
Maxim merasa ada sesuatu yang merayap diatas dadanya , lalu tangan kecil mulai bermain di sekitar wajahnya . Dia terpaksa membuka matanya yang masih setengah tertidur , hasilnya adalah Kevin sudah ada diatas dadanya . Pria kecil itu tersenyum saat Maxim sudah terjaga dan mata mereka saling beradu .
" pagi kiddos , oh jadi ini adalah hobi barumu , membangunkan aku ..." Kevin menjawabnya dengan gumaman bayi , mulut bayi itu tersenyum lalu meneteskan air liur di dada telanjang Maxim . Maxim mengerang , dia membalas Kevin dengan menggelitik ketiaknya dengan main main , bayi kecil itu tertawa karena geli .
" mamm..ma..." ucap Kevin setelah Maxim berhenti bermain main dengannya .
" ah ..." Maxim mengerti , bayi itu pasti sedang mencari ibunya . Maxim menjatuhkan selimut ke sembarang arah dan meraih Kevin dalam dekapannya . Bayi itu sempat melihat wajahnya dan meraba-raba pipinya , tapi bayi itu masih merasa nyaman dalam pelukannya .
Ketika mereka keluar aroma harum makanan telah menguasai hidung mereka , hingga pemandangan menakjubkan yang tidak pernah Maxim bayangkan . Anna berdiri membelakanginya , wanita itu masih mengenakan piyama transparan yang dia beli untuknya . Siluet tubuhnya terlihat sangat seksi dan berisi , Maxim menjaga air liurnya agar tidak menetes .
Perlahan dia menghampiri calon istrinya dan memeluknya dari belakang , rambut wanita beraroma luar biasa saat Max menciumnya . Anna yang kaget segera menoleh , dua pria yang paling dia cintai muncul dalam pagi yang cerah .
" morning beautiful..." ucap Maxim , Anna sampai tersipu mendengarnya . Dia tahu dia tidak begitu jelek , tapi tidak ada yang pernah memujinya seperti Maxim . Pria itu membuatnya merasa diinginkan , membuatnya merasa selalu cantik .
Maxim memberinya ciuman selamat pagi , yang harusnya biasa saja tapi Anna seperti kehabisan nafas . Maxim bahkan tidak repot repot memakai atasan , dia toples dari pinggul keatas . Kesadaran Anna kembali saat putranya sudah menarik rambutnya , mereka saling tertawa . Begitu juga Kevin dia mengikuti dua orang dewasa yang sedang berbahagia di dekatnya .
" Ini adalah pagi terindah dalam hidupku ..'' Anna melirik dari balik bulu matanya dan tersenyum malu .
" Yeah me too...." Anna tersenyum pada Maxim , disela sela dia menyuapi Kevin . Bocah kecil itu tampak tidak terganggu sekalipun berada di tempat baru .
" dan .... untuk pekerjaanmu , aku menelpon bos mu ..." Anna langsung menoleh begitu Maxim membahas soal pekerjaannya .
" apa yang kamu lakukan Max ..."
Maxim menggeleng , lalu meraih tangan Anna yang bebas diatas meja . " sayang , aku tidak bermaksud mengekangmu , lagipula siapa yang akan menjaga Kevin ..."
Anna menghirup nafas panjang ,''aku sudah menduga kamu akan melakukan hal ini '' dia kembali menyuapi putranya , dia sengaja tidak mau menatap wajah Maxim . Dia ingin Maxim tahu bahwa dia berhak melakukan apa saja termasuk bekerja .
" sayang kamu bisa bekerja apa saja , aku tidak akan melarang mu , asalkan tidak bersama pria itu dia terlalu posesif padamu . lagipula gajinya terlalu rendah dan memakan banyak waktumu .."
Anna tersenyum geli melihat Maxim , " apa?!" tanya Maxim penasaran .
" kau cemburu pada Danny ? " Anna kembali tertawa dan Maxim yang tidak merasa bersalah ganti cemberut .
" Yah tentu saja , padanya dan pria di club' Rocco " Anna terhenti sejenak menatap Maxim . Dia kembali ingat kedua kalinya bertemu Maxim dan pria itu menyelematkan dia cengkraman pria menjijikkan .
" aku pikir kamu marah waktu itu .." kilah Anna .
" Dua duanya kurasa , hari itu adalah pertama kalinya aku menyukaimu . " Aku Maxim , pandangan matanya menatap lurus pada Anna . Dan Anna merasakannya , getaran cinta itu . Dia juga pikir , malam itu dia telah terpesona pada Maxim lockwood .
" terima kasih sudah menyelamatkan aku waktu itu ..." ucap Anna lembut , dia mendekatkan kening mereka dan Anna menutup matanya . Merasakan hangatnya hembusan nafas Maxim di wajahnya .
" I love you Annabelle Hunt .." ucap Maxim , dan Anna yang kaget membuka matanya . Tapi yang dia dapat selanjutnya adalah sebuah kenikmatan dari bibir Maxim . Dia melahapnya dengan begitu serakah , Anna adalah miliknya dia tidak akan melepaskannya lagi .
Ketika kenikmatan itu berakhir , nafas tersengal-sengal . " I love you too ..." Tidak ada kebahagiaan yang pernah rasakan melebihi ini , pertama kalinya mereka saling mengungkapkan perasaannya .
Kevin melempar wortel ditangannya , dan ketika Anna dan Maxim tertawa padanya bocah kecil itu ikut tertawa bahagia . Anna kembali duduk di samping putranya , tapi tangan mereka selalu bertautan .
" Jadi ... kapan kamu mau menikah ? dan apakah disini disini atau Philadelphia ..."
Anna terdiam ,dia tidak pernah memikirkan kembali ke kotanya lagi . Apalagi disana semua kenangan buruk terjadi . Maxim merasakan getaran ketakutan dalam tubuh Anna , dia semakin mengencangkan pegangan tangan mereka .
" Sayang aku berjanji tidak akan ada yang akan menyakiti kalian ...."
Air mata Anna jatuh dan dia menoleh pada Kevin , betapa polosnya . " Bagaimana jika Jamie ..." mulut Anna bergetar dan pandangannya tidak pernah terlepas dari Kevin .
Maxim merasakan ketakutan Anna , dan tubuhnya juga ikut mengeras karena marah . " Anna , Kevin adalah putraku dan semua orang tahu seperti itu ..."
" Tapi ..." Anna tidak sanggup mengucapkannya .
" Saya tidak peduli Anna , dia adalah milikku apa pun yang terjadi ..." Bibir Anna bergetar dan dia tidak tahu lagi bagaimana berterima kasih kepada Maxim . Laki laki itu telah melakukan segalanya untuknya , dan dia mencintainya .
" terima kasih ...., kita bisa menikah di Philadelphia . ayahmu pasti akan sangat senang ." Maxim tersenyum mendengar ucapan Anna .
" Tentu , aku sudah menelponnya , dia pasti lebih bersemangat bahwa kita akan menikah disana , dan . ....dia juga tidak sabar untuk bertemu dengan Kevin . "
Anna terkejut " kamu sudah memberi tahu soal Kevin ..."
Maxim mengangkat bahunya , " aku senang berbagi kebahagiaan sayang..."
Tapi hati Anna masih risau , dia selalu memikirkan kemungkinan terburuk . Kevin adalah miliknya , dan bagaimana jika Jo tahu apa yang telah terjadi padanya .
" sayang , berhenti berpikir yang tidak-tidak . ayahku bukan orang yang suka menghakimi , dia tahu apa yang terjadi padamu . Dan dia tidak lebih bahagia mempunyai cucu dari kita .."
Anna menyandarkan kepalanya di bahu Maxim dan dia tidak ingin ini berakhir . Pria yang dicintainya ada disisinya sambil memandang putra kecilnya .