Me And The Beasts

Me And The Beasts
38



Raline saat ini sedang koma karena banyaknya darah yang keluar, bayi itu ternyata menggerogoti mana yang dimiliki oleh Raline sehingga Raline sering sakit sakitan. dan puncaknya sekarang semakin bayi itu membesar maka tenaga Raline akan habis oleh karena itu, seberapa banyak makan yang Raline konsumsi tidak bisa membuat badanya berbenergi. setiap hari Simon selalu mentransfer energinya tanpa sepengetahuan Ralinne.


Sebelum koma sayup sayup Raline melihat Simon berusaha keras menolong dengan kekuatannya dan kedua bayinya.


"Cepat berikan batu mana itu disini, cari secepatnya ditempat tempat yang banyak batu spiritualnya. dan datanglah kesini secepatnya" teriak simon.


"Lucy bagaimana anaknya" tanya Simon pada lucyyang sedang membedah perur raline. terakhir dia lihat bayi itu berada diatas batu spiritual yang bersinar keemasan. saking silaunya Raline hanya bisa mengedip edipkan matanya.


"Lihatlah zero anak kita sudah lahir, aku merasa aku sudah tidak kuat ini sungguh sakit sekali." batin raline.sambil menutup matanya.


...----------------...


Ditempat lain zero juga merasakan sakit di bagian perutnya. sakit ya g sangat luar biasa.


"kenapa dengan perutku ini, rasanya panas sekali" gumam zero. dia meringis kesakitan.


di ruang kerja ini zero yang lagi membaca surat yang dikirimkan berbagai informasi yang didapat dari para Beastman yang mengintai para serigala. Zero tak mempedulikan rasa sakit yang dideranya. dia tetap mencari informasi walau belom ada tanda tanda bertemu dengan raja beast serigala ataupun Raline.


tok


tok


tok


suara pintu itu mengalihkan pandanganya dan berucap." Masuk"


"Ada apa Tristan" ucap zero sambil membaca surat terakhir yang didapatnya.


"Ada pergerakan yang mencurigakan tuan dari beast serigala" ucap Tristan.


"Ada informan kita mengatakan beast serigala banyak membawa batu mana ke suatu tempat, dan itu dengan jumlah yang banyak. itu sangat mencurigakan" ucap Tristan.


"Dimana tempat itu" ucap zero


"itu ..." ucapan Tristan terpotong karena burung kecil yang menjadi penghubungnya dengan informannya datang.


"Tuan tempat itu berada dipinggiran desa beastman barat disana ada tanda teleportasi kemungkinan teleportasi itu menuju ke tempat raja beastman serigala.


"Segera kesana ... aakh ...!" zero menghentikan langkahnya saat perutnya semakin sakit dan wajahnya pucat pasi.


"Tuan ... apa anda baik baik saja? wajah anda pucat" ucap Tristan. dia langsung membantu tuanya memapah ke tempat tidur ya g da disebelah kamarnya.


Tristan mencoba menyembuhkan tuannya. Tristan mengarahkan tangannya ke perutnya. tapi rasa sakit itu tak bisa dihilangkan.


Zero yang merasakan sakit dia terbayang akan Raline. " Raline dimana kamu? sedang apa kau?" batin Zero sambil memejamkan matanya. "Tapi aku tidak boleh sakit begini aku harus kuat bentar lagi aku akan bisa menemukanmu.


Seketika itu juga dia bangun berusaha tetap sehat walau menahan sakit yang tak tau sakit apa penyebabnya. namun niat dan tekatnya untuk menemukan Raline secepatnya mengalahkan rasa sakit yang dia rasakan.


"Siapkan pasukan satu pergi bersamaku, dan yang lainnya bisa menyusul kepung dan langsung serbu setelahnya. aku harus kesana sesegera mungkin" ucap zero.


"Tapi tuan anda kurang sehat, aku khawatir anda ..."


"Diam aku hanya ingin menemukan pasanganku dan memenggal kepala serigala itu" ucap zero dengan menggebu gebu. Zero langsung menggunakan atribut perangnya.


Langsung menuju gerbang menemui pasukan satu memberikan intruksi kalau perang kali ini mempertaruhkan nyawa yang siap mati.