
Anna melangkah gontai dipelataran kampus , pikirannya tak menentu . Ia harus berpikir keras untuk melunasi uang kuliahnya , sementara tabungan peninggalan ayahnya sudah habis terpakai .
Seharusnya ia tidak perlu mengkhawatirkan biaya kuliah, jika saja tidak karena ibunya yang begitu brengsek membawa kabur uang itu bersama kekasih barunya . Anna tidak pernah menyangka jika ibunya akan bertransformasi menjadi , seorang wanita sialan .
" Hei Anna..!" Anna mendongak kaget , salah seorang teman satu fakultasnya berdiri di depannya .
" Oh hai ,..." Anna tersenyum ragu ragu .
" Miss Kenny memanggilmu , " Brit tersenyum miring padanya , seolah sedang mengejeknya . Anna tidak perlu repot-repot kaget , tidak ada yang pernah berteman dengannya . Jika ia hanya seorang miskin atau pecundang .
" Ok , aku akan menemuinya..." Anna meninggalkan Brit , dari tempatnya berdiri , berusaha tegar . Jika memang ini akhir dari segalanya .
Anna mengetuk pelan pintu ruangan Miss Kenny , terdengar suara lirih menyuruhnya masuk .
Miss Kenny , wanita pertengahan empat puluhan , tubuhnya gemuk berisi . Sebenarnya Miss Kenny tidak lah menakutkan , dia lebih terlihat keibuan dari pada menakutkan . Tapi Anna tahu kesalahannya .
" Duduklah Anna ,.." wanita itu melirik asal padanya , sibuk pada tumpukan berkas didepannya .
" Terima kasih Miss..." Anna seperti duduk di kursi pesakitan , menunggu vonis .
" Anna , aku rasa kau sudah tahu , alasan aku memanggilmu kesini .."
" Yah aku tahu Miss , maafkan aku .." Anna menggigit bibirnya .
" Dan aku harap , aku mendapatkan berita bagus hari ini , kau tahu hari ini adalah tenggat waktumu Anna .."
Anna menahan mati matian air matanya , berusaha setegar mungkin .
" Maaf Miss , aku hanya bisa memberikan setengahnya , tapi aku janji aku akan segera melunasinya ..."
Mata Anna mengintip ragu Miss Kenny , wanita paruh baya itu menarik nafas panjang .
" Anna , aku tahu ini sulit bagimu , tapi kamu harus tahu Anna , ini kampus , bukan badan amal . Kami sudah berbaik hati memberikan mu kelonggaran .."
" Aku tahu Miss , maafkan aku..." Anna tertunduk lesu .
" Baiklah , begini Anna , kami akan menerima setengah uang ini , tapi kau harus berjanji , besok kau akan segera melunasinya ...? Hanya itu yang bisa kami lakukan , aku kau anak pandai Anna.."
Secuil harapan Anna pikir , dapatkah ia melunasinya besok pagi . Seluruh gaji dari hasil kerja paruh waktunya sudah ia pertaruhkan diatas meja , tidak ada yang tersisa .
" Baiklah , akan aku usahakan Miss..." Anna menelan kegetiran hidupnya , akankah ia bisa .
Miss Kenny mengangguk setuju , " baiklah kita bertemu lagi besok , kembalilah ke kelas ..."
______
Anna berlari kebelakang gedung kampus , tangisnya tumpah disitu . Ia tidak sanggup jika harus kembali kekelas , dengan keadaan yang sangat berantakan .
" Hai, sedang lari dari seseorang ..?" Suara lembut seorang wanita mengagetkan Anna .
Anna menoleh dan mendapati Bonnie gadis dengan smokey eyes , duduk diatas bangku tua . Asap mengebul dari bibir gadis itu , apa ia tidak tersedak dengan asap sebanyak itu , pikir Anna .
" Lari dari seseorang..?" Ulang Bonnie lagi .
Anna menggeleng , " um , tidak , aku hanya sedang kacau , kau sendiri.. ?"
Bonnie menatap rokoknya , lalu menyesapnya lagi . " Aku hanya ingin menghabiskan rokok ku .."
Ragu ragu Anna mendaratkan pantatnya disitu . Rasanya begitu canggung , Anna tidak pernah dekat dengan teman wanita sebelumnya , termasuk Bonnie .
Ia tidak pernah menyangka jika Bonnie akan bersikap ramah padanya , ia pikir gadis dengan tampilan urakan dan eye shadow hitamnya itu tidak suka berteman apalagi dengannya .
" Kau bisa menceritakannya , kalau kau mau ..." Bonnie menoleh padanya , rokoknya bertengger di tangan kanannya .
Anna terdiam tidak yakin apakah ia harus menceritakan masalahnya pada teman asingnya .
" Kau mau mencobanya , biasanya rokok bisa membuat orang menjadi rileks ..." Anna memandang rokok itu seperti alien , alisnya bertaut tidak yakin akan kata kata Bonnie , apa itu narkoba ?
" Tenanglah , ini hanya rokok , bukan ganja ..." Teriak Bonnie , Anna cemberut bagaimana gadis ini bisa membaca pikirannya .
" No , thanks , .." Anna menepisnya lembut , Bonnie mengangkat bahunya acuh , dan menghisap rokoknya lagi .
" Aku hanya sedang kacau , aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan , Miss Kenny memberiku tenggat waktu besok untuk melunasi uang kuliahku , semua gajiku telah aku pertaruhkan , dan itu hanya bisa menutupi setengahnya ..."
Anna tersedu diatas jari-jarinya , ia menggeleng frustasi . " Maafkan aku , tidak seharusnya aku menceritakan ini padamu ..." Anna menghapus air matanya , mengintip Bonnie dari sela sela jarinya .
Gadis itu tampak santai dengan kepulan asap di bibirnya , entah gadis itu tidak peduli atau tidak mendengarkan ucapannya .
" Its ok Anna , kadang kadang kita harus mengeluarkan unek-unek kita , meskipun itu dengan orang asing ..." Bonnie nyengir padanya .
" Tapi maaf , aku tidak bisa membantu masalah mu.." Bonnie bangkit , meraih tasnya .
" Um,... tidak Bonnie , aku tidak mengharapkan itu , aku sudah cukup senang , akhirnya sedikit beban pikiran ku hilang .." Anna memaksakan senyumannya , berbohong sedikit . Beban itu tidak pernah terlepas dari pikirannya .
Bonnie tersenyum pada hisapan terakhir rokoknya , sebelum akhirnya ia membuang puntung rokoknya dan menginjaknya .
" Aku harus pergi Anna , kelas ku berikutnya akan segera dimulai .."
" Aku juga ..." Anna bangkit dari duduknya , jika ini memang hari terakhir ia kuliah . Oh God jangan biarkan itu terjadi ...
Bonnie hendak melangkah , tapi kemudian ia berbalik lagi , membuat Anna menautkan kedua alisnya .
" Um , Anna sebenarnya ada pekerjaan ..." Bonnie terdiam seperti sedang berpikir .
" Tidak lupakan , saja ." Bonnie memunggunginya , berniat meninggalkan Anna.
Tapi Anna mencekal lengannya , " tunggu Bonnie , apa itu , tolong katakan ."
Bonnie berpikir lagi , lalu mengambil nafas panjang . " Sebenarnya ada pekerjaan jika kau mau , uang itu bisa kau gunakan untuk melunasi uang kuliahmu .."
" Sungguh , Bonnie tolong bawa aku pada pekerjaan itu , ..." Anna meremas tangan Bonnie , Bonnie terdiam cukup lama . Anna tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Bonnie .
" Anna , dengar , pekerjaan ini tidak mudah , aku tidak yakin kau bisa melakukannya ..."
" Bonnie , aku janji , aku pasti bisa melakukannya , kau hanya harus membawanya padaku ..."
Bonnie mengangguk , Anna tidak pernah melihat gadis seperti BonnieĀ bisa seserius ini . " Ok , tapi ingat , aku sudah memperingatkan mu Anna , pekerjaan ini tidak 'mudah' "
Anna mengangguk setuju , meskipun ia masih belum paham . Ini kesempatan terakhirnya .
____