Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 36



" Senang bekerja sama denganmu , Lockwood " Roberto Carlos tersenyum sembari menjabat tangan Maxim . Siang itu mereka mengadakan pertemuan sekaligus jamuan makan siang . Banyak yang hadir diantara mereka , termasuk Jessica Taylor aktris pendatang baru yang akan jadi lawan mainnya di film nanti .


" Terima kasih Mr Carlos ,"


" Hei panggil saja aku Roberto , " produser kawakan bertubuh gempal itu tertawa terbahak sambil berbisik kearahnya .


" Tentu saja Roberto ,"


" Ini diantara kita saja . Aku penasaran dimana kau mendapatkan gundik secantik itu "


Mata Max melotot tajam , produser tua itu tampak tersenyum licik . Sebenarnya Maxim malas bekerja sama dengan bandot tua itu , ia tahu betul bagaimana sepak terjangnya di dunia hiburan . Dan bagaimana wanita muda silih-berganti datang ke pelukannya . Jika saja bukan karena Jeff salah seorang sutradara film ini yang sudah lama menjadi rekanannya , mungkin Max tidak akan pernah menerima tawaran film ini .


" Apa maksudmu ?" Genggaman tangan Maxim di tangan Roberto mengencang . Pria tua itu sempat meringis kesakitan .


" Hei easy boy , aku tidak akan merebut simpanan mu itu . Aku hanya penasaran , siapa tahu aku bisa mendapatkan yang seperti itu " Roberto kembali tertawa lebar , membuat Maxim semakin muak .


" Sialan apa yang kau bicarakan...."


" Max kita harus pergi .." Angela yang sejak tadi melihat pembicaraan mereka langsung sigap menengahi dan menahan tubuh Maxim agar tidak mendesak Roberto ke dinding di belakangnya .


Roberto tampak kebingungan ketika melihat kemarahan di wajah Maxim .


" Maaf tuan Carlos , ada penerbangan yang harus kami kejar ..." Roberto tampak mengangguk setuju , meski pria itu tampak kebingungan . Sepertinya pertanyaan tadi cukup mempengaruhi pemuda itu .


Angela dan team management Maxim segera membawa Maxim menjauh dari tempat itu . Saat mereka telah sampai di dalam SUV mereka , Maxim yang tampak geram melepaskan paksa cekakan tangan **** , bocah besar yang selalu mengawalnya .


" Apa apaan itu tadi Angela !" Maxim melotot tajam pada Angela yang bergabung di sebelahnya .


" Perset*n dengan film itu , kau tahu aku tidak menyukai Carlos !"


" yah hilangkan kebencian mu itu , dia batu loncatan kita untuk menapaki dunia perfilman . " Angela tampak sibuk berkutat dengan tablet di tangannya , memeriksa semua jadwal Max malam ini .


" Sudah kubilang bullsh*t  dengan dia , aku tidak butuh dia untuk menjadi sukses .."


" Ya memang , tapi lihatlah semua filmnya . Dia terkenal sebagai produser bertangan dingin , semua filmnya bahkan masuk box office dan laris dipasaran .."


Maxim mendengus tidak setuju , kemudian Angela menyerahkan sebuah majalah PNews di tangannya . Maxim membaca sampulnya dengan nanar , gambaran wajahnya dan Anna ada disana . Jadi inikah yang tadi dibicarakan bandot tua tadi , jadi yang disebutnya gundik tadi adalah Anna , kekasihnya .


" Sial*n apa ini , kenapa kau tidak memberi tahuku tentang ini Angela !"


" Aku berniat memberi tahu kau Max , tapi kau bangun terlambat pagi ini dan saat aku datang ke kamarmu kau sibuk bicara dengan Anna " wanita itu tampak menyesal membicarakannya . Majalah tidak bersalah itu kini telah berubah menjadi gumpalan kertas tidak berguna . Maxim telah merobeknya dengan kesal , bagaimana jika Anna melihat ini semua . Gadis itu pasti terluka melihat semua ini .


" Seharusnya aku yang bertanya padamu Max , kenapa kau tidak memberi tahuku saat kau dan Anna akan muncul di publik bersama ..?"


Maxim menoleh , menatap wajah managernya dengan ngeri . " Jadi aku harus meminta ijinmu dulu , setiap aku keluar dengan pacarku , ha ! "


" Bukan itu maksudku , seharusnya kau lebih berhati-hati . Bagaimana perasaan Anna saat melihat semua ini ?"


" Apa maksudmu semua ini ? "


Angela terdiam , lalu menyerahkan tabletnya . Ia telah mengumpulkan beberapa berita miring tentang Maxim dan Anna sepagian ini di media online . Angela sangat melihat perubahan wajah Maxim , ia takut jika tabletnya akan jadi sasaran kekesalan bosnya .


" Kita harus menghubungi Anna , Angela . Aku tidak peduli bereskan semua ini , cari siapa dalang dibalik gosip murahan ini .." Angela mengangguk , sementara dia membiarkan bosnya menghubungi Anna . Tapi sayangnya ponsel Anna hanya tersambung ke kotak suara .