Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 13




" Lihat , arah jam 11 !" Rocco menyikut lengannya , Maxim terpaksa mengikuti petunjuk Rocco . Mengalih sejenak pandangan matanya dari daging dan sosis yang sedang ia panggang .


Maxim mengabaikan ketika Rocco berbisik dan tertawa nakal di telinganya . Tidak ada yang bisa mengalihkan pandangannya dari wanita ini , kacamata besar itu entah hilang kemana , Anna terlihat sungguh sialan seksi dan mempesona . Dan Maxim rela membunuh demi perut ratanya yang mengintip .


" Jauhkan pandangan mu dari perutnya .." Maxim menatap Rocco tajam , ia tahu kemana arah otak temannya itu . Rocco Donovan , pemilik klubĀ  terbesar di kota , dan Rocco adalah seorang player . Ia yakin seluruh pekerja di di klubnya , pernah tidur dengannya .


Rocco tidak gentar , matanya mengembara menatap kaki jenjang Anna yang tampak indah dengan sepatu boot nya . " Oh , hanya perutnya , aku bisa melihat yang lainnya kan ...?"


Maxim mendesis , ingin sekali ia memanggang mulut kotor Rocco . " Jauhkan matamu darinya ..!" Jika saja pandangan Maxim mematikan , mungkin Rocco sudah mati saat itu juga .


Rocco memutar matanya , tampak mengalah ia mengangkat tangannya . " Ok kau menang , sudah cukup kau menandai wilayah mu .." Rocco tersenyum untuk menggoda Maxim , tapi Maxim tidak peduli . Bukan ia tidak tahu Rocco hanya bercanda , tapi dengan kehadiran Anna cukup membuat dunianya jungkir balik .


Ia baru saja putus dengan Julia , dan sangat jelas ia akui , dirinya bukan pria baik bagi Anna . Ditambah lagi masa lalu mereka sangat buruk , ia tahu bagaimana Anna membencinya . Tapi ia juga tidak bisa mengelak , pertemuan mereka malam itu , Maxim sangat tertarik pada Anna . Wanita itu sialan sudah bertransformasi menjadi bidadari berjalan . Dan kini ia harus berperang dengan dirinya sendiri , antara mengabaikan wanita itu atau mendekatinya . Jika ia mengabaikannya , Maxim tidak bisa membayangkan Anna bersama dengan pria lain .


" Apa itu , apa aku melewatkan sesuatu ..?" Begitu melihat Anna , Brady langsung melambai pada wanita itu , dan tidak sengaja mendengar percakapan menarik antara Rocco dan adiknya .


Maxim tidak menjawab , ia fokus pada panggangan di depannya . " Aku tahu kalian sedang membicarakan Anna .." Brady semakin mencondongkan tubuhnya , Maxim tampak tegang di sebelahnya .


" Oh kau mengenalnya ...?" Rocco menunjuk Anna dengan spatula di tangannya , ia tahu Maxim melirik sinis padanya . Tapi Rocco tidak peduli , ia senang menggoda temannya itu .


" Kami mengenalnya sepanjang hidup kami , dia tetangga , tapi sudah seperti kerabat ..." Ucap Brady santai .


" Oh aku pikir dia kekasih Maxim ...!" Tuding Rocco , muka Maxim berubah semerah darah . Dengan kesal ia membanting jepitan ditangannya , menyambar kaleng birnya dan menghabiskan nya dalam sekali tenggak .


" Bisa kita mengubah topik ini ...?" Ia tidak yakin Brady akan senang mendengar ini .


" Gadis itu muncul di klub ku , sedang dalam pangkuan seorang pria , dan adikmu tiba tiba datang seperti pangeran berkuda putih yang kebakaran jenggot ..." Rocco tertawa seolah itu sangat lucu , sedang Brady tampak terkejut .


" Apa yang terjadi , Maxim , kenapa kau tidak pernah menceritakan ini padaku ..?" Maxim menghirup udara dalam dalam , bombardir Brady seperti sedang mencekik lehernya , ia bersumpah akan menyumpal mulut bocor Rocco .


" Tidak ada yang terjadi Brad , percaya lah , aku menyelamatkannya ..." Brady masih melotot disebelahnya , tampak tidak puas dengan jawabannya . Dan Maxim kesal pada sifat keras kepala Brady , pria itu tidak akan pernah berhenti sampai ia tahu kebenarannya .


" Ok , gadis itu kacau , ibunya membawa kabur uang ayahnya , dan kebetulan temannya menjebaknya menjadi ******* , dan harusnya kau marahi pria ini kenapa ia mendirikan klub dengan ******* didalamnya....!"


Mata maxim menatap lurus pada kakaknya , tapi satu tangannya ia arahkan pada Rocco yang sedang asyik mengunyah sosis panggang . " Hei , kenapa itu jadi salah ku ? Kurasa kalian tidak lupa pernah meniduri salah satu ******* ku ..." Kedua bersaudara itu terdiam , yah Rocco benar .


" Ayah sudah beberapa kali menawarkan bantuan , tapi gadis itu menolak , aku kira semua berjalan lancar..." Brady menatap haru pada Anna , gadis itu tampak sedang berbincang dengan Luke dan Jocey .


" Kau tahu sendiri , gadis itu keras kepala , dia lebih baik mati daripada menerima bantuan kita .. "


" Ayah tidak akan senang mendengar berita ini..." Brady beralih menatap ayahnya , pria tua itu nampak sedang menyiapkan minuman bersama Angela .


" Maka jangan beritahu ayah , ..." Brady nampak tidak setuju " jangan khawatir, aku sudah menyuruh Angela melunasi uang kuliahnya ..." Brady mengangguk , pria itu nampak senang .


" Sebenarnya siapa gadis itu ..?" Rocco bertanya lagi dengan heran , kedua kakak beradik itu menoleh , mendapati wajah penasaran Rocco .


" Sudah kami bilang dia seperti kerabat ..." Ucap Brady .


" Dan jauhkan matamu darinya ..." Sembur Maxim .