
" Sial ! " Semua pikiran Maxim menjadi kacau , awalnya gosip murahan itu kemudian Anna dan Miguel yang tidak bisa ia hubungi . Andai saja kebohongan tentang mengejar pesawat itu benar adanya , sialnya itu hanya kebohongan Angela .
" Ada apa ?" Angela menatap cemas pada bosnya , selama ia bekerja tidak pernah Maxim sekacau ini .
" Aku tidak bisa menghubungi Anna maupun Miguel keparat itu .." Maxim menghembuskan nafas kekesalannya .
"Haruskah aku meminta Cheez untuk melacaknya ?" Angela menimbang nimbang ponsel di tangannya .
Pikiran Maxim sedang buntu saat ini , ia hanya menggerakkan bahunya acuh . " Lakukan sesukamu Angela , bisakah aku mendapatkan penerbangan lebih cepat hari ini ?"
" Tidak , tidak . Kau masih ada pemotretan siang ini , kita tidak bisa membatalkannya . "
" Sial kau Angela , kenapa kau memberikan pekerjaan begitu banyak padaku ?! " Maxim terduduk lesu di kursi , memandangi wajah Anna pada wallpaper ponselnya . Foto itu ia ambil diam diam saat Anna tengah tertidur .
" Maaf bung , aku tahu hari ini berjalan dengan kacau . Aku akan menghubungi pengacara kita , kita akan tuntut semua media online yang sudah mencemarkan nama baikmu dan Anna ." Maxim tertegun dengan penjelasan Angela , bukan itu yang ia inginkan .
" Aku tidak peduli dengan gosip murahan itu Angela , yang aku pikirkan hanyalah Anna . Seharusnya aku ada disampingnya saat ini . "
" Aku tahu , Max . Aku yakin dia baik baik saja , ada Miguel yang menjaganya ..." Hiburan Angela sedikit membuat Maxim lega , ia tahu Miguel baik dalam pekerjaannya .
" Baiklah , sudah cukup merenungnya . Aku akan menghubungi Cheez untuk tahu dimana lokasi Anna , sementara kau bersiap untuk pergi . " Mengingat kembali tentang pekerjaan , mood booster Maxim kembali memburuk . Ia berdiri dengan kesal hingga membuat kursi di belakangnya terjungkal ke belakang . Angela yang melihatnya hanya menggelengkan kepala .
_______
Maxim sudah melakukan pemotretan selama lebih dari dua jam . Ia tahu fotografernya sejak tadi menegurnya karena ia kedapatan melamun hingga feel-nya tidak ada . Hingga tinggal satu adegan lagi lalu semua selesai . Tapi sayangnya Julian sang fotografer kembali menegurnya .
" Maaf Julian , aku mengalami hari yang buruk ..." Max kembali meraup wajahnya , yang membuat tatanan rambutnya berantakan . Julian kembali mendengus , lalu dengan isyarat pria itu menugaskan hair stylist merapikan rambut Max .
" Maafkan aku , aku janji ini yang terakhir .." Maxim berbicara di balik hair stylish nya , Julian hanya menaikkan alisnya tanda ia juga sedikit capek hari ini .
" Masalah wanita kan , itulah mengapa aku tidak mau berhubungan dengan wanita ..." Ucap Julian acuh , sementara Maxim hanya mengerutkan keningnya . Awalnya mungkin ia akan mengira Julian adalah seorang g*y , tapi ternyata Julian membantah keras soal itu . Pria itu masih menyukai wanita , hanya saja ia tidak mau terlibat lebih jauh dengan wanita .
Setelah pemotretan itu selesai akhirnya Maxim bisa bernafas lega , dari kejauhan ia melihat Angela sedang berbicara serius di ponselnya . Wanita itu tampak bahagia tapi juga tampak marah .
" Ada apa , apa semuanya baik baik saja ?" Angela menggelengkan kepalanya , tampak beberapa kerutan di keningnya . Wanita cantik itu tampak sedang berpikir keras . Disaat seperti ini entah kenapa ia selalu bersyukur mempunyai manager seperti Angela , meskipun wanita kualitas kerja Angela tidak kalah dengan lelaki di luar sana . Dia disiplin , ulet dan bertangan dingin , itulah mengapa karirnya bisa sehebat ini . Ia bukan apa-apa jika tanpa managernya .
" Pihak PNews , mereka bersikeras tidak bersalah . Tapi jangan kuatir , kita punya seribu cara untuk menuntutnya . " Angela tampak sibuk dengan ponsel ditangannya .
" Aku percaya itu , lalu bagaimana dengan Anna ? "
Angela kembali mendongak menatap bosnya . " Cheez bilang Anna ada di perumahan dekat Daleware River .."
Maxim langsung mengangguk , itu daerah tempat tinggal sepupunya Jocey . Ia bisa bernafas lega sekarang , satu persatu masalah mulai tertangani . Satu satunya yang ia khawatirkan saat ini adalah bagaimana ia menghadapi Anna saat pulang nanti .
" Oh ya , Miguel tadi menelpon ku , dia bilang dia minta maaf tidak bisa mengangkat telpon darimu tadi , dia sedang menyetir saat kau menelpon .."
Maxim menanggapinya dengan acuh tapi jujur Maxim sedikit kesal pada Miguel . Di dunia yang serba canggih ini , tidak bisakah pria besar itu mengenal benda bernama earphone .