Me And The Beasts

Me And The Beasts
32



"panggil Lucy kesini sebelum bos menghabisi kita semua" ucap salah satu Beastman serigala.


"oke, aku segera kembali" ucap Beastman serigala lainnya.


setelah kurang dua puluh menit Lucy datang dan langsung menyerang Simon di area Bertanding itu.


para Beastman disana setelah melihat Lucy langsung membuang nafasnya lega. walau dia babak belur di hantam di gigit oleh rajanya. setidaknya dia bisa selamat Sekarang.


Lucy mengeluarkan cahaya untuk menyerang Simon."Heh, apa kau sadar bawahanmu bisa mati semua jika kau begini" ucap lucy.


"huh cuma segitu kekuatanmu, hiaat" ucap Simon mereka bertarung hingga mengeluarkan keringat didahi dan dada bidangnya. ya Simon bertelanjang dada sehingga memperlihatkan perut sispexnya.


mereka terengah engah sambil membawa pedang masing masing entah sejak kapan mereka mengambil pedang itu dari tempatnya.


"apa yang sebenarnya terjadi huh?" ucap lucy sambil mengambil nafas dalam dalam.


"aku tidak tau apa yang aku rasakan aku tidak biasanya seperti ini aku benci perasaan ini, hiaat" ucap Simon sambil menghunuskan pedangnya ke Lucy.


Lucy menghindari pedang itu


" apa kau sedang tertarik atau mungkin jatuh cinta pada betina itu huh" ucap lucy.


srriiiing......


"Cinta apa itu cinta aku hanya tak biasa aja dengan perasaan ini. biasanya tidak ada Beastman serigala berani menatapku dengan tatapan seperti itu, tapi saat ditatap betina itu aku tidak marah"ucap Simon


setelah beberapa lama Simon dan Lucy menyudahi pertempuran itu, mereka merebahkan badannya di Padang rumput tempat pertandingan para serigala.


Simon dan Lucy menengadah menatap langit langit biru yang membentang luas.


"huh itu namanya cinta bodoh, walau aku belum pernah merasakan apa yang kau rasakan tapi apa yang pernah aku baca itu namanya cinta" ucap lucy sambil menatap Simon disampingnya.


tapi melihat sikap Raline yang acuh dia tidak suka mau marahpun tidak bisa. dia hanya bisa melampiaskan dengan bertarung di are bertarung ini.


...----------------...


sudah sepuluh hari Raline berada ditempat itu, tapi tanda tanda akan melahirkan tidak ada.bahkan perut ralinepun tidak membesar. Raline ragu kalau dia hamil. tapi mual tanda bawaan bayi terasa ia rasakan. sakit yang luar biasa ia rasakan lemas tak berdaya makanpun susah ia telan.


Lury selalu memantau perkembangan Raline dari hari ke hari. lury baru pertama kali memeriksa betina yang bunting dengan pasangannya tidak sesuai dengan kenyataan.apa dia salah memprediksi.


Raline berfikir apakah karena dia manusia sehingga dia akan melahirkan dalam jangka sembilan bulan walau pasangannya adalah Beastman.


"Apa yang kau rasakan sekarang apa kau merasa ada tanda tanda melahirkan" ucap Lury, dia memeriksa denyut nadi Raline sambil menyiapkan apa yang Raline rasakan.


Raline menggelengkan kepalanya tanda bahwa dia tidak merasakan apa-apa.


"Sebaiknya kau keluar berjalan jalan disekitar sini, kau kan pasangan raja beastman serigala kau tak pantas bermuka pucat seperti itu" ucap Lury


Raline tidak mengiyakan atau menggeleng karena dia tidak mengakui kalau dia pasangan raja beastman serigala.


Setelah memeriksa lury keluar bersamaan itu Simon datang menghampiri.


"Bos ajaklah dia keluar keliling wajahnya pucat aku tau dia stres" bisik lury sambil melangkah keluar rumah itu.


Simon yang mendengar itu hanya diam tanpa ekspresi. dia bingung harus memulai dari mana. dia tidak pernah dekat dengan betina tapi sekalinya ketemu hanya makian dan kata kasar yang terucap.


"Jika kau terus memikirkan beastsman rajawali yang sudah ma ..." ucap Simon terpotong.


"diam jangan ucapkan lagi" bentak Raline. dia tidak terima kalau zero dinyatakan mati.