Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 18




Brady bersandar di dinding ketika ia memasuki dapur , ia bersiul ringan . Membuat Anna yang sedang bekerja di dapur menoleh kaget . Ini adalah pagi pertamanya dirumah Lockwood . Meskipun sejak kecil ia sudah mengenal keluarga ini , tapi rasanya masih begitu canggung .


" Aku tidak menyangka akan mempunyai adik perempuan lagi setelah Jocey pergi " Brady berkedip padanya , ia selalu suka Brady . Pria itu sudah seperti seorang kakak laki-laki baginya .


" Hai , pagi . Um aku membuat kopi dan sarapan ." Anna tersenyum pada Brady , meletakkan beberapa panekuk ditempatnya . Aroma harum panekuk menguar ke seluruh ruangan , membuat Brady tergoda untuk mendekat .


" Pagi Anna , apa tidurmu nyenyak ?"


" Yah terima kasih " Anna benar benar bersyukur , rumah Lockwood tidak seperti rumahnya . Sangat hangat dan nyaman , Anna suka berada dirumah ini .


" Aku mendengar keributan semalam , " Brady berdiri di sebelahnya , mengambil kopi dari mesin pembuat kopi .


" Yah , hanya sebuah kesalahpahaman ." Anna mengangkat bahu acuh .


" pasti bukan cuma kesalahpahaman biasa , aku rasa adik kecilku sudah mulai tergila gila padamu Anna ."


Muka Anna bersemu merah , menerima setiap tatapan menggoda dari Brady . Pria itu tersenyum miring seperti khasnya dirinya , tapi seperti itulah Brady .


" Yah kita tahu seperti apa Maxim , dia selalu bermain main , setelah dia bosan . Dia pasti akan pergi ."  Anna menangkap perubahan muka Brady , pria itu berhenti mengunyah makanannya .


" Maaf aku tidak bermaksud seperti itu " Anna membuang mukanya , menghindari tatapan Brady . Membicarakan keburukan Maxim didepan Brady ternyata salah besar . Biar bagaimanapun mereka adalah saudara , seburuk apapun saudara mereka .


" Its ok Annie , jika dia berbuat macam-macam , aku orang pertama yang akan menendang pantatnya " mereka tertawa bersama , dan Jo muncul dari pintu samping , membuat tawa mereka seketika terhenti . Tangan dan baju Jo sedikit kotor karena tanah , Anna tahu bahwa Jo lebih menyibukkan diri pada tanaman setelah perusahaan diambil alih oleh anak tertuanya .


" Pagi kalian semua , aku akan membersihkan diri sebelum bergabung dengan kalian "


Anna dan Brad saling pandang , lalu mengangguk mengerti . Beberapa menit kemudian Jo muncul dengan kaus berbeda dan tangan yang sudah bersih .


" Jadi , apa rencana mu hari ini Anna ?" Jo melirik Anna . " Dan ngomong ngomong terima kasih untuk sarapannya "


" Aku tidak ada jadwal kuliah hari ini , tapi aku sudah berencana untuk bertemu Jocey hari ini "


" Itu bagus , Brad bisa mengantarmu , sebelum dia bekerja " Jo melirik anaknya dan Anna bergantian . Brad nampak santai menanggapinya , rumah baru Jocey cukup jauh dari sini . Tapi itu tidak masalah buat Brad , hari ini jadwalnya cukup longgar , tidak masalah jika ia harus sedikit terlambat .


" Um tidak aku tidak mau merepotkan Brady ."


" Apa itu kata 'merepotkan' ? Aku tidak pernah mendengarnya . Ayolah Anna , kau seperti tidak mengenalku " Anna memelas pada Brady dengan tatapan sayunya  , berharap pria itu membiarkannya pergi sendirian .


" Ya , aku juga tidak setuju jika kau pergi sendirian " Jo menambahkan . Ok sekarang Anna kalah jumlah , dua lawan satu tentu saja tidak sebanding .


" Ok , sepertinya kalian tidak memberiku pilihan " kata Anna pasrah , ia melihat kemenangan besar pada kedua wajah pria didepannya .


" Atau kau mau membawa SUV ku ?" Jo melirik Anna lalu kearah garasi , seolah SUV itu berada di belakang mereka . Tentu saja Anna akan menolak ini mentah mentah , ia hanya beberapa kali sempat belajar mobil sebelum akhirnya mobil itu dibawa lari ibunya . Miris sekali .


" Aku belum mendapat lisensi ," Anna berkata dengan sangat menyesal .


" Yah kurasa pilihan mu hanya aku sayang .." Brad menggodanya lagi .


Brad menurunkannya disebuah rumah besar dua lantai setelah mereka melewati pagar otomatis . Rumah itu bergaya modern dengan paduan kayu dan kaca kaca lebar , sebuah dek luas dilantai dua yang langsung terhampar di depan pemandangan sungai Daleware River yang indah .


Sepertinya Jocey memang sudah menantinya sejak tadi , karena begitu ia menginjak lantai teras pintu depan langsung terbuka . Wajah ceria Jocey langsung tersenyum besar padanya .


" Hai gadis yang sedang jatuh cinta ..?"sapa Jocey , wanita itu tampak cantik dalam balutan dress berwarna biru , perut buncitnya menyembul malu malu .


" Hei , aku tidak sedang jatuh cinta " Anna merenggut tidak setuju , tapi Jocey tidak peduli . Jocey membawa sahabatnya itu masuk kedalam duduk di atas sofa empuk .


" Ayo ceritakan padaku " Jocey mengibaskan rambutnya yang belum selesai ia keringkan . 


" Yah kau sepertinya menikmati sekali peranmu sebagai sahabat .." Anna tersenyum menggoda , dan Jocey ikut tertawa bersamanya .


" Ketahuilah aku sangat jago dalam hal ini , ayo ceritakan apa masalahmu . Aku yakin kau datang kesini karena sedang galau kan...?"


Anna tersenyum kecil , sebelum akhirnya terdiam melihat buku buku jarinya .


" Bisakah kau bilang pada Max untuk menjauhiku ..?" Jocey yang tadinya tersenyum langsung menutup rapat mulutnya , lidahnya terasa kelu .


" Apa dia menyakitimu lagi ?" Jocey menyentuh telapak tangan sahabatnya dulu , ia ingat dulu ketika Anna datang kepadanya sambil menangis . Ia tidak tahan dengan tingkah laku Max yang selalu menyakiti dan mempermainkannya , dan Anna meminta bantuannya juga saat itu .


" Tidak , um maksudku mungkin belum . Aku tidak tahu peran apa yang sedang ia mainkan , ia terus saja menguntitku , dia bahkan menciumku dirumah ayahnya .."


Jocey hampir saja terlontar dari tempatnya duduk , jika saja ia tidak sedang mengandung saat ini . " Dia menciummu ?!! Oh my God!!!!"


" Jocey ! Pelankan suaramu ..." Mata Anna melotot , lalu sibuk mengawasi suasana rumah sahabatnya .


" Tenang tidak ada siapapun disini , kecuali kita dan Mike..." Ucap Jocey santai .


" Siapa Mike ??!" Mata Anna mengawasi setiap ruangan , tapi ia tidak mendapati siapa pun disana selain mereka.


" Anna , tenanglah . Mike mungkin ada di ruangannya , dia penjagaku ."


" Oh keren sekali Joce , punya pengawal pribadi .." Anna menyenggol lengan sahabatnya pelan , Jocey mengangkat bahu acuh .


" Kadang itu sedikit menjengkelkan , dia mengawasiku seperti seorang tahanan ." Jocey sedikit berbisik ketika mengucapkannya , ia tahu Mike sedang mengawasinya melalui layar komputernya . " Tapi jika kau mau , kau bisa pacaran dengan Maxim , dia pasti akan dengan senang hati memberimu satu pengawal ..."


Anna memberi tatapan membunuh pada Jocey , dan sahabatnya itu hanya cekikikan . " Aku kesini karena sepupumu itu terus menggangguku , kau malah membuat ide gila ?! Oh my God ! Aku bisa gila .."


" Memangnya apa yang dilakukannya ?"


" Dia menguntitku ! Dia bahkan membuat kekacauan dirumahku ditengah malam , hanya karena aku tidak menelponnya ketika pulang kerja " Anna menghirup nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ceritanya . " Dan kau tahu , penampilannya seperti orang gila , tidak pakai sepatu , kemejanya bahkan dibiarkan terbuka , dan kau tahu celana olahraganya , oh my God bahkan underwear nya terlihat dimana dimana ..? "


" Oh my God , dia pasti sangat seksi kan Anna " Jocey menaikkan alisnya , dan Anna mendelik karenanya .


" Tidak sama sekali , malah menjijikkan .." Anna membayangkan penampilan Maxim tadi malam , dan itu bahkan tidak menjijikkan Anna berbohong pada Jocey .