Me And The Beasts

Me And The Beasts
66



Tiga hari berlalu Zito menagih jawaban yang ingin dia dengar tapi bukan penolakan yang dia inginkan tapi kesanggupan sang raja beast atau sekarang disebut mantan sang raja yang dulu digadang gadang Raja dari semua raja.


Zito ingat betul saat akan diadakan penerus tahta 35 tahun lalu masih terngiang di pendengaranya, saat sang peramal yang didatangkan oleh raja sebelumnya untuk menggantikan beliau sebelum beliau meninggal.


"Saya melihat masa depan bahwa nanti keturunan Rajawali akan menjadi raja dari semua raja karena dia akan mendapatkan kekuatan yang diberkahi ilahi" ucap sang peramal. kebetulan keturunan Rajawali hanya Zero yang masih hidup yang lainnya sudah mati.


Zito yang mendengar itu tak terima selama ini dia yang selalu bekerja keras sebagai panglima perang tapi yang mendapatkan hasil Zero. Sebelumnya Zito yang akan menjadi penerus raja karena Zito mempunyai energi tertinggi dari semua beastman burung. Raja Salomo ( raja sebelumnya) itu sangat percaya akan ramalan sehingga dia mengalihkan tahta pada zero walau saat itu zero hanya memliki setengah kekuatan energi spiritual.


Sakit hati diperlakukan tidak adil Zito menaruh dendam pada zero dengan bermuka dua. Zito berbagai macam cara telah dia lakukan agar Zero tersingkir dari tahta, tapi semua gagal.


Dan sekarang saat Zero mempunyai kelemahan Zito bergerak cepat tanpa harus menunggu lagi. karena kesempatan tak datang dua kali.


"Bagaimana kabarmu hari ini Zero, apa kau sudah memikirkannya" ucap Zito sambil senyum menyeringai.


Ternyata Zito memberikan waktu pada Zero agar dia mematuhi perintahnya dengan sihir iblis yang akan diberikannya.agar zero bisa mematuhi semua ucapannya. Zero mau tidak mau menyetujuinya dia pasrah dengan hidupnya pasangan hidupnya telah pergi jalan satu satunya menyelamatkan anaknya hanya menerima perjanjian iblis itu.


Di tempat lain nan jauh disana.


"beib ini sudah sebulan dan kita belum bisa menemukan sihir teleportasi itu. Apa kau yakin kau pernah melihatnya?"


"Iya sayang jangan khawatir kita akan bertemu mereka secepatnya!" ucap Simon.


Digoa yang gelap berselimutkan kulit hewan dengan tubuh penuh lumpur. agar bisa menyamarkan bau tubuh mereka.


"Bersabarlah kita sedang dalam kondisi tidak bisa melakukan apapun pasukanku dipukul mundur oleh suruhan Zero aku tidak bisa berkutik".


Sebenarnya selama Raline tidur Simon pergi melihat situasi disekitar. Simon melihat banyaknya Beastman yang mati menggenaskan tanpa belas kasih. Simon sebenarnya tahu letak sihir teleportasi tapi dia tidak mau salah langkah yang akan membunuh mereka semua. Simon berpikir kejadian ini adalah perang dunia beast secara besar besaran atau bisa dibilang pemusnahan tanpa belas kasih.


Dan malam ini simonpun melancarkan aksi ya seperti biasa. di sebuah perkampungan beast kerbau lagi lagi Simon menyelinap. dia melihat kampung itu benar-benar sepi penghuni hanya sinar bulan saja yang bisa membantu penerangan tidak ada sedikitpun rumah itu adanya cahaya dari pembakaran kayu.


Simon berharap menemukan Beastman yang masih hidup dan bisa memberinya informasi kenapa bisa hal ini terjadi. Simon diam diam membuka rumah satu persatu tapi hasilnya nihil.


"Apa kampung kerbau pindah, tak ada satupun ada disini. kalau mereka mati pasti ada mayatnya. badanyakan besar besar" gumam Simon.


krekk


tiba tiba ada suara ranting dari arah semak semak


"Siapa disana"