
Bunga bunga itu tidak pernah berhenti datang , setiap pagi dan sore . Bahkan Maxim selalu mengirimkan makan malam ke apartemennya , muncul ditempatnya bekerja meski pria itu tidak menyapanya . Anna sangat risih dan terganggu , belum lagi ketika dia pulang , Maxim pasti akan muncul dihadapannya , membuka pintu mobilnya . Dan ini adalah hari kesekian kalinya , Anna sudah tidak tahan lagi menghadapi Maxim. Menghadapi Danny yang selalu mengintervensi dirinya , yang jelas itu bukanlah urusan Danny .
" haruskah aku mengundurkan diri ..?" Anna menghirup nafas kesal saat Danny terus menanyainya perihal Maxim .
" aku tidak menyarankan itu..." Danny menggelengkan kepalanya , dia sedikit merasa bersalah .
" anda tahu bahwa saya sangat tidak nyaman dengan kondisi ini , saya sangat menghargai Anda Danny .."
Danny menghirup nafas panjang , " aku maafkan aku , aku hanya ingin melindungimu , aku janji tak akan menjadi seperti pria brengs*k itu ..."
" anda melakukannya lagi Danny , mendorongku ." Danny terkesiap , ia tidak menyangka akan melakukan kesalahan yang sama . Ia mundur selangkah untuk memberikan Anna ruang .
Seperti Danny mungkin Anna juga harus menghadapi Maxim , dia harus mengatakan pada pria itu untuk berhenti membuntutinya . Anna menatap gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dihadapannya . Ia tidak menyangka jika antara dirinya dan Maxim berada sangat dekat selama ini . Hotel ini dan tempat kerjanya hanya berjarak enam blok .
Anna melangkah di lobby saat seorang resepsionis cantik tersenyum ramah padanya , bahkan resepsionis itu tetap tersenyum ketika menyampaikan kabar bahwa ia tidak bisa menemui Maxim lockwood tanpa adanya janji . Anna mendesah pasrah , ia baru saja akan berjalan pulang ketika lift berdenting dan terbuka . Sosok laki-laki tinggi besar yang sangat Anna kenal , pria itu pun tampak kaget ketika melihatnya .
" nona Anna , bagaimana anda bisa sampai disini ? "
" Miguel ..." Miguel langsung memeluknya begitu mereka dekat , entah kenapa Anna sangat merindukan pria besar ini . Dia ingat bagaimana pria ini selalu melindunginya , meski Miguel hanya dibayar . tapi Anna merasa Miguel seperti ayahnya , memeluknya ketika ia takut .
" Mmm...aku...aku .." Anna tidak tahu kenapa susah sekali mengutarakan keinginannya .
" ayo nona , saya akan mengantarkan anda pada Mr. Lockwood .." Miguel menariknya menuju lift dan memencet lantai 10 , mungkin tempat Maxim sekarang berada . Hati Anna berdetak hebat , rasanya lebih menakutkan ketimbang wawancara kerja .
" nona kemana saja anda selama ini , Mr Lockwood menjadi mayat hidup semenjak Anda pergi .." Anna sedikit melirik pada Miguel , pria itu berdiri tanpa ekspresi .
" kenapa seperti itu , bukankah dia punya Julia .." Anna sangat miris mengucapkannya , hatinya seperti diiris tipis .
Miguel mengerutkan keningnya , " saya rasa Mr Lockwood tidak pernah menyukai Julia seperti anda , dia sangat berantakan nona " Anna memalingkan wajahnya , menatap bayangan wajahnya di dinding lift yang berkilau . Dia juga sama menderitanya , dialah yang tinggalkan selama ini , dia dibuang . Rasanya sangat sakit untuk melupakannya begitu saja .
Lift berdenting lagi dan terbuka , Miguel mengarahkan agar mengikutinya . Anna menghirup nafas panjang , dari nada bicara resepsionis tadi ia tahu Maxim sangat sibuk . Tapi apakah tidak apa apa ketika ia tiba-tiba muncul bersama Miguel , tidak ini adalah ide Miguel . Anna menggelengkan kepalanya , pria besar itu yang menyeretnya kesini .
Miguel membuka pintu ganda didepannya , dan menginstruksikan Anna agar masuk . Sementara Miguel tetap berada diluar Anna memberanikan diri untuk masuk . Langkah kakinya sangat nyaring , membuat beberapa pria yang duduk di meja konferensi saling menatapnya . Langkah Anna terhenti , semua mata kini tertuju padanya . Maxim duduk paling ujung , ada Brady disebelah kanannya dan Luke stryder ada disebelah kirinya . Sisanya Anna tidak mengenalinya , Maxim berdiri dan menjatuhkan pulpen ditangannya .
" Hai sweetheart , mau bergabung dengan kami .." Brady menyapanya mengangguk kearah Maxim .
Anna meremas tali tasnya , seperti dia datang di momen yang salah .