
gambar hanya ilustrasi belaka ....
Anna sudah akan mundur , tapi Maxim justru menghampirinya . Mungkinkah pria itu marah karena dia mengganggu meeting penting mereka .
" maaf saya tidak bermaksud mengganggu , saya akan pergi .." Anna akan berbalik tapi Maxim menahan lengannya , lalu menariknya kedalam pelukan . Aroma pria itu membuatnya gila , pria itu berbau seperti hutan Pinus di pagi hari dengan embun pagi yang menetes .
Anna segera menyadari dan mendorong tubuh Maxim . " tolong jangan suka tubuh orang seenaknya .." Anna cemberut tapi Maxim justru tertawa kecil . Maxim tidak menyangka jika Anna akan menghampirinya di sini , mungkinkah ini pertanda baik .
" Anna kamu datang , aku sangat senang babe..." Anna melirik dengan tajam .
" Max , tolong berhenti " Anna merasakan nafasnya mulai sesak , ia hanya harus mengatakannya .
Hati Maxim mengeras sudah jelas Anna tahu dia tidak suka dipanggil Max . " berhenti apa ?!"
" Berhenti melakukan semuanya , berhenti mengikutiku , berhenti mengirim bunga atau whatever .." nafas Anna naik turun dia melirik Maxim dan pria itu pun sama kerasnya sama emosinya .
" kau yakin , " timpal Maxim .
" ya , hentikan semua usahamu karena itu membuatku sakit ..." Anna memegangi dadanya , dia takut memandang pria itu .
" katakan kau tidak pernah menginginkan aku .." ucap Maxim tajam pria itu berdiri setegar karang , suasana didalam mulai menjadi canggung karena kini mereka telah menjadi tontonan . Tapi sepertinya Maxim tidak peduli .
Anna memberanikan diri untuk menatap Maxim , " aku tidak menginginkan mu.." Anna segera berlari meninggalkan Maxim , tidak ingin pria itu melihat pertahanan dirinya telah runtuh .
Maxim menendang kursi di dekatnya dengan sekuat tenaga , begitu bencinya kah Anna padanya . Sekarang harga dirinya telah jatuh didepan staffnya sendiri .
" meeting dibubarkan .." ucap Maxim lirih dengan menunduk .
Tapi seorang manager berdiri dan menyelanya " pak maaf .."
" KAU TULI ! SAYA BILANG BUBAR!!" Semua orang dengan gemetar berhamburan keluar . Seharusnya hari ini mereka presentasi mengenai sebuah proyek besar tapi bagaimana dia bisa fokus jika dia ingin melempar semua kursi dan meja disini .
Lucas Stryder berdiri dari duduknya , dengan elegan dia merapikan jasnya . " hubungi aku jika kau sudah siap .." Lucas berlalu setelah menepuk bahunya . Ketegangan diantara mereka berdua telah luluh sejak kelahiran anak Lucas dan Jocie .
" dia menolak untuk akur dengan ku " Maxim meraup wajahnya dengan frustasi , tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan .
" akui kesalahanmu , minta maaf padanya .."
" bagaimana bisa aku minta maaf ,dia selalu menolak bicara denganku .." Maxim merebahkan badannya di kursi terdekat , menghirup nafas sebanyak mungkin .
" kalau begitu berikan dia waktu , jika dia mencintaimu ..., dia akan datang . " Maxim melirik saudaranya dengan malas . Idenya sangat konyol , bagaimana jika Anna semakin menjauh darinya .
" kau tahu kau sangat konyol , aku benci idemu .."
______
Anna langsung berlari tanpa menoleh , kenapa ia menyesal mengucapkan kata-kata itu . Tuhan , bagaimana jika dia salah . Lift berdenting di lantai satu , Anna segera membersihkan wajah mengerikannya . Saat ia keluar lift dia berpapasan dengan seorang wanita yang tidak asing . Dia pernah melihatnya dulu .
" Anna.." wanita itu tersenyum lalu memeluknya .
" maaf kau.." Anna memandang wajahnya begitu wanita itu melepaskan pelukan mereka .
" Angela , kita tidak pernah berkenalan langsung .." Angela mengulurkan tangannya dan Anna menerimanya . Angela wanita yang sangat cantik , Anna tahu Angela dan Maxim sangat dekat dan bahkan bisa dibilang serasi . Dibandingkan dirinya , Angela adalah wanita mapan dan kuat .
" kau sudah bertemu dengan Maxim , aku tidak menyangka kalian akan bersama lagi ." Angela mengiringi langkahnya .
Anna menggeleng , " saya baru saja mengakhirinya .." Angela ikut berhenti dan memandang wajah Anna .
" apa yang terjadi apa dia menyakitimu lagi ? "
" tidak , aku tidak tahu Angela . kalau ingat bagaimana dia membuang saya ..." Anna menunduk , mengusap air matanya diam diam .
" oh .. sayang , aku tahu itu pasti sangat sulit . aku tidak akan menghakimi kalian berdua tapi jika boleh memberi saran , berikan dirimu kesempatan . Tenangkan dirimu , jika memang menjauh darinya adalah yang terbaik . Jangan sampai kalian menyesal ..."
Anna terdiam mencermati ucapan Angela , hatinya saat ini sedang goyah .