
" Senang bekerja sama denganmu , Lockwood " Roberto Carlos tersenyum sembari menjabat tangan Maxim . Siang itu mereka mengadakan pertemuan sekaligus jamuan makan siang . Banyak yang hadir diantara mereka , termasuk Jessica Taylor aktris pendatang baru yang akan jadi lawan mainnya di film nanti .
" Terima kasih Mr Carlos ,"
" Hei panggil saja aku Roberto , " produser kawakan bertubuh gempal itu tertawa terbahak sambil berbisik kearahnya .
" Tentu saja Roberto ,"
" Ini diantara kita saja . Aku penasaran dimana kau mendapatkan gundik secantik itu "
Mata Max melotot tajam , produser tua itu tampak tersenyum licik . Sebenarnya Maxim malas bekerja sama dengan bandot tua itu , ia tahu betul bagaimana sepak terjangnya di dunia hiburan . Dan bagaimana wanita muda silih-berganti datang ke pelukannya . Jika saja bukan karena Jeff salah seorang sutradara film ini yang sudah lama menjadi rekanannya , mungkin Max tidak akan pernah menerima tawaran film ini .
" Apa maksudmu ?" Genggaman tangan Maxim di tangan Roberto mengencang . Pria tua itu sempat meringis kesakitan .
" Hei easy boy , aku tidak akan merebut simpanan mu itu . Aku hanya penasaran , siapa tahu aku bisa mendapatkan yang seperti itu " Roberto kembali tertawa lebar , membuat Maxim semakin muak .
" Sialan apa yang kau bicarakan...."
" Max kita harus pergi .." Angela yang sejak tadi melihat pembicaraan mereka langsung sigap menengahi dan menahan tubuh Maxim agar tidak mendesak Roberto ke dinding di belakangnya .
Roberto tampak kebingungan ketika melihat kemarahan di wajah Maxim .
" Maaf tuan Carlos , ada penerbangan yang harus kami kejar ..." Roberto tampak mengangguk setuju , meski pria itu tampak kebingungan . Sepertinya pertanyaan tadi cukup mempengaruhi pemuda itu .
Angela dan team management Maxim segera membawa Maxim menjauh dari tempat itu . Saat mereka telah sampai di dalam SUV mereka , Maxim yang tampak geram melepaskan paksa cekakan tangan **** , bocah besar yang selalu mengawalnya .
" Apa apaan itu tadi Angela !" Maxim melotot tajam pada Angela yang bergabung di sebelahnya .
" Perset*n dengan film itu , kau tahu aku tidak menyukai Carlos !"
" yah hilangkan kebencian mu itu , dia batu loncatan kita untuk menapaki dunia perfilman . " Angela tampak sibuk berkutat dengan tablet di tangannya , memeriksa semua jadwal Max malam ini .
" Sudah kubilang bullsh*t dengan dia , aku tidak butuh dia untuk menjadi sukses .."
" Ya memang , tapi lihatlah semua filmnya . Dia terkenal sebagai produser bertangan dingin , semua filmnya bahkan masuk box office dan laris dipasaran .."
Maxim mendengus tidak setuju , kemudian Angela menyerahkan sebuah majalah PNews di tangannya . Maxim membaca sampulnya dengan nanar , gambaran wajahnya dan Anna ada disana . Jadi inikah yang tadi dibicarakan bandot tua tadi , jadi yang disebutnya gundik tadi adalah Anna , kekasihnya .
" Sial*n apa ini , kenapa kau tidak memberi tahuku tentang ini Angela !"
" Aku berniat memberi tahu kau Max , tapi kau bangun terlambat pagi ini dan saat aku datang ke kamarmu kau sibuk bicara dengan Anna " wanita itu tampak menyesal membicarakannya . Majalah tidak bersalah itu kini telah berubah menjadi gumpalan kertas tidak berguna . Maxim telah merobeknya dengan kesal , bagaimana jika Anna melihat ini semua . Gadis itu pasti terluka melihat semua ini .
" Seharusnya aku yang bertanya padamu Max , kenapa kau tidak memberi tahuku saat kau dan Anna akan muncul di publik bersama ..?"
Maxim menoleh , menatap wajah managernya dengan ngeri . " Jadi aku harus meminta ijinmu dulu , setiap aku keluar dengan pacarku , ha ! "
" Bukan itu maksudku , seharusnya kau lebih berhati-hati . Bagaimana perasaan Anna saat melihat semua ini ?"
" Apa maksudmu semua ini ? "
Angela terdiam , lalu menyerahkan tabletnya . Ia telah mengumpulkan beberapa berita miring tentang Maxim dan Anna sepagian ini di media online . Angela sangat melihat perubahan wajah Maxim , ia takut jika tabletnya akan jadi sasaran kekesalan bosnya .
" Kita harus menghubungi Anna , Angela . Aku tidak peduli bereskan semua ini , cari siapa dalang dibalik gosip murahan ini .." Angela mengangguk , sementara dia membiarkan bosnya menghubungi Anna . Tapi sayangnya ponsel Anna hanya tersambung ke kotak suara .