jack.


Zero hanya bisa pasrah dan menurut karena perutnya bener bener sakit seperti disayat sayat.dia duduk dilantai bersandar dibebatuan. mereka bersembunyi di atas pepohonan dan sebagian di semak semak.


tak berselang lama mereka melihat kawanan serigala lagi. team satu mencoba menjatuhkan daun di kantong itu. dan melihat hasilnya. ternyata bisa. dan Jack menyimpulkan kalau batu itu mempunyai semacam sidik jari untuk mengindentifikasi alat teleportasi.


Jack yang mengetahui itu langsung menginformasikan pada zero. untuk sementara team satu mencari kawanan serigala lagi untuk membunuh mereka agar bisa masuk kesana.


Dan tak lama kawanan serigala datang lagi seperti sebelumnya mereka membawa kantong dipunggung. team satu akhirnya melumpuhkan kawanan itu. dan cara yang diusulkan Zack ternyata berhasil.


Zero dan team satu akhirnya bisa masuk ke teleportasi tersebut. Saat dia masuk dia dikagetkan dengan apa yang mereka lihat mereka melihat banyaknya pulau terbang disana.


Disetiap pulau terbang itu terdapat bangunan rumah tapi tak tau bangunan apa itu. mereka harus mencari satu persatu dimana raja beasman serigala itu.


Mereka berpencar, Zero terbang keatas mencari Raline dengan instingnya. Tak lama zero melihat rumah paling luas dan agak sedikit mewah terdapat taman Bunga. zero terbang kesana dan mengendap endap sambil mencari jalan masuk. saat dia melihat ada jendela, dia mencoba mengintip.


"Raline . . " gumam zero.