
" Brengsek!" Maxim membanting botol brendinya diatas meja bar , sebagian isinya tumpah ruah di atas meja .
Rocco pikir , Maxim akan menghampiri salah satu wanita yang menganggur bukan wanita diatas pangkuan seorang pria .
" Sialan ," Rocco tahu sesuatu yang buruk bisa saja terjadi , tapi dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi di dalam klubnya .
Wanita itu menggeliat , bukan karena senang , tapi lebih tepatnya ketakutan . Pria itu menggerayangi seluruh tubuhnya , dan wanita susah payah mencegahnya , pinggulnya terkunci salah satu tangan pria .
Ketika Maxim menyentak lengan gadis itu , air mata memenuhi wajahnya . Mata gadis itu membelalak menatapnya , kemudian pandangannya sayu .
" Hei bung , temukan wanita mu sendiri , wanita ini milikku .." pria dengan jambang menakutkan itu mencoba menjilati leher jenjang Anna .
Anna berhasil memblokir ciuman laki laki itu dari tubuhnya , dia merasa kotor pada tubuhnya sendiri . Bonnie meninggalkannya begitu saja , setelah gadis itu mengedipkan mata pada seorang pria dan mereka berakhir berciuman didepan wajah Anna .
Anna baru menyadari pekerjaannya pada detik terakhir seorang pria besar menariknya , membisikkan betapa panasnya ia , dan ingin segera mengubur diri di dalam tubuhnya .
" Tolong , tuan ... lepaskan aku...ini kesalahan..." Air mata bercucuran diatas pipinya , pria itu geram ingin memukulnya .
Anna memejamkan matanya , ketika tiba-tiba sebuah tangan menyentaknya , Maxim Lockwood berdiri disana . Mata pria itu memerah entah karena apa . Anna menjerit ketika Maxim menariknya keras dan ia bertabrakan dengan dada keras pria itu .
" Aku menginginkan wanita ini ,..." Geram Maxim , Anna masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas . Entah apa maksudnya ia hanya bisa terus menangis .
Pria besar dengan jambang menakutkan itu , berdiri berang .
" Kembalikan wanita itu , sialan ! Dia milikku ! " Sebelum terjadi tarik-menarik antara keduanya , Rocco datang menengahi .
" Sialan kau Maxim , aku menyuruhmu mencari wanita , tapi bukan milik pria lain !" Rocco memelototi Maxim .
" Rocco , aku tidak peduli jika harus menghancurkan klub ini ! Aku ingin wanita ini !" Tangan Maxim semakin tertanam dipinggang Anna , gadis itu menjerit dalam diam .
Rocco mengacak-acak rambutnya kesal , pria itu berbalik bersiap menghadapi kemarahan kliennya .
" Siapa kau ! Kau berkomplot dengannya untuk mengambil gadis ku huh ! " Pria berjambang itu menatap marah pada Rocco .
Rocco bicara melalui atas bahunya pada Maxim , " kita akan bicara di parkiran Maxim .." Rocco mengangguk pada salah seorang bodyguard nya agar mengawal Maxim dan gadis itu keluar gedung .
" Kenalkan , aku Rocco Donovan , pemilik klub ini , lupakan wanita itu , kau akan mendapatkan dua wanita sekaligus jika kau mau " awalnya pria itu terlihat berang .
" Meskipun aku sangat kesal gadis ku direbut begitu saja , tapi sepertinya dua wanita menyenangkan " Rocco bersyukur atas kerakusan pria ini .
______
Maxim melepaskan kemejanya , hembusan angin malam langsung menerpa setiap otot di dada dan perutnya . Anna menatapnya ngeri , tapi kemeja itu melayang di atas tubuhnya , menutupi sebagian dadanya yang sejak tadi ia blokir dengan kedua tangannya .
" Pakai itu !" Sembur Maxim , Anna tidak bisa membantah , meskipun ia sendiri menggigil menatap dada telanjang Maxim .
" Sialan kau Anna , apa yang ada dipikiran mu , menjual tubuhmu huh ..!" Anna melotot , air matanya belum saja mengering .
" Katakan , berapa yang kau butuhkan , untuk menikmati uang itu ?! masih banyak pekerjaan diluar sana yang lebih manusiawi !" Tangan Maxim bertengger di atas kedua pinggulnya , matanya melotot menatap gadis itu .
Ia tidak pernah menyangka akan menemukan Anna , sigadis kutubuku sedang menjual dirinya didalam klub . Pakaian minimnya hanya menutupi sebagian tubuhnya , Maxim tidak yakin jika dia bisa menahan diri melihat kemolekan tubuhnya . Selama ini tubuh Anna tersembunyi di balik baju kebesaran dan celana jeans panjang , ia tidak mengira jika wanita cantik bertubuh molek itu Annabelle Hunt tetangganya .
" Lalu apa huh , aku pikir kau gadis pendiam !" Satu tamparan keras menyayat perih pipi Maxim . Gadis itu menamparnya , setelah ia menyelamatkannya dari terkaman pria gila didalam sana .
Maxim tidak membalasnya , gadis itu sendiri gemetar setelah menamparnya . " Kau tidak mengerti ..." Ucap Anna lirih .
" Apa yang tidak aku mengerti .." Maxim maju selangkah menghapus jarak diantara mereka , tubuh Anna menggigil merasakan sengatan panas dari tubuh Maxim , dia terjebak antara mobil dan tubuh pria itu .
" Katakan Anna apa yang tidak aku mengerti, katakan apa yang terjadi .." Maxim mengguncang bahu Anna .
Gadis itu terisak lagi dan tubuhnya melorot di atas lantai parkiran yang dingin , Maxim ikut terduduk disana . Wajah pria itu terlihat lebih teduh .
" Aku putus asa ,ibuku , dia membawa kabur semua uang peninggalan ayahku ,dan besok adalah hari terakhir ku , jika tidak aku akan di DO " Maxim tidak mengerti , ia pikir keluarga Hunt , masih tinggal disana dan baik baik saja . Gadis ini terlihat hancur , Maxim tidak tahu jika Mr. Hunt sudah meninggal dan ibunya meninggalkannya .
" Lalu kau berpikir untuk menjual tubuhmu ..?"
Anna meliriknya , mata gadis itu membara lagi , menampilkan amarahnya . " Kenapa kau selalu menuduhku menjual tubuhku "
" Lalu apa yang kau lakukan , berpakaian seperti ******* , didalam sana .."
Kuping Anna panas mendengarnya , tapi Maxim ada benarnya, dia tidak lebih seperti seorang ******* . " Aku tidak tahu jika pekerjaannya seperti itu , temanku Bonnie tidak jujur padaku , yah aku rasa dia menipuku " Anna berpaling menyadari kebodohannya .
Maxim menoleh saat mendengar beberapa langkah kaki mendekat . Itu Rocco dan beberapa anak buahnya . Pria itu terlihat tidak senang .
Anna meringis saat Maxim meremas lengannya agar berdiri . " Bisakah kau tidak berlaku kasar ..!" Mata Anna melotot , tapi Maxim tidak peduli . Pria itu menyalakan alarm mobil dibelakangnya , sebuah Nissan Navara berwarna hitam .
" Masuk kedalam mobil !" Maxim melotot padanya .
" Apa ! Aku tidak mau ! " Maxim tidak mengerti , kenapa gadis ini sekeras ini .
" Masuk , atau aku akan mengembalikan mu kedalam sana ! " Pria itu tidak main main , Anna merinding ngeri membayangkan kembali kedalam sana .
Anna berbalik berusaha menaiki pick up besar itu , ia menjerit ketika Maxim meraih pinggangnya dan mendudukkan dirinya di atas truck , memasang sabuk pengaman untuknya . Anna merinding merasakan betapa posesif nya pria itu , padahal ia bukanlah siapa-siapa .
Maxim berbalik begitu menutup pintu mobilnya , dan Rocco sudah berdiri di depannya dengan angkuh .
" Aku harap ' sialan ' itu penting Maxim ! Kau telah mengacaukan klub ku malam ini !"
Maxim tidak gentar ia balik menatap temannya itu , " jangan sebut dia sialan , atau aku akan menghancurkan mulut sialan mu itu !"
Rocco melotot , tapi kemudian suasana menjadi ketika tawanya pecah . " Siapa dia kekasih barumu huh?" Rocco menunjuk Anna dengan hidungnya .
Maxim melirik Anna sedikit , gadis itu meringkuk di dalam kursi penumpang . Hati Maxim berkedut membayangkan Anna menjadi kekasihnya , ia baru saja berpisah dari Julia kemarin .
" Bukan urusanmu , tapi thanks , aku tidak akan melupakan kebaikan mu hari ini .."
Mata Rocco memicing menatapnya , " sebaiknya kau mengingatnya karena aku pasti akan meminta gantinya ..."