
Sekitar satu tahun lalu adalah perjuangan yang berat bagi Anna , setelah dia melahirkan Kevin Anna harus berjuang mencari pekerjaan . Dan saat dia diterima di restoran Danny , Anna tidak pernah merasakan kegembiraan yang dalam seperti yang dia rasakan saat itu . Meskipun Danny yang selalu menguntitnya di tempat kerja hingga pria itu menyatakan perasaannya , Anna tetap bertahan. Semua dia lakukan demi Kevin , mencari pekerjaan sangat susah di kota besar . Anna tidak mau bertindak konyol hanya karena bos yang sangat menggangu .
Dan ketika Maxim memutuskan pekerjaannya secara sepihak Anna merasa pegangannya telah goyah . Meski Anna akui semua yang Max ucapkan benar . Dia tidak bisa terus terusan menitipkan Kevin pada Katie , Katie pasti punya pekerjaan sendiri yang harus diurus .
Anna menghirup nafas panjang , dia harus memikirkan langkah selanjutnya bersama Maxim . Tidak mungkin dia hanya duduk diam di rumah sementara Maxim bekerja , dia juga ingin mempunyai kegiatan yang menghasilkan uang . Dia harus mencari akal bagaimana bekerja sambil mengurus Kevin .
Perhatian Anna teralih saat Kevin mengetuk mainannya di pegangan troli , bocah itu tertawa lucu saat Anna memperhatikannya. Anna mengusap kepalanya lembut , bocah itu kembali bermain dengan tenang diatas troli . Anna kembali fokus pada deretan produk makanan di rak .
" Anna ...?" Sebuah suara membuat Anna kembali menaruh kembali barang yang sempat dia pegang .
Dia seperti bermimpi , baru saja dia memikirkan bekerja dengan Danny . Dan sekarang pria itu ada dihadapannya berlari kecil untuk mencapai tempat dia berdiri . Kevin memperhatikan Danny kemudian kembali menatap ibunya .
" Hai Dann ..." balas Anna .
" Anna kenapa kamu mengundurkan diri , apakah saya membuat kesalahan ?" tanpa basa-basi , pertanyaan Danny membuat Anna sedikit tergagap .
" Danny bukan seperti itu ? " ucap Anna . Danny menatap pada Kevin yang sedang asyik mengunyah tangannya . Anna pernah menceritakan pada Danny jika dia punya anak , tapi tatapan Danny pada Kevin seperti tatapan tidak suka .
" Dan siapa laki laki itu , kenapa bukan kamu sendiri yang bicara ? Aku sangat kecewa padamu Anna ..!" Muka Danny mulai terlihat sengit . Anna tidak tahu harus berkata apa , semua itu adalah ide dan perbuatan Maxim .
" Anda tidak bisa seenaknya memarahi tunangan saya , dia bukan lagi karyawan anda ! " Anna kaget saat Maxim sudah ada disampingnya , pria itu telah kembali dari toilet . Maxim memeluk pinggangnya posesif , mencium pipinya di depan Danny .
Danny menampilkan wajah paling mengerikan yang pernah Anna lihat , pria itu seperti ingin meludah tepat di depan wajahnya . " Tunangan ?! saya tahu Anna kemarin masih single , lalu sekarang secara ajaib dia bertunangan?" Danny tertawa mengejek , pria itu melanjutkan lagi .
'' Jika ini caramu untuk menyingkirkan aku....." mata Danny melotot tajam , pandangannya bolak balik antara Anna dan Maxim .
Anna merasakan bahwa tubuh Maxim telah mengeras , pria itu telah tersulut emosi yang dilemparkan Danny . Dan mantan bosnya itu benar benar keterlaluan , dia bersyukur sudah tidak lagi bekerja dengannya .
" Berani beraninya anda berbicara seperti itu padanya , anda bukan lagi bosnya dan anda tidak berhak mencampuri urusan pribadinya ..."
darah Maxim telah mendidih dan dia sudah siap untuk menerjang Danny . Tapi Anna memegang erat tangannya , sambil menggeleng lemah .
" Maxim benar , kehidupanku bukan urusan anda Danny ... saya sangat kecewa , saya pikir anda adalah orang yang baik .." Anna mendorong trolinya , dan menarik Maxim bersamaan . Maxim terus saja menoleh pada Danny , ingin rasanya dia mematahkan hidungnya yang sombong .
" Kenapa kamu menghalangiku tadi ..." Maxim memburunya setelah menaruh belanjaan mereka di bagasi , sementara Anna menaruh Kevin di kursinya . Anna tidak menjawab dan langsung masuk kedalam mobil , sama seperti Maxim dia juga marah . Dia telah memendam kemarahan terhadap Danny selama setahun ini , dia membiarkan pria itu terus mendorongnya .
Anna menoleh dan air matanya hampir saja jatuh , " kamu tidak tahu bagaimana menjadi aku Max , saya harus bertahan hidup , saya harus terus bekerja , saya tidak bisa terus bergantung pada Katie ..." akhirnya pertahanan Anna jebol , dia mengusap air matanya tanpa malu .
Maxim menghirup nafas panjang , " sayang seharusnya kamu datang padaku saat itu , bukannya bertahan kerja dengan dia ..." Maxim menyentuh punggung Anna , dia ingin memeluknya tapi Anna seperti menjaga jarak darinya .
" kembali padamu , setelah apa yang kamu ucapkan di media dengan Julia ...?" Anna ingat kejadian itu dia sangat membencinya .
" Saya telah hancur karena Jamie , dan saya hancur lagi karena anda ..." Anna menutup wajahnya , air matanya telah berubah menjadi air bah .
Maxim menyandarkan kepalanya , dia hancur saat itu dan Julia datang disaat yang tidak tepat . Dia sedang mabuk berat saat itu dan Julia telah memprovokasinya .
" Dengar sayang , bukan hanya kamu yang hancur saat itu . Saya telah menerima puluhan foto panasmu dengan Jamie di ranjang , lalu SMS yang kau kirimkan bahwa kamu muak dengan ku , hingga cincin tunangan yang kau kirimkan lagi padaku ..." Anna mengangkat wajahnya . Perkataan Maxim seperti menampar wajahnya .
" Aku tidak pernah melakukan itu , ..." aku Anna jujur .
" yah dan kita tahu siapa yang melakukannya ..." Maxim meraih kepala Anna dan menaruh keningnya di kening Anna .
" Dengar , kita sangat kacau , tapi kita akan memperbaiki itu . Tidak pernah sehari pun aku menyesali perbuatan ku , aku kacau Anna maafkan aku ..." Anna mengangguk , kehadiran Danny telah mengusik luka lama mereka . Dan hal tak terduga yang tidak pernah Anna tahu , tidak heran jika Maxim menggila . Jamie sudah bertindak diluar batas , berbicara dengan Maxim atas nama dirinya .
Anna menggeleng , dia merasa kebencian terhadap Jamie kembali tumbuh dalam hatinya . berbulan bulan dia berusaha melupakan perbuatan pria itu , dan sekarang kembali menjadi luka segar .
" Apa yang ada dipikiran mu ?" Maxim menyentuh pipinya , Anna bersandar padanya . Dia hanya membutuhkan ini , sentuhan Maxim seperti energi baginya .
" nothing .." Anna menggeleng dia berusaha menutupi kebohongannya .
" tidak ada lagi rahasia, ingat ...?" yah Maxim benar .
" Aku sangat menyesal Jamie telah menghancurkan kita ..., " Anna menggigit bibirnya , dan itu hanya membuat dia semakin seksi Dimata Maxim .
" Tapi aku sama sekali tidak pernah menyesalinya .." Anna menoleh , yang dia maksud adalah putra kecilnya .
Maxim mengangguk setuju , " dia adalah anugerah kita .."