
"aku tidak peduli" dengan tampang datar "hari ini kita harus pergi dari sini, kita akan ke beast barat melanjutkan perjalanan kita" lanjut zero.
"Iya" ucap Raline. dia menghampiri rubah ekor sembilan itu dan langsung mengelus kepala rubah. Saat Raline mengelus rubah itu matanya terbuka memperlihatkan mata emas yang sangat lucu dimata Raline.
"ih matanya berwarna emas sama seperti milik suamiku"ucap Raline saat menatap intens.
"sayang coba kau ulangi lagi ucapanmu barusan mirip siapa?" ucap zero menyakinkan pendengaran ga salah dengar.
"suamiku" cup
benda kenyal itu menyatu tanpa permisi yang disaksikan oleh si rubah. dengan polosnya rubah itu mengira kalau itu tanda sayang. mereka menyudahi saat Raline kehabisan oksigen.
"ih nakal ada rubah juga main nyosor ja" gumam Raline.
"Biarin aja biar dia tau kau adalah milikku" ucap zero.
"Tapi ... sekarang boleh dong lepasin rubahnya" ucap Raline sambil mengedipkan matanya. zero mengiyakan ucapan Raline seperti terhipnotis. padahal dia tidak ingin Raline dekat dekat dengan rubah itu.tapi apa daya Zero sudah bucin.
"Sial aku terperdaya, ingin sekali bilang tidak .. arghh ... mulut ga sinkron gini ma hati" batin Zero.
Raline yang langsung menggendong rubah itu sangat kegirangan saat rubah itu sudah terlepas dari sangkar. Raline mengelus elus rubah itu dengan sayang.
Rick yang diperlakukan seperti itu sangatlah nyaman sehingga dia membiarkan penyelamatnya melakukan apapun yang ia mau.
...****************...
tok ... tok ... tok ...
"Tuan ini saya" ucap Tristan mengetuk pintu.
Zero duduk dikursi kayu dengan meja disampingnya. meja yang berbentuk Bundar dengan dua kursi duduk disampingnya.
"Saya sudah menemukan buku tentang rubah itu Tuan" ucapa Tristan sambil menunduk memberi salam.
"lanjutkan" ucap Zero. Raline yang duduk didekat jendela sambil menjemur rubah itu di sinar matahari tak menghiraukan perbincangan antara zero dan Tristan.
"Di buku sejarah Beastman burung rajawali bersahabat dengan Beastman rubah tetapi mereka hilang komunikasi sejak meninggalnya Tuan Alison. dikatakan Tuan Alison bunuh diri karena tertekan menjadi raja baru, dia menggila dan meracuni semua keluarganya. Tapi anehnya adiknya masih hidup. Dan adiknya dikabarkan sudah meninggal setelah beberapa tahun kemudian, karena perang melawan serigala. Dibuku itu juga mengakatakan bahwa tidak ada lagi keturunan rubah ekor sembilan karena ternyata tuan Jackson mandul. Di buku itu juga raja mengatakan jika dia menemukan rubah berekor sembilan, dia akan menjadikan pengantin atau saudara kepada keturunannya.untuk membalas kebaikan Beastman rubah yang telah menolong raja terdahulu. Karena plat giok yang diberikan raja terdahulu tidak ditemukan kemungkinan keturunan Beastsman rubah ada yang masih hidup. Hanya itu saja tuan informasi yang saya dapatkan. " ucap Tristan panjang lebar.
"em" ucap Zero tanpa mengucapkan terima kasih pada Tristan. Zero mengibaskan tangannya mengusir Tristan dari hadapannya.
"Hei rubah dari tadi kau diam aja apa masih sakit?" sambil memberika daun Betadine pada Rick. " Apa kau bisa berbicara seperti beastman lain?" tanya Raline.
"em ... namaku Jerico panggil saja aku rick" ucap Rick sambil menahan perih saat daun itu menempel ditubuhnya.
"Nah gitu donk dari tadi diam saja, panggil saja aku raline." ucap Raline.
"emm" ucap Rick
"Badan kamu harus sering berjemur seperti ini agar tubuhmu tidak gampang sakit" ucap Raline sambil mengelus kepala dan badan Rick. Rick yang diperlakukan seperti itu hanya diam menikmati setiap sentuhan yang diberikan Raline.
Mereka terus berbincang walaupun Rick hanya menjawab seadanya karena dia terlalu nyaman.
"Sayang bersiaplah bentar lagi kita akan pergi menggunakan kereta!" ucap Zero memotong pembicaraan Raline dengan Rick yang terlihat mesra baginya.
"Kereta???"