
"Raline apa kau tidak tau Rick, padahal dia ada di belakangmu" ucap Simon memberi tahu Raline bahwa sejak tadi Rick ada disana bersama mereka.
Raline yang mendengar pernyataan itu langsung menoleh kebelakang tapi tidak ada rubah ekor sembilan yang ia cari. dia hanya melihat wajah yang asing, dia pikir tadi yang menggendong Eli adalah Tristan karena dia hanya fokus pada Eli.
Rick yang melihat Raline seperti tidak merespon sama sekali. Rick mengeluarkan ekor sembilanya.
"Raline aku Jericko aku sudah berkultivasi bersama dengan suamimu sehingga aku bisa berubah menjadi seperti ini" ucap Rick meyakinkan raline bahwa dirinya Rick miliknya hewan peliharaannya.
"hah" Raline sangat terkejut saat melihat Rick berubah. selama ini Raline hanya tau jika rubah ekor sembilannya seperti hewan pada umumnya. dan saat melihat wajah tampan Jericko dia jadi pias.
"Apa beastman disini jika sudah berkultivasi tinggi tampan tampan, apa kultifasi tinggi itu semakin operasi wajah.tampannya melebihi manusia biasa" batin Raline.
"um ... hai Rick wah kamu sangat tampan" ucap Raline sambil mengelus kepala Rick dengan sayang walau raline sedikit berjinjit sambil mengendong Eli.
"Hai juga apa kau teretarik dengan ketampananku sekarang? aku tetap hewan peliharaanmu tidak berubah" ucap Rick.
"Aku ..." ucap Raline terpotong saat zero buka suara.
"Sudah lah sayang kenapa kau kesini dengan menggunakan baju seperti ini" ucap zero menutupi pakaian Raline dengan jubah yang iya kenakan.
"ow tadi aku panik saat rizef tidak ada disampingmu, aku panggil panggil Simon dia tidak langsung datang aku takut terjadi sesuatu dan kau malah membuat kejutan ini. apalagi Eli cantikku ini sudah lahir ini kejutan paling bahagia yang aku terima" ucap raline sambil mencium gemas Eli. Eli yang dicium hanya tertawa riang ala bayi.
"untukku" ucap zero.
cup
Raline mencium sekilas zero.
"aku" ucap Simon menyodorkan pipinya pada Raline. dan saat Raline mau menciumnya Simon mengubah posisinya sehingga dua bibir itu bertemu. walau hanya sekilas Simon sudah sangat senang.
"Terimakasih" ucap Simon sambil mencium kening Raline.
Raline terpaku akan sikap Simon dan melihat reaksi zero yang sedikit kesal ada rasa bersalah yang menghinggapi dan bersyukur tidak ada keributan.
Rick sangat kesal dengan apa yang dilihatnya didepan mata. tapi dia juga tidak berbuat apa apa . dia hanya bisa memalingkan wajahnya dan menahannya.
"Sudahlah kita sarapan dulu baru kita berbincang lagi, mumpung rizef sedang tidur." ucap zero. zero merangkul Raline berjalan menuju tempat dimana meja makan nan elegan yang sudah disediakannya.
meja segipanjang berwarna coklat kayu yang diatasnya berbagai sarapan yang Raline sukai. ditengah-tengah meja ada bunga mawar berwarna merah menghiasi meja makan yang semakin elegan dilihat.
kursi digeser oleh zero untuk memudahkan Raline duduk. saat zero mempersilahkannya Raline langsung duduk.
"Berikan Eli padaku" ucap Zero.
Raline langsung memberikan Eli pada zero. tapi zero menyerahkan Eli pada asistennya.
"Tristan jaga Eli sebentar kami mau makan" ucap zero
"Baik Tuan" ucap Tristan.
"Sayang kenapa Eli diberikan pada Tristan aku bisa kok gendongnya sambil bawa eli" ucap Raline.
"Tidak nanti kamu tidak fokus makan. kamu harus banyak makan dan terutama kau harus bahagia tidak banyak pikiran,kaukan sekarang menyuusuu kedua anakku" ucap zero sambil memegang tangannya.
"Baiklah" ucap Raline.
Simon dan Rick juga duduk ditempat yang sudah disediakan. Simon juga memberikan rizef pada maid beastman agar dia juga bisa melayani Raline untuk makan. merekapun makan dengan khitmat seperti keluarga Cendana.