
Anna meremas tangannya sendiri ketika berpamitan pada Maxim dan Jocey . Harga dirinya memaksanya agar tidak terlalu lama merepotkan orang lain , apalagi orang seperti Maxim . Meskipun ia sadar betul semua barang-barang nya tertinggal di klub , tapi ia menghapus semua itu , tidak masalah ia bisa mendobrak rumahnya nanti . Anna menggigit bibir bawahnya , keraguan menyelimuti hatinya .
Maxim dan Jocey tak kalah terkejut , jika bisa mungkin Maxim ingin menahan gadis itu lebih lama lagi , tapi untuk alasan apa . Jocey bangun dari duduknya , melangkah sambil tersenyum pada sahabatnya .
Jocey menggenggam kedua tangan Anna yang dingin , " kau akan pulang Anna , tapi setelah kau sarapan , setelah itu Maxim akan mengantarmu pulang .." Anna menatap mata Jocey , berharap itu bukanlah ide yang terbaik .
" Lagipula , sudah lama kita tidak bicara ..."
Maxim melirik lagi dua wanita diruang Sofanya , Jocey dan Anna , dua wanita yang pada zaman dulu menjadi korban kelabilannya . Kepergian ibunya benar benar membuat Maxim tertekan , awalnya Maxim membenci Jocey yang menyebabkan ibunya harus hengkang dari rumah , kemudian satu persatu ia pun membenci setiap wanita yang terlihat seperti Jocey , termasuk Anna . Maxim menyesalinya , menyesal pernah melakukan hal hal buruk pada kedua wanita itu , jika saja ia bisa mengembalikan waktu .
" Maxim , kau mendengarkan aku...?" Maxim tersentak dari lamunannya , suara Angela diujung telpon menyadarkannya . Ia melirik lagi pada Anna , gadis itu tampak sedang menangis di pelukan Jocey , entah apa yang sedang mereka bicarakan .
" Ya apa itu Angela ..."
" Kau sudah menonton berita hari ini ...?" Maxim menggerakkan giginya kesal , serius , Angela menelpon hanya untuk menyuruhnya menonton TV ?
" Sialan apa itu Angela , katakan saja aku tidak punya waktu untuk itu...!"
Terdengar seperti sedang menghela nafas panjang diujung telpon , " Julia mengadakan konferensi pers , dengan wajah yang sangat berantakan ..."
Nafas Maxim seperti ditarik secara paksa , ia merasakan adanya hal buruk dalam hidupnya . " Apa maksudnya berantakan ...?!" Suara Maxim lebih terdengar seperti geraman rendah , ia bahkan tidak sadar jari jari tangannya mencengkram pinggiran meja .
Jocey dan Anna menoleh memperhatikan mimik muka Maxim yang menakutkan . Maxim berjalan menjauh menuju ruang kerjanya ,ia tidak mau membuat Anna maupun Jocey khawatir .
" Angela katakan ..!" Maxim berteriak lagi ketika ia merasa aman berada di balik ruang kerjanya .
" Wanita itu wajahnya penuh lebam , dan dia bilang kau membuat kekerasan dalam rumah tangga ..."
" Sialan..! " Maxim marah , marah pada dirinya sendiri . Sekarang ia tahu kenapa semua orang terdekatnya tidak ada yang menyukai Julia , selama ini ia telah dibutakan oleh cinta .
" Maxim ..! Katakan sesuatu ...!" Suara Angela tampak khawatir .
" Ya..! Aku ok Angela , hanya saja ..." Maxim mengusap wajahnya , tidak tahu apa yang harus ia katakan .
" Aku mengirim video konferensi pers.."
" Tidak perlu ! Aku muak dengan wanita itu Angela , aku tidak peduli apa yang dilakukannya , dia akan membayar semua ini .."
_______
Anna dan Jocey saling pandang ketika Maxim berubah dengan wajah menakutkan dan pria itu berlalu pergi . Menghilang di balik sebuah ruangan .
" Apa yang terjadi ..?" Anna bertanya ragu ragu .
Jocey mengangkat bahu , " jangan khawatir mungkin itu hanya masalah pekerjaan .." Anna tidak mempercayai itu , pasti bukan masalah yang biasa . Raut wajah pria itu , sekejap berubah seperti sosok Max seperti bertahun-tahun lalu , ******** ,tak terkendali dan pemarah . Padahal ia begitu suka sosok Maxim yang semalam , pria itu begitu posesif dan sangat manis .
" Anna ambil ini .." Anna terkejut ketika Jocey mengeluarkan sebuah kartu debit .
" Jocey , apa ini .."
" Gunakan ini untuk membayar uang kuliahmu .." Anna menampiknya . Tidak , tidak bisa merepotkan orang lagi .
" Tidak Jocey , aku tidak bisa menerimanya ..."
Jocey tidak peduli , ia menyelipkan kartu debit itu kedalam kantong kemeja yang Anna kenakan . " Aku memaksa Anna , jika tidak aku akan membencimu seumur hidupku ..!" Anna cemberut pada sikap keras kepala Jocey .
" Tapi Jocey ... "
Jocey pergi setelah mengobrol cukup lama dengan Anna . Gadis itu sempat merasa gelisah begitu mengetahui ia akan berada sendirian di condominium itu sementara Maxim pergi mandi .
" Jangan khawatir , Maxim bukan orang seperti dulu lagi , kau bahkan akan terkejut begitu mengetahui kepribadiannya yang sekarang .." Anna tidak percaya , ia masih ingat dua hari yang lalu Maxim menghajar Bill dan David , dan bagaimana pria itu mengancam David menggunakan pisau . Menakutkan itu yang ada dalam benak Anna .
" Maaf sudah membuatmu menunggu .." Anna mengangkat kepalanya , dan Maxim sudah ada dihadapannya . Pria itu terlihat lebih segar dan tampan , rambutnya ditata sangat rapi tapi tetap terlihat gentle untuk pria seumurannya . Dada Anna berdenyut tidak karuan , kenapa pesona Maxim membuatnya gemetaran .
" Aku sudah menelpon Rocco pagi tadi , tas dan semua barang-barang mu aman , siang ini salah satu stafnya akan mengantarnya .."
" T_terima kasih .." Anna gugup menanggapinya . Maxim tersenyum , bagaimana gadis itu masih terlihat malu-malu dengannya .
" Ayo , aku akan mengantarmu pulang ..." Maxim mengulurkan tangannya , Anna termangu menatapnya .
" Aku bisa jalan sendiri..!" Anna cemberut lalu melenggang pergi . Memangnya aku anak kecil , Anna mendengus dalam hati .
Langkah Anna langsung terhenti begitu dihadapkan pada mobil Maxim semalam , pickup Nissan Navara , tidak terlalu tinggi . Tapi Anna masih memakai sepatu dengan hak , jadi bisa bayangkan bagaimana dia harus menaiki itu . Anna pikir , pria seperti Maxim lebih menyukai mobil sport rendah , ketimbang mobil raksasa ini .
Anna menoleh , melihat senyuman Maxim , " kenapa , kau tidak menyukai mobilku ?"
Tentu saja tidak , mobil ini kalau boleh jujur sangat cocok sekali dengan pribadi Maxim , besar dan sangat jantan . Oh my ...Anna merutuk dirinya sendiri , bagaimana ia bisa mengagumi pria itu .
" Anna ..., Aku bisa menggendongmu .." Anna langsung menoleh waspada , memikirkan bagaimana tangan Maxim berada di kedua pinggangnya .
" Kau pasti sangat menikmati ya , menggendong setiap gadis kedalam mobilmu ..." Anna cemberut , beberapa helai rambut pirangnya terbang menutupi wajahnya , dan tanpa malu Anna meniup semua rambut itu menggunakan bibir penuhnya .
Maxim menegang , bukan karena tebakan sarkasme Anna , tapi karena tindakan sederhana gadis itu yang membuat gadis itu tampak seksi di mata Maxim .
" Aku tidak pernah menggendong setiap gadis kedalam mobilku , bahkan dengan Julia ..."
" Siapa Julia ..?" Mata Anna dan Maxim saling beradu , itu benar Maxim bahkan tidak pernah memperlakukan Julia seperti dia memperlakukan Anna . Itu karena Julia tidak pernah mau pergi dengan pickup nya , gadis itu lebih suka memaki mobil sport milik Maxim lainnya , lebih berkelas . Maxim ingin muntah membayangkan bagaimana Julia selalu merengek ketika Maxim mengendarai pickup nya .
" Bukan siapa-siapa .." Maxim langsung mengarah pada pintu kemudi dan masuk kedalamnya , tanpa memperdulikan Anna . Gadis itu sudah bertekad tidak mau ditolong .
_________
Langkah Anna begitu ringan saat ia menyusuri koridor kampus , kartu debit Jocey digenggamnya erat . Ia bisa sedikit bernafas lega sekarang , ia bisa tetap bekerja paruh waktu di restoran tanpa harus menjual diri . Anna meringis , teringat malam buruknya kemarin . Bonnie , awas saja kalau ia ketemu dengannya nanti .
Miss Kenny langsung menyuruhnya masuk begitu Anna mengetuk pintu . Wanita tua itu menyambutnya dengan senyuman , tidak seperti sebelumnya .
" Pagi Anna ,..."
" Pagi Miss , aku kesini untuk melunasi uang kuliahku .." Anna menyerahkan kartu debit di kedua tangannya , tapi alis Miss Kenny mengkerut menakutkan .
" Anna , ..." Miss Kenny seperti sedang memikirkan sesuatu , hati Anna merinding , apa Miss Kenny sudah mencabut tenggat waktunya .
" Miss , maaf jika aku sedikit terlambat , aku harap anda mau menerimanya .."
" Bukan itu Anna , pagi tadi aku menerima telepon , dia sudah melunasi tagihan mu , bahkan sampai akhir tahun ..."
Anna melongo .
Apa dia bilang ??
" Tidak mungkin ?! Siapa yang melakukannya ...?!"
.