Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 11




Ucapan Miss Kenny tidaklah membantu , ia pikir seseorang yang menelpon adalah Maxim . Tapi informasi dari Miss Kenny membuat Maxim terhapus dari daftar 'tersangka' .


" Apa yang menelpon anda itu laki laki Miss ?"


Miss Kenny menggeleng , membuat Anna semakin setengah mati penasaran , " tidak , perempuan itu mengatakan , dia adalah kerabatmu ..."


Kerabat ? Anna tidak mempunyai saudara kandung , kerabat ayahnya bahkan tidak peduli ketika ayahnya meninggal , bahkan keadaan ekonomi mereka tidak memungkinkan untuk menutupi uang kuliahnya . Jadi tidak mungkin kerabat ayahnya yang melakukannya . Kerabat ibunya , Anna yakin ibunya juga anak tunggal seperti dirinya , kakek neneknya juga sudah lama tiada . Jadi ketika Miss Kenny menyebutkan kerabat , tidak ada satupun yang terlintas di benak Anna .


Kalau Jocey , tidak mungkin wanita itu yang melakukannya , Jocey bahkan menyerahkan satu kartu debit untuknya , untuk apa Jocey repot repot melakukan hal yang sama lagi . Tapi kemungkinan itu tidak bisa tidak benar juga , tangan Anna begitu gatal hingga akhirnya ia meraih ponselnya dan memanggil Jocey pada dering berikutnya .


" Anna , ada masalah ...?" Alis Anna mengkerut ketika suara sahabatnya itu terdengar .


" Jocey , apa kau membayar uang kuliahku lewat telepon pagi ini ..?"


Hening .


" Tidak sayang , aku memberimu kesempatan untuk melakukannya sendiri .., apa yang terjadi ..?"


Anna mendesah , " entahlah Jocey , pagi ini aku datang ke bagian keuangan dan ketika aku mau membayar dengan uang pemberianmu , Miss Kenny bilang , semua tagihan sudah dilunasi bahkan sampai akhir tahun ..."


" Oh ya ampun , apa dia menyebutkan siapa yang melakukannya ..?"


Anna menggeleng , menyadari kesalahannya tentu saja Jocey tidak bisa melihat gelengan kepalanya itu .


" Tidak , dia hanya mengatakan , seorang wanita menelpon dan mengaku kerabat ku , aku pikir itu dirimu ..."


" Jangan khawatir Anna , mungkin itu hanya orang yang sangat peduli padamu , jangan terlalu memikirkannya..."


" Oke .." Anna menggeleng , bohong jika Anna tidak memikirkannya .


" Maaf Jocey , sudah mengganggu waktumu .."


" Oh tidak Anna , telpon aku kapan pun , bertemu lagi dengan mu nanti .."


" Ok bye , Joce .." Anna mematikan teleponnya , dan ia tersandung kakinya sendiri ketika sedang fokus menatap ponsel . Tubuhnya menabrak seseorang , Anna mendongak dan meringis ketika tahu seseorang itu , Bonnie . Mata gadis itu nyalang melihatnya .


" Anna !" Anna melotot , tidak percaya akan bertemu Bonnie disini , sekarang Anna tahu kenapa Bonnie selalu menyembunyikan garis hitam dibawah matanya dengan makeup tebal .


" Bonnie ...!"


" Kudengar , kau mendapat masalah di klub .. "


Anna tidak percaya Bonnie masih punya muka untuk menanyainya hal itu . " Aku tidak percaya , Bonnie , kenapa kau menjebakku menjadi pel*c*r ..."


Wajah Bonnie pucat pasi , tapi segera wajahnya berubah merah padam , gadis itu mengambil satu langkah kedepan , hingga membuat Anna terpojok antara tubuhnya dan dinding kampus .  " Berhenti mengatakan aku menjebak mu ! Aku sudah memperingatkan mu Anna ! Jangan melupakan itu , kau sendiri yang menjerumuskan dirimu sendiri ! ..."


Anna tercekat , kenapa Anna melupakan peringatan Bonnie , Anna merasa malu bahwa dirinya sendirilah yang menginginkan pekerjaan kotor itu . Bonnie mundur , gadis itu marah , pada Anna dan dirinya sendiri . Ketika melihat Anna waktu itu , ia melihat cerminan dirinya , begitu rapuh dan putus asa .


Bonnie berbalik sebelum ia melihat Anna dari balik bahunya , " seharusnya kau bersyukur , kau hanya bekerja untuk menanggung dirimu sendiri , seharusnya kau bersyukur .." gadis itu membuang puntung rokoknya dan menginjaknya , kemudian meninggalkannya , membuat Anna menyesali kemarahannya pada Bonnie .


___


Gosip itu benar benar membuat hidup Maxim berantakan , ia harus menerima setiap blizt kamera kemana pun ia melangkah . Belum lagi pertanyaan pertanyaan menohok para paparazi , Maxim sangat geram , mengapa para pemburu berita itu mengaitkan gosip ini dengan masa lalunya dulu . Jika ia ingin menyakiti Julia , mungkin hal itu sudah dilakukannya sejak kemarin , saat ia menangkap basah wanita itu . Belum lagi belum lama ini beredar foto dirinya sedang memeluk Anna di klub , beruntung dalam foto itu wajah Anna tidak terlihat , hanya gambaran punggung , bahu telanjang dan kaki jenjang Anna yang terlihat . Dan sialnya paparazi mengaitkan foto Anna dan dirinya dengan kasus pemukulan terhadap Julia .


Lagi lagi Maxim menggerakkan giginya , ia sudah memberi peringatan pada wanita itu hingga sore ini . Tapi sepertinya ambisi wanita itu begitu besar melebihi tekadnya , ia tidak mengindahkan peringatan Maxim untuk mengakhiri sandiwaranya .


Ponsel Maxim berdering , dari nomor yang tidak diketahui . Maxim menggeser tombol hijau di layar sentuh ponselnya , dan menempelkan benda itu di telinganya .


" Cheez , kau kah itu ..?"


" Hai Max,...." Maxim menahan senyumnya , ia hampir saja meledak jika ia tidak ingat bagaimana pertemanan mereka . Cheez bukanlah nama ia sebenarnya , itu hanyalah sebutan untuk dia di dunianya . Maxim mengenalnya saat ia terusir dari rumah ayahnya bertahun-tahun lalu , Maxim menolong cheez dari keroyokan geng preman , menghajar tiga orang sendirian hingga membawa kabur cheez meskipun dirinya sendiri terluka . Sejak saat itulah cheez menganggapnya seperti saudara , dan meski Maxim akhirnya pindah ke Washington bersama Tom dan ibunya , mereka tetap saling berhubungan tanpa sepengetahuan Tom tentu saja .


" Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu ..!"


Cheez tenggelam dalam tawanya di ujung sana , " aku tidak peduli jika namamu berubah menjadi 'kecoa' bagiku kau tetaplah Max , saudara ku.. "


Maxim membeku , dan dia tahu itulah cheez saudaranya .


" Sialan kau cheez ..,"


" Bagaimana, apa wanita itu menuruti permintaan mu ..."


" Jangan panggil aku cheez jika sampai terlacak ..!" Ada kepastian dalam suara cheez , dan Maxim tahu dia tidak pernah mengecewakannya selama ini .


" Satu lagi cheez , hapus semua foto ku dengan gadis berambut pirang di klub , kalau bisa bajak akun itu , aku sangat kesal melihatnya .."


" Siapa wanita itu , sepertinya dia sangat istimewa bagimu .."


" Kau akan mengenalnya nanti tidak sekarang , yang terpenting ..." Terdengar suara ketukan jari cheez diatas keyboard .


" Video itu sudah tersebar , hanya tinggal menunggu waktu .." lalu cheez kembali mengetik . " Foto mu dengan gadis seksi itu sudah menghilang .."


" Bagus , aku akan mengirimkan bayaranmu .."  Maxim menutup ponselnya , memandangi jalanan kota Philadelphia dari atas kondominium nya . Beruntung Angela membatalkan serangkaian jadwal pemotretan dan syutingnya . Paparazi benar benar menggila , mereka bahkan menguntitnya sampai ketempat kerjanya .


______


Anna mengetukkan pensil dipelipisnya , kerja kelompok ini benar benar membuatnya stress . Bukan tugas itu sebenarnya yang jadi masalah , hanya saja ia mendapat teman kelompok yang tidak tepat , Natasha dan Sarah . Dua biang gosip di kampus yang sok cantik .


Anna tidak mengerti apa yang dipikirkan para pria dengan wanita seperti mereka berdua , cantik lah tidak cukup , jika otak mereka kosong . Anna tidak salah jika mengatai mereka berotak kosong , terbukti sejak tadi dialah yang membuat tema , membuat rencana , memikirkan segala sesuatu . Jika saja bukan karena Mr Salzman yang menunjuk kelompoknya tentu Anna tidak akan sudi bekerja sama dengan mereka .


Anna mendesah melihat kelakuan Natasha dan Sarah , dua gadis itu sejak tadi tak ada hentinya menatap ponsel mereka sambil terkikik . Anna miris melihat dua gadis ini , Anna tahu kedua orang tua Natasha dan Sarah bukanlah orang miskin seperti dirinya . Dua gadis itu tampak tak memperdulikan kuliahnya , padahal orang tua mereka sudah memfasilitasi semuanya , tidak seperti dirinya yang harus bersusah payah sendirian .


"Tidak bisakah kalian fokus sebentar saja .." Anna menatap kedua temannya itu kemudian jam tangan usang di pergelangan tangannya . Dia sudah sangat lelah hari ini , semalam ia harus pulang terlambat karena kerja lembur , lalu ia bangun terlambat dan hampir saja ketinggalan bisnya . Dan sudah sesore ini tugasnya bahkan belum selesai , matanya sangat lelah untuk menatap laptop terus menerus .


" Sudah kami bilang , kita akan mulai 10 menit lagi .." ucap Sarah tanpa menoleh kearahnya , gadis itu fokus pada benda pipih bernama ponsel .


Anna memutar matanya kesal , " kau sudah mengatakannya sejak 1 jam yang lalu Sarah .."


" Sial lihat ini ..!" Natasha seperti menemukan tambang emas di ponselnya , gadis itu menyodorkan ponsel itu kewajah Sarah . Sarah tampak melotot melihat ponsel Natasha . Alis Anna  menyatu , tidak tahu apa yang sedang dua temannya itu bicarakan .


" Jadi karena dia , Maxim memukuli pacarnya Julia ...?" Kuping Anna mendadak panas mendengarnya , ia seperti mengenali dua nama itu .


" Sialan , gadis pirang ini sangat seksi , andai saja aku yang ada dipelukan Maxim Lockwood .." mata Sarah melayang  entah kemana , air liur gadis itu seperti akan menetes keluar .


Dunia Anna mendadak dipenuhi badai , Maxim Lockwood dengan gadis pirang.......


Anna takut jika itu dirinya .


" Natasha , pinjam ponsel mu , biarkan aku melihatnya ..."


Natasha tampak cemberut , " kau punya ponsel sendiri Anna .. ..., Hei kembalikan ...!"


Hanya sekilas dan Natasha langsung merebut ponselnya lagi . Tapi cukup bagi Anna untuk melihat dengan sangat jelas . Itu Maxim yang sedang memeluk dirinya di dalam klub , Anna ingat saat itu Maxim menyelamatkannya dari pria berjanggut menyeramkan . Anna ketakutan setengah mati saat itu , dia pikir dia akan kehilangan keperawanannya malam itu , lalu Maxim tiba tiba datang dan menariknya . Tidak ada yang bisa Anna lakukan saat itu selain hanya meringkuk di pelukan Maxim .


" Sialan kau Anna apa yang kau lakukan , kenapa semua gambar gambar itu menghilang .." Natasha tampak kesal padanya dan pada ponselnya , sebab gadis itu terus saja menepuk-nepuk ponsel malang itu .


" Aku tidak melakukan apapun Nat , kau langsung merebutnya begitu aku melihatnya .."


Natasha mendengus , matanya nyalang menatap Anna . " Coba lihat punya mu ..!"


Natasha melongok ponsel Sarah , Sarah juga nampak bingung . " Sial , punya ku juga tidak ada , sepertinya seseorang telah menghapusnya .."


" Nat , apa kau tahu hubungan Maxim dan Julia ...?"


Natasha menatapnya tidak percaya , " dasar kau ini kutubuku ketinggalan jaman ya Anna , berita begitu saja kau tidak tahu ..!"


Sial , dia bukannya ketinggalan jaman , ia hanya terlalu sibuk dan bekerja .


" Maxim Lockwood pria hot itu pacaran dengan Julia Runfourd , gadis FTV pendatang baru , gadis itu sangat beruntung , andai saja aku yang menjadi pacar Maxim , oh..."


Natasha menepuk pundak Sarah kesal , " teruslah bermimpi , selebriti seperti Maxim tidak mungkin pacaran dengan mu ..."


" Kenapa memangnya .." Sarah tidak terima ia juga cantik batinnya .


" Karena ia akan pacaran denganku.." Natasha terbahak dan Sarah memukulinya dengan buku disampingnya .


Perut Anna mendadak mual , jadi selama ini Maxim sudah punya pacar , Anna ingat Maxim sempat menyebutnya saat itu  . Kepala Anna semakin pening , beraninya pria itu menidurkan nya di ranjangnya sedang masih ada wanita lain dihatinya .  Anna semakin mual memikirkannya , ia merasa bersalah pada Julia karenanya mereka jadi berpisah , dan apa tadi Maxim memukuli gadis itu ? Sial , Anna membereskan semua peralatannya , gerakannya tampak terburu buru hingga kadang beberapa ada yang jatuh sebelum mencapai tasnya .


" Nat , Sar , aku harus pulang , kita lanjutkan ini nanti .."


Anna berlari meninggalkan Natasha dan Sarah dalam kebingungan dan kesal . Anna ingin berlari sejauh jauhnya jika bisa , tapi kenyataan bahwa ia baru saja tidur di ranjang seorang pria yang punya pacar membuatnya tampak seperti j*l*ng . Dan Anna sangat membencinya , kenapa hatinya jadi sesakit ini .