
Perjalanan mereka menuju Philadephia terasa sangat panjang bagi Anna . Berulang kali dia terlihat tegang , Kevin terus tertidur sepanjang penerbangan . Bocah itu hanya akan bangun ketika sedang kelaparan . Maxim memboyong mereka bertiga dari Newark Liberty Internasional Airport , menggunakan jet pribadi milik Maxim's Founder . Pesawat mendarat di Philadelphia ketika hari sudah sore , udara khas Pennsylvania menyapa wajah Anna ketika dia keluar dari pesawat .
Anna akui dia sangat merindukan ini , kampung halamannya . Dia tumbuh dewasa disini , banyak kenangan tentang dirinya dan ayahnya . Dan disinilah Anna menemukan cintanya . Dia benar benar ingin melupakan semua yang terburuk di sini .
Maxim meremas tangannya saat mobil yang dikendarai Miguel berbelok menuju semakin dekat ke rumah . Jalan aspal yang panjang , dengan derai rintik hujan , padang hijau yang subur disisi kanan dan kiri . Ketika akhirnya mobil mereka berbelok di sebuah hunian yang sangat Anna kenal . Rumah keluarga Lockwood tidak banyak berubah , tetap berdiri megah memanjang dan dikelilingi lanskap hijau di kanan kiri . Anna menoleh kesamping untuk melihat rumah masa lalunya , catnya telah berubah dan banyak semak mawar di sisi kanan kiri . Tanpa terasa Anna terharu dan menangis dalam diam . Dia tidak percaya akan kembali lagi kesini , dia yakin Johannes telah menyuruh seseorang untuk merawat rumah peninggalan ayahnya .
" ayah telah melakukan perombakan kecil pada rumahmu .., dia selalu yakin bahwa kamu akan pulang ..." Maxim berbisik di telinganya dan mencium sisi kepalanya . Jika saja rumah itu tidak berada di tempatnya, mungkin Anna mengira itu bukanlah miliknya . Karena rumahnya telah berubah menjadi villa klasik yang indah .
" i'm speechless ..." Anna menepuk tenggorokannya , nafasnya telah berlomba dengan Isak tangis kecil . Maxim menarik dirinya dalam pelukan . Untuk beberapa saat dia tidak ingin itu berubah , tapi sebuah derap langkah panjang menghampiri mereka .
" Annie ..." Anna menoleh dan Johannes lockwood telah berdiri di hadapan mereka . Pria paruh baya itu telah sedikit menua , badannya terlihat lebih ramping terakhir kali dia melihatnya .
"Jo ..." Anna menghambur ke pelukan pria yang telah dia anggap seperti ayahnya . Isak tangisnya mengencang saat Jo juga memeluknya layaknya seorang anak perempuan .
"i'm sorry" Anna mengangkat wajahnya dan mengusap air matanya .
" maafkan saya , saya tersesat dan tidak tahu harus kemana ..." Jo mengangguk dan menepuk pundaknya .
Maxim tersenyum melihat pemandangan yang selama ini selalu dia impikan , Anna pulang kerumahnya dan mereka menjadi sebuah keluarga . Kevin menatap wajah Maxim , dia pun ikut tersenyum ketika Jo lockwood menatap wajah lucunya . Air mata Jo menjadi semakin berurai ketika melihat ketampanan bocah kecil itu . Dan dia sangat yakin , bahkan tanpa tes DNA pun dia bisa tahu . Kevin adalah cucunya , rambut merahnya mengingatkan dia saat Maxim masih kecil . Sewaktu Maxim masih balita , dia pun mempunyai rambut merah seperti mantan istrinya .
Max mengangguk saat ayahnya menangkap pandangan matanya dan Jo langsung menggendong Kevin , membawa pria kecil kedalam rumahnya . Kevin menatap heran wajah tua Jo , meskipun dia tampak asing tapi bocah itu sedikit nyaman dalam pelukan Jo . Maxim menuntun Anna menuju rumah lama mereka .
Saat pertama kali melewati pintu masuk , semua mata langsung tertuju pada mereka . Rumah itu tidak sesepi yang mereka bayangkan . Ruang tamu ayahnya telah berubah menjadi pesta kecil yang dikelilingi banyak orang . Jo menoleh menatap putranya seolah dia tahu serentetan pertanyaan di kepala Maxim .
"Semua orang sangat ingin bertemu Anna dan Kevin" ujar Jo senang .
Anna adalah yang paling takjub , semua orang yang dia rindukan ada di ruangan itu .