
Anna tidak bisa lagi menahan air matanya begitu bis yang membawanya , berhenti . Anna langsung menerjang turun , berlari menuju rumahnya . Ia hampir saja percaya bahwa Maxim telah berubah , pria itu tampak manis dan posesif terhadap dirinya .
Anna menggeleng menyadari kenyataan , apa yang dipikirkan nya , Maxim bukanlah siapa-siapa . Mereka kebetulan bertetangga dan pria itu sudah mengenalnya sejak kecil . Mungkin saja Anna yang bodoh , salah mengartikan kebaikan Maxim . Tapi kenapa pria itu berbaring bersamanya di ranjang yang sama .
Memikirkan ada wanita lain yang terluka membuat Anna semakin mual . Perutnya bergejolak tapi tidak mengeluarkan apa apa . Hanya rintihannya yang terdengar , bodoh kau Anna , rutuknya pada diri sendiri .
" Annie , kau tidak apa-apa sayang ..?"
Anna menoleh beruntung tadi ia sudah menghapus semua air matanya , tapi ia yakin penampilannya pasti sangat berantakan .
Johannes Lockwood , pria tua itu berdiri di depan rumah besarnya , tepat di sebelah rumah Anna .
" Jo , tidak apa-apa , aku hanya sedikit ....lelah " Anna tersenyum , pria tua itu tampak lega .
" Annie kau tahu aku sudah menganggap mu seperti putriku sendiri , katakanlah kalau merasa sedih , kau bisa berbagi denganku .."
Anna tersenyum haru , pria tua itu terus saja memanggilnya seperti panggilan sayang ayahnya kepadanya .
" Tidak Jo , benar , aku hanya sedang letih..., semua tugas kuliah ini seperti mencekik ku , sepertinya aku butuh hiburan ..." bohong Anna . Ia sedih harus berbohong pada pria baik itu , tidak mungkin ia mengatakan jika ia sedang sangat kesal pada putranya .
Jo tertawa renyah , " gadis malang .., datang lah kerumah malam ini , kebetulan anak anak ku mengadakan pesta barbeque untuk ku .. "
Anna memegang bagian belakang kepalanya , tidak mungkin ia menolak permintaan pria seperti Jo . " Um...pesta apa itu Jo ?"
" Hanya pesta kecil sayang , aku sudah bilang pada Brady bahwa ide ulang tahun ini sangat buruk untuk orang setua aku..." Jo mengibaskan tangannya acuh .
Anna tampak terkejut , " ya ampun , Jo maafkan aku , aku tidak tahu jika kau berulang tahun , aku bahkan belum menyiapkan kado untuk mu .." Anna memeluk Jo seperti pelukan putri kepada ayahnya .
" Tidak sayang , datang saja , jangan pikirkan kado , aku akan tampak seperti bocah berumur lima tahun jika kau membawakan kado untukku "
Anna terkikik bersama Jo ,ia mulai lupa pada permasalahan hatinya tadi . " Ok , aku harus masuk dan bersiap siap .." Anna menunjuk kearah rumahnya , Jo mengangguk dan tersenyum .
" Sampai jumpa nanti malam Annie.." Jo melambai dan berbalik kearah rumahnya . Anna memutar kunci pada pegangan tangannya , sementara otaknya terus berpikir . Tidak mungkin ia datang malam ini dengan tangan kosong .
_____
Anna sudah bersiap pergi malam ini , kemeja longgar menggantung di tubuhnya , ujungnya diikat diatas perutnya yang rata . Anna menahan nafasnya saat melihat pantulan dirinya di cermin sedikit seksi mungkin , rok hitam berlipit menjuntai dan jatuh diatas lututnya . Katakanlah ia bosan dengan fesyen nya yang sudah sudah .
Semilir angin langsung menyerbu wajahnya begitu ia keluar , sepatu boot coklatnya melangkah mantap menuju rumah keluarga Lockwood . Beberapa mobil sudah berjejer disana , ada Buggati milik Brady , lalu SUV perak Audy yang sangat mewah ia yakini punya keluarga Stryder . Lalu sebuah mini Cooper , Jeep Wrangler hitam entah milik siapa , dan yang paling membuat Anna menahan nafas adalah pick up hitam milik Maxim . Tentu saja , tidak mungkin pria itu tidak menghadiri acara ulang tahun ayahnya .
Anna menahan langkahnya , apakah ia harus kembali lagi dan menjadi pengecut ? Jawabannya adalah tidak . Maxim tidak akan membuatnya ketakutan , pria itu bukan siapa siapa .
Johannes membuka pintu untuknya , pria itu tersenyum lebar lalu melirik Pai didepan dadanya . " Aku membuat Pai untukmu , Jo "
Pria itu tampak terkejut ," seharusnya kau ingat tentang tidak membawa apa-apa sayang , kau datang saja aku sudah senang ..."
" Aku memaksa..." Kata Anna keras kepala .
Pai itu Anna sodorkan pada Jo , terpikat oleh aroma Pai itu Jo mengendusnya , ada kegembiraan ketika melihat Jo tampak senang . " Wanginya sangat nikmat , "
Anna tersenyum bangga , " aku harap kau menyukainya .."
" Tentu Annie sayang , masuklah , Joce sudah menunggumu sejak tadi .."
Jo menuntunnya masuk , melewati ruang tamu dengan perapian dari batu granit , rumah keluarga Lockwood adalah rumah gaya Amerika klasik , rasanya begitu nyaman dan sejuk begitu ia memasuki ruang tamu dengan perpaduan warna krem dan putih . Meninggalkan ruang tamu , Anna memasuki koridor dengan berbagai foto foto lama . Salah satunya adalah foto Maxim ketika pria itu masih remaja , tampangnya sangat mengesalkan , arogan susah diatur dan tampan , sialan .
Anna berpaling , merutuk dalam hatinya sendiri , kenapa ia begitu terpengaruh dengan sosok itu . Ia harus mengusir semua bayangan Maxim karena pria itu berbahaya dan ada yang punya . Anna menemukan pintu samping yang terbuka lebar semuanya terbuat dari kaca sehingga ruang keluarga dan dapur lebar terlihat begitu jelas dari pekarangan samping rumah .
Begitu pun saat ia dan Jo muncul di pintu kaca besar itu , semua mata tertuju kearah mereka . Jo langsung mengarah pada meja besar di tengah halaman , meletakkan pai nya disana , seorang wanita yang tidak ia kenal tersenyum pada Jo kemudian meliriknya . Anna berhenti sejenak , mengatur nafas dan detak jantungnya . Halaman itu besar seperti rumahnya , permadani rumput terhampar di seluruh halaman , beberapa pohon palem berdiri tegak dipinggir halaman . Disana disebelah kolam renang besar tiga pri berdiri menghadap panggangan besar .
Anna tidak mengenal salah satunya , pria tampan berwajah latin , memakai kemeja kotak biru dan celana jeans , pria itu meliriknya lalu menyenggol sikut Maxim . Maxim mengabaikan pria latin itu , matanya fokus menatap Anna , lalu perut ramping yang mengintip di bawah kemejanya . Maxim terlihat tidak senang , beberapa kali terlihat menggelengkan kepalanya , entah apa Anna tidak tahu . Anna berpaling menyingkirkan bayangan Maxim dari iris matanya , Brady melambai padanya . Anna selalu suka melihat betapa tampannya Brady , dua Lockwood bersaudara itu sama sama tampan tapi dalam artian yang berbeda . Maxim tampan dengan kesan yang arogan , sedang Brady adalah pria Flamboyan tampan dengan senyum miringnya .
Anna menggeleng memusnahkan semua pengaruh Lockwood dari pikirannya .
" Anna !" Anna tersenyum saat menemukan Jocey duduk di deretan sofa ditengah halaman .
Wanita hamil itu melambai padanya , duduk disampingnya seorang pria tampan lainnya yang Anna yakini adalah Lucas Stryder , suami Jocella .
Brady Lockwood