Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 39



" Miguel ..."


" Ya , nona Anna ? " Pandangan Anna , masih tetap fokus menatap jalanan .


" Bisakah kita mengubah rute ? " Pinta Anna tanpa menoleh sedikitpun .


" Tentu nona , " Anna akhirnya menyerah saat Miguel terus menyebutnya nona .


Sebelum mencapai tujuannya , Anna meminta Miguel untuk berhenti di minimarket terdekat . Sudah lama ia meninggalkan rumahnya , dan seingat Anna , bahan makanannya sudah habis saat terakhir kali ia tinggalkan .


Anna memicingkan matanya saat Miguel juga turun dan membuntutinya hingga sampai ke dalam minimarket .


" Miguel , apa yang kamu lakukan . Bukankah seharusnya kau menungguku di dalam mobil ? "


Pria berwajah keras itu hanya tersenyum sekilas . " Mulai sekarang saya harus mengikuti kemanapun anda pergi .."


" Apa ?! Aturan dari mana itu ? " Anna benar benar tidak habis pikir .


" Mr. Lockwood yang memerintahkan saya .."


Anna berdecak kesal . " Tidak bisakah sekali saja kau tidak mendengarnya , Maxim tidak ada disini saat ini . Dan jujur aku sangat tidak nyaman di ikuti seperti induk ayam .."


Miguel masih bergeming . " Keselamatan anda adalah yang nomor satu , nona "


" Whatever  , jangan sampai aku menginjak kakimu ! " Miguel tidak peduli jika Anna marah padanya , karena menjaganya adalah tugasnya sekarang . Atau ia bisa kehilangan pekerjaannya .


Anna berlalu dengan kesal . Saat ia masuk kedalam minimarket , hanya ada beberapa pengunjung disana . Tapi Anna mengenali beberapa gadis dari sekitar tempat tinggalnya . Para gadis langsung terkejut begitu melihatnya , tak ayal mereka pun langsung berbisik dan tertawa sambil melihatnya .


Anna pura pura tidak mendengarnya , fokusnya hanya pada barang yang akan ia beli .


" Aku tidak mengerti , apa yang Max lihat darinya , anjingku bahkan lebih cantik darinya ..." Para gadis langsung tertawa mendengar celetukan panas salah satu diantara mereka .


Kuping Anna memanas mendengarnya , apa salahnya . Dia bahkan tidak pernah menyakiti seseorang , tapi kenapa orang begitu suka menyakiti dirinya . Tidakkah mereka mengerti jika hal itu sangat menyakiti hatinya . Anna hanya mengurut dadanya yang terasa nyeri .


Tapi hal mengejutkan , Miguel maju mendekati para gadis . Pria itu masih terlihat sangar seperti biasa , dan para gadis sempat bergetar saat Miguel mendekat . Mungkin mereka mengira Miguel adalah penjahat yang akan merampok mereka .


" Anda ada masalah dengan Miss Hunt ? " Tanya Miguel tegas . Pria itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada , otot otot tangan Miguel tampak menegang dibalik kemeja dan jas yang ia kenakan .


" A_apa ? Tuan , siapa kau ? Apa hubungan mu dengan Anna ? " Salah satu gadis memberanikan diri berbicara dengan Miguel , sedangkan yang lain saling bersembunyi di belakangnya .


" Annabelle Hunt adalah nona saya . Saya tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya secara fisik maupun mental , bahkan termasuk kalian sekalipun ." Para gadis tampak gelagapan , tidak tahu apa yang harus mereka katakan . Tatapan mata tajam Miguel telah membungkam mulut mereka .


" Miguel , " Anna mendekat dan berdiri diantara Miguel dan para gadis .


" Kenapa kau membelaku seperti anak TK , kau pikir aku tidak bisa menjaga diriku sendiri ? " Setelahnya Anna pergi meninggalkan mereka dan dengan sengaja menginjak salah satu kaki gadis gadis dengan sepatu boot nya . Anna tersenyum puas saat gadis itu tampak meringis kesakitan .


" Sialan , dia pasti sengaja " gadis yang terinjak oleh Anna tampak mengurut kakinya . Kebetulan saat itu dia hanya mengenakan sandal saat Anna melewatinya .


" Sudahlah , ini juga salahmu . Kau duluan yang menyinggungnya , lagipula kau tidak ngeri melihat tukang pukulnya ? " Salah satu temannya memperingatkan gadis itu . Meskipun kesal akhirnya mereka pergi tanpa membeli apapun .


" Nona maafkan saya , saya tidak bermaksud meremehkan anda " Anna melirik saat itu Miguel sudah ada di belakangnya .


" Terima kasih Miguel , aku hanya berpura-pura marah padamu tadi . Sebenarnya perbuatanmu tadi telah menyadarkan keberanian ku ..." Anna tersenyum . Kemudian ia kembali melanjutkan acara memilih belanjaannya .


Saat Anna berjalan menuju kasir , terlihat beberapa majalah dan buku terpajang di sepanjang rak . Lalu saat itulah matanya menabrak berbagai majalah dengan sampul utama wajahnya dan Maxim . Kata kata di majalah itu membuat Anna kesal .


" Di belakang masih banyak lagi Anna , jika kau mau aku bisa mengambilnya untukmu " Anna menatap kasir dengan nametag Suzie di kaosnya .


" Apa ?!" Anna tidak mengerti apa yang Suzie bicarakan padanya , lagi pula siapa dia . Anna bahkan tidak mengenalinya .


" Mungkin kau lupa , kita pernah satu kelas dulu . Kelas sejarah . " Suzie tersenyum , dan Anna ingat senyum itu .


" Oh ya kau Sue ? Maaf aku tidak mengenalimu . " Anna ingat anak anak kelasnya dulu memanggil Suzie , Sue . Panggilan akrab gadis itu .


" Ya kau sudah jadi orang terkenal sekarang , bagaimana kau mengenaliku ? " Suzie terus bekerja sambil melirik pada Anna .


" Itu hanya gosip murahan Sue  , aku bahkan sangat membencinya " Anna menyerahkan beberapa lembar uang saat Suzie selesai menaruh semua belanjaannya kedalam kantong .


" Aku bahkan tidak percaya ini Anna , apa benar kau tidur dengan Max ? " Mata Anna membara saat pertanyaan itu terlontar dari mulut Suzie .


" Maaf Suzie aku buru buru , sampai jumpa ..." Tanpa menoleh , Anna langsung keluar dari minimarket . Entah kenapa semua orang tertarik dengan hal intim dirinya dengan Maxim . Dan hal itu sangat melukainya .


Anna sampai dirumahnya tidak terlalu malam . Rumah itu masih sama persis seperti saat terakhir kali ia tinggalkan . Miguel ikut masuk kedalam dan duduk di sofa miliknya .


" Miguel sedang apa kau ? "


" Saya akan menunggu disini " ucap Miguel singkat .


" Kau bisa pulang Miguel , aku tidak apa-apa disini . "


" Tugas saya menjaga anda nona , saya akan tetap disini . " Anna mendesah kesal , ia tidak akan pernah menang berdebat dengan pria besar itu . Ia bergegas kedalam dan kembali dengan selimut dan bantal .


" Kau bisa memakai ini .." Miguel menerimanya dengan senang hati . Sementara Anna langsung bergegas untuk tidur setelah meletakkan semua barang belanjaannya . Ia harap akan tidur nyenyak disini .


_____&__


Masih terlalu pagi untuk Anna bangun , tapi beban berat di belakang punggungnya telah mengusik tidurnya . Jika saja Anna tidak mengenali aroma parfumnya , mungkin Anna akan mengira Miguel atau bahkan perampok . Tangan kekarnya melingkar diatas perut rata Anna . Dari hembusan nafasnya Anna bisa merasakan jika Max masih tertidur .


Anna merindukan ini , merindukan berada di dalam pelukannya setiap pagi . Entah kenapa saat Anna berada di pelukannya , adalah saat ternyaman dalam hidupnya .


Anna hendak menyingkirkan tangan Maxim dari tubuhnya , tapi ada sesuatu yang mengganjal yang membuat Anna penasaran .


Sebuah cincin berlian sederhana telah melingkar di jari manisnya , saat Anna mengangkat tangannya . Saat itu juga air matanya langsung meleleh , ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya saat ini .


" Indah bukan ? " Suara serak Max membuat Anna menoleh . Entah jam berapa pria itu pulang , dan bagaimana ia tahu jika Anna tidur disini .


" Apa ? " Ucap Anna tidak mengerti .


" Cincin itu , sangat indah ada dijarimu .." mata Max belum sepenuhnya terbuka saat ia bicara .


" Apa maksud semua ini ? " Anna menunjukkan tangannya .


Maxim tersenyum lalu mengecup jari jari Anna . " Ayo kita bertunangan , sayang . " Hati Anna meleleh saat itu juga . Ia tidak pernah membayangkan hubungan mereka akan sampai pada tahap itu .


" My fiance , aku harap itu tangisan bahagia mu sayang . Dan aku harap itu artinya  ya " Max memeluknya , menghujaninya dengan bertubi tubi ciuman .


Terima kasih sudah menunggu dengan setia cerita ini . Salam sayang untuk kalian semua yang sudah memberikan vote dan like untuk cerita ini . Karena kalian lah saya terus menuliskan cerita ini . 😘😘🥰🥰