Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 20



Anna.   Anna.    Anna.   Anna.  Anna


Dalam sekejap nama Anna tersebar luas di seluruh media sosial . Video pertengkaran Julia dan Maxim dalam hitungan detik telah ada di YouTube , Facebook , Instagram , kolom berita internet . Tangan Anna gemetar memegang ponselnya , bagian video bagaimana Maxim menyebutkan namanya diulang berkali-kali . Bahkan namanya menggema dibuat sedramatis mungkin , sebuah kolom berita menyebutkan sosok misterius bernama Anna telah merebut Maxim dari pelukan Julia .


Anna menangisi dosa yang tidak pernah ia lakukan , bagaimana orang bisa begitu kejam menulis berita tentangnya . Ia bahkan belum berpacaran dengan Maxim , tapi berita itu sungguh kejam . Ini semua salah Max of rascal , kenapa laki laki itu tidak berpikir sebelum berbicara . Bagaimana kalau orang orang tahu Anna yang disebut Max adalah dia , tetangga Max . Hati Anna sedih , bagaimana jika semua itu terjadi , lalu dia harus hidup dalam bayangan cemoohan orang . Masa remajanya sudah penuh dengan cemoohan Maxim , sekarang dengan kejamnya ia  harus hidup seperti itu juga . Anna hanya terdiam disudut kamar mandi Jocey , ia tidak bisa hidup normal lagi , ia tidak bisa hidup bahagia . Diam diam air matanya mengalir lagi , ia tahu sejak tadi Jocey memanggilnya , mungkin wanita itu khawatir . Lalu apa gunanya ia keluar sekarang , ia hanya ingin sendiri .


" Aku tidak tahu , sejak tadi dia tidak mau keluar ..." Jocey mengacak-acak rambutnya , sudah sekitar jam Anna berdiam diri di kamar mandinya . Ia tidak mendengar apapun kecuali suara rintihan tangis Anna .


" Apa yang harus aku lakukan , .." Jocey terdiam mendengar suara Luke diujung telpon .


" Ok segeralah pulang , take care honey .."


Jocey mendekat lagi , ia menempelkan daun telinganya di pintu kamar mandi . Ia berharap Anna tidak apa-apa didalam sana , ia tahu bagaimana perasaan Anna . Jika ia jadi Anna pun mungkin ia juga akan hancur , Anna gadis yang polos , ia jauh sekali dari hiruk pikuk dunia entertainment . Sekali terjerumus , justru Anna jadi sosok yang diberitakan buruk oleh media .


" Anna , aku mohon keluar sayang , aku sangat khawatir . Kita bisa membicarakannya Anna , aku mohon buka pintu ini.." Jocey mengetuk sekali lagi , pintu terbuka perlahan . Seperti sebuah cahaya harapan , Jocey langsung menarik tubuh sahabatnya kedalam pelukan .


Tubuh Anna kuyu dan layu , perlahan tubuhnya bergetar di pelukan sahabatnya . Yang bisa dilakukan Jocey adalah terus memeluknya , sampai gadis tenang kembali .


" Joce , hidupku sudah hancur , kenapa aku selalu ini ...."


" Ssshhh..., Tenang ok , kita akan menyelesaikan masalah ini ." Jocey menepuk-nepuk punggung sahabatnya .


Luke sampai di rumah kemudian , wajah pria itu dipenuhi kekhawatiran . Jas dan dasinya kusut , ia langsung lega begitu melihat sahabat istrinya sudah tidak mengurung diri di kamar mandi lagi . Jocey langsung menoleh padanya begitu sadar kehadirannya . Luke mengangguk , dan mendekat pada dua wanita itu .


" Maaf Jocey , aku sudah banyak merepotkan mu .." Anna mengusap beberapa air mata yang membasahi wajahnya , ia bahkan tidak menyadari jika suami Jocey ada disana .


" Tidak sayang , kamu sudah seperti saudariku , kita akan menyelesaikan masalah ini bersama-sama ."


" Yah Anna , kita akan mencari jalan keluar untukmu , kami punya beberapa kenalan , ku pastikan nama Anna tidak akan mengarah padamu .."


Anna berkedip mencegah air mata lainnya tumpah , ia sangat bersyukur dikelilingi orang orang yang menyayanginya . " Terima kasih , aku senang punya teman seperti kalian .."


Jocey mengangguk mengusap lengan sahabatnya , perhatian Jocey terpecah saat ponselnya berkedip . " Ini paman Jo "


Anna menyingkir dan menenggelamkan tubuhnya di sofa , sementara Luke berdiri di sebelah istrinya .


" Paman , "


" Jocey , apa Anna masih bersamamu ? Aku menelepon ke ponselnya berkali-kali "


" Ya paman Anna bersama kami , maaf dia masih sangat shock "


" Baby , biarkan aku bicara dengan pamanmu , " Jocey menyerahkan ponselnya pada Luke , dan pria itu menjauh sementara Luke bicara pada Jo di telepon.


" Aku harus ," Anna bicara tanpa menoleh pada temannya , pandangannya mengambang entah kemana .


" Anna , dengarkan aku sekali saja . Kau tidak aman pulang sendirian , jika aku tidak ada janji dengan dokter kandungan sore ini mungkin aku bisa mengantarmu pulang "


Anna menggeleng lagi , ia bisa gila bila terus menerus ada disini , ia tidak mau merepotkan Jocey maupun Luke . " Kalau begitu biarkan aku pulang dengan bus , aku janji akan baik baik saja "


" Anna .." Jocey hendak meledakkan marahnya pada Anna sebelum suaminya mendekat dan menyentuh bahunya .


" Jocey benar Anna , aku sudah janji pada Jo , kau akan pulang bersama seseorang " Anna merosot , ia yakin kedua orang ini tidak akan membiarkan dirinya pergi dari sini seorang diri .


" Baby , dimana Mike ?" Luke menunduk pada istrinya , menanyakan keberadaan bodyguard istrinya .


" Dia pergi beberapa jam yang lalu , " Jocey mengangkat bahu , jika tahu akan terjadi hal seperti ini mungkin Jocey tidak akan membiarkan pria besar itu pergi .


Jocey melirik Anna , gadis itu tenggelam dengan nyaman di atas sofa , nafasnya rendah dan teratur , ia menebak jika Anna tertidur karena kelelahan . Luke juga menyadari jika Anna tertidur dengan tenang , menyeret istrinya sedikit menjauh dari Anna .


" Calm down baby , biarkan dia tidur . Maxim akan sampai sebentar lagi , aku menelponnya sewaktu di jalannya tadi .." Jocey sedikit merenung .


" Aku tidak yakin kehadiran Maxim , bagaimana jika Anna justru histeris melihat max ? "


" Aku tahu , tapi kita tidak punya pilihan , aku sudah menghubungi Gilbert , kita akan segera menyelesaikan masalah ini " Jocey memeluk suaminya , jujur ia sedikit tegang dengan masalah ini . Gilbert adalah pengacara keluarga Stryder , pria itu sangat luar biasa dalam mengatasi masalah seperti ini . Jocey berharap Gilbert bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya , ia tidak bisa membayangkan jika para awak media menemukan siapa Anna sebenarnya .


" Terima kasih , aku sangat menghargai itu , Anna adalah sahabat ku , dia sudah seperti keluarga bagiku .." Luke membelai pipi porselen istrinya .


" Temanmu adalah temanku juga , lagipula Maxim adalah brand kita , kita akan menyelesaikan masalah ini " Jocey mengangguk , ia menutup matanya saat Lucas mencium bibirnya .


Maxim datang tergesa-gesa dari ruang depan , ia sedikit membersihkan tenggorokannya saat Luke dan Jocey berciuman di pojok ruangan sementara Anna terdiam sofa mereka .


" Hm , maaf mengganggu percintaan kalian ," Maxim menyuarakan batuk batuk kecil , Jocey melotot melihat kehadiran saudaranya . Wanita itu berjalan marah kearah saudaranya . Satu pukulan ringan mendarat di perut rata Max , pria itu pura pura meringis .


" Thanks sis , atas pukulanmu " Maxim meringis .


" You rascal ! Bagus kau sudah ada disini !"


" Aku tahu , aku kacau . Aku akan menerima saran apapun dari kalian , tapi kalian tahu aku sangat peduli pada Anna " Maxim menatap mata Jocey dan Luke bergantian .


Luke berjalan mendekat , satu tangannya tersimpan di saku celananya . Ia sudah terbiasa dengan scandal seperti ini , beberapa artisnya terdahulu juga pernah mengalami ini . Ia hanya perlu bertemu Gilbert esok hari , pria itu selalu punya rencana cerdik menyikapi scandal .


" Meeting besok pagi bersama Gilbert , pastikan pantatmu ada disana Max . " Maxim mengerjapkannya beberapa kali , kadang ia sedikit  kesal dengan sikap Lucas yang arogan . Tapi Maxim tidak punya pilihan , saat ini ia dalam naungan Stryder Group , ia membawa nama besar Stryder . Julia benar benar telah mengacaukan hidupnya , ia kadang menyesal telah mengencani wanita itu .


Tubuh Anna bergoyang goyang , ia merasa diguncang dalam sebuah kapal ditengah laut , sesuatu yang hangat membalut tubuhnya . Ia mengerjap beberapa kali , menyesuaikan cahaya lampu dimana dimana . Ini bukan kapal tentu saja , ia ada di sebuah mobil , tapi bagaimana ? Seingatnya ia tengah duduk di sofa ruang keluarga dirumah Luke dan Jocey .


" Anna , bagus sayang kau sudah bangun , tetap ditempatmu , aku akan mengeluarkan kita sebentar lagi " Anna melotot tidak percaya jika pria yang sedang menyetir di sebelahnya adalah Maxim . Pria itu menyetir seperti setan , ia menyalip beberapa mobil . Lampu jalanan tertinggal dengan cepat di belakang , dan ia tidak tahu mereka sedang berada dimana .