Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 43



Two years ago....


Anna memandang Billboard dari jendela tempat kerjanya bergambar Maxim , mantan pacarnya . Yah itu adalah kenyataan , seharusnya mereka sudah menikah sekarang . Tapi kenyataan tidak menginginkan itu .


Dua hari setelah Jamie menculiknya , Anna harus menerima kenyataan pahit , Max memutuskan hubungan mereka secara sepihak . Bukankah seharusnya pria itu khawatir padanya , dua hari Anna menghilang dan yang ia dapat adalah pernyataan Max di media bahwa hubungan mereka sudah berakhir .


Anna meratapi nasibnya masih begitu buruk , jika saja Jamie saat itu tidak begitu bodoh sehingga ia bisa kabur , mungkin saat ini dirinya masih menjadi budak **** Jamie . Orang tidak pernah Anna sangka akan menjadi sekejam itu . Untunglah saat ini Jamie dan ibu tirinya sudah menerima ganjarannya , membusuk dipenjara untuk waktu yang lama .


Dan kenyataan pahit lainnya adalah Anna tidak akan pernah kembali lagi ke rumah atau kota kelahirannya . Ia mempertaruhkan seluruh hidupnya , di kota asing menggelandang berhari-hari di kota yang tidak pernah dikenalnya . Hingga suatu hari ia bertemu seorang aktivis wanita yang menyelamatkannya , memberinya tempat tinggal , hingga kini ia punya pekerjaan dan apartemen sendiri meskipun itu kecil .


" Anna kau sudah menyelesaikan shift mu ? " Danny bertanya padanya saat Anna mengemasi barang-barangnya di loker .


" yeah aku harus segera pulang , aku sudah berjanji pada Katie akan membantunya di penampungan sore ini .." Anna tersenyum pada Dann lalu kembali sibuk pada tasnya lagi .


" yah hati hati di jalan Anna aku bisa mengantarmu jika kamu mau .." Dann memandangnya dengan penuh harap , Anna tahu Dann menaruh harapan padanya . Tapi Anna sudah mengatakan bahwa dia ingin menjalani hidupnya tanpa lelaki saat ini . Ia takut mengakui jika hatinya masih belum sembuh dan masih memikirkan Max .


" tidak Dann , thanks . Aku sangat menghargainya kamu tahu , ..." Dann hanya mengangguk , pria itu menggeser tubuhnya kesamping agar Anna bisa melewati lorong .


Anna sekali lagi tersenyum pada lalu meninggalkan pria itu , sebenarnya Dann bukanlah pria yang buruk . Dia adalah pemilik restoran ini yang tak lain adalah bos Anna , tapi kekayaan tidak membuat Anna langsung jatuh cinta pada pria itu . Dia ingin menyembuhkan hatinya dulu , luka hati yang ditorehkan oleh max masih sangat membekas dihatinya


Jocelyn sedang duduk di meja nomer 8 ketika Anna menoleh , di sebelahnya seorang gadis kecil bolak balik menatap antara dirinya dan Jocelyn .


" Jocie ..." Anna memanggil nama sahabatnya itu , Jocelyn tidak menjawab wanita itu justru menangis dan menabrakkan tubuh mereka dan memeluknya erat . Anna Juga merasakan kesedihan itu sudah dua tahun mereka tidak bertemu , bahkan Anna tidak mengabari dimana selama ini ia tinggal kepada Jocelyn .


" dasar bodoh , aku sudah mencari mu seperti orang gila . dan kau seenaknya hidup nyaman disini .." Nyaman , itu bukan kenyataannya , Anna menggeleng . air matanya sudah berhamburan di atas bahu Jocelyn , ia tidak peduli jika gaun mahal nya akan rusak .


" mommy , don't cry ..." seorang gadis kecil menarik ujung gaun Jocelyn , wajahnya sangat mirip dengan sahabatnya itu . dan kini Anna tahu gadis itu adalah putri Jocelyn .


" no sweetie , mommy tidak menangis " Jocelyn berjongkok dan mengangkat putrinya kedalam gendongan . Kemudian akhirnya memandang wajah sahabatnya yang sudah sangat dia rindukan selama 2 tahun ini .


" kita harus bicara Anna .." Jocelyn menuntut , Anna mengangguk dan menggiring mereka berdua keluar dari restoran . Sebuah mobil mewah telah menunggu mereka dan Anna yakin itu adalah Jocelyn .


" tempatku , Anna menawar " tapi Jocelyn cemberut , bukan ia tidak mau . tapi semua kebutuhan putrinya ada di hotel mereka . gadis kecil itu akan rewel jika tidak segera bertemu bunny boneka kelincinya .


" kita akan ke hotelku ok , kamu tidak akan bisa melawan lagi . kamu berhutang itu padaku .." Jocelyn menuntutnya , wanita itu masuk kedalam mobil . Anna mengikutinya dengan pasrah sepertinya ia harus menelpon Katie dan membatalkan janji mereka .