Maximilian's Love

Maximilian's Love
Bab 25



Ciuman itu baru berhenti ketika keduanya terengah-engah dan kehabisan nafas , Anna tidak bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya saat ini , seperti kembang api yang terus meledak ledak . Dan ia malu pada bibirnya yang merah dan membengkak , Maxim bahkan terus tersenyum memandangi mereka dari atas dahi mereka yang terhubung .


" Anna .. Anna... Anna..., Kau membuatku gila sayang . " Maxim mencuri satu ciuman cepat di bibirnya lagi , dan Anna hanya bisa pasrah sekali lagi . Tubuhnya seperti terbuat dari jelly , ia tegak karena bersandar pada pria itu .


" Kenapa kalian lama sekali , Maxim kau tidak lupa jadwal mu hari ini jam sepuluh kan . Jika kau terlambat Luke bisa membunuh kita " Angela melongo dari balik pintu dan dua sejoli yang baru dimabuk cinta itu bahkan tidak menoleh , terus menempel satu sama lain .


" Sial " Maxim merutuk tepat di depan wajah Anna , tidak bisakah waktu berhenti sehari saja . Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama wanita ini .


" Kau mau pergi ?" Bahkan Anna juga kecewa , ia pikir bisa bersama Maxim sedikit lebih lama .


" Sialnya iya . Maaf baby ,aku janji akan segera pulang setelah ini . Kau akan pulang dengan Angela , ke penthouse ku sementara aku bekerja ." Mendengar kata kata Maxim , Anna seperti baru saja menjadi seorang istri yang harus menunggu suaminya pulang .


" Aku tinggal di penthouse mu ?"


" Yah , itu yang terbaik , kau akan aman disana .." Maxim betah berlama-lama meraba sepanjang rahangnya , membuat ia merinding dan hampir saja tergoda untuk mengiyakan ajakan pria itu . Tapi bukankah mereka harus memulainya pelan pelan .


" Tapi aku bisa tinggal dirumah Jo ?" Maxim berhenti dan menatap pada Anna dengan tatapan tidak setuju . Ia ingin wanita ini ada ditempatnya ketika ia pulang nanti , ia ingin menciumnya lagi ketika malam hari dan bahkan ciuman selamat pagi .


" Dia benar Max , Anna baru saja mengalami hal buruk , tidak baik baginya tinggal di tempatmu sendirian .." kali ini Maxim balik menatap Angela , yang baru menyuarakan pendapatnya . Meski Maxim benci dengan ide itu , tapi semua argumen itu ada benarnya . Kesehatan psikis Anna adalah yang terpenting .


" Ok , kau akan dirumah ayahku , tapi untuk sementara ." Sementara ?  Kenapa hati Anna berdebar memikirkannya , dan ia sempat tersentak ketika Maxim mencium bibirnya untuk terakhir kalinya sebelum pria pamitan padanya . Entah sudah berapa kali hari ini mereka berciuman , bahkan tanpa malu pria itu melakukannya di depan Angela .


" Maaf " Anna menutup wajahnya yang memerah malu malu .


Tapi Angela justru menggeleng dan tersenyum lembut padanya , " kalian pantas bersama Anna , aku tidak pernah melihat Maxim sebahagia itu "  ya Anna rasa ia juga tidak pernah melihat pria itu benar benar tersenyum , sepanjang hidupnya ia hanya melihat keangkuhan , kemarahan .


" Sudah kuduga kau pasti cantik memakai gaun itu ."Angela meliriknya dari balik kemudi ketika wanita itu menyetir mobilnya menuju rumah keluarga Lockwood . Anna meremas ujung gaunnya , gaun lembut berwarna biru tua itu melekat pas diatas kulitnya . Sepanjang hidupnya Anna tidak pernah memakai gaun elegan seperti ini .


" Terima kasih sudah membelikannya untuk , aku tidak tahu harus membalasnya untuk mu , aku sudah sangat merepotkan mu ."


" Tidak Anna , aku selalu senang berbelanja untuk seseorang , lagipula kau tidak perlu khawatir . Aku menggunakan uang Maxim ." Wanita itu tersenyum lebar ketika berbicara padanya.


" Oh , kau yang mengatur keuangannya ?" Anna bertanya malu malu .


" Iya , untuk saat ini . Mungkin Jika kalian menikah nanti , kau yang akan melakukannya ." Lagi lagi Anna tersipu malu ketika Angela kembali menggodanya . Bahkan ide pernikahan sama sekali belum terlintas di kepalanya .


" Tapi , kami baru saja memulainya . Aku tidak tahu apakah..." Anna tidak berani melanjutkan kata-katanya .


" Aku sudah mengenal Maxim selama bertahun-tahun Anna , dia orang yang baik . Dan dia tidak pernah seperti ini terhadap wanita , bahkan dengan mantannya sebelumnya ."


" Apa maksudmu ?"


Angela menghela nafas setelah membelokkan mobilnya di depan pintu masuk rumah Jo . " Dia melakukan banyak hal Anna , bahkan tanpa kau ketahui . Yang artinya dia sudah tergila gila padamu , dan menurutku dia tidak akan melepasmu begitu saja "


Meski Anna sedikit tidak mengerti dengan semua ucapan Angela , tapi jika dipikirkan kembali . Apa jadinya ia tanpa pria itu , mungkin ia akan kehilangan dompetnya malam itu , atau bahkan kehilangan keperawanannya .


" Anna , " Anna kembali tersadar di dunia nyata ketika tangan Angela menyentuhnya .


" Apa kata kata ku menyakitimu ? Kau menangis sayang ." Dengan gugup Anna menghapus air mata di pipinya , bahkan ia tidak menyadarinya .


" Tidak , aku_aku hanya ____"


" Jangan pikirkan , jangan pikirkan hal itu Anna " Angela mencegahnya . Dan Anna mencoba melawannya , mencoba memikirkan sesuatu yang lain . Ketika ia menatap cincin Angela yang terlihat sangat cantik di jari wanita itu .


" Cincin mu sangat cantik Angela " Anna menatap lebih dalam cincin elegan dengan Kilauan berlian diatasnya . Angela tersenyum dan menimbang cincin itu diudara .


" Ini pemberian Nate , saat dia melamar ku " Anna bisa melihat kebahagiaan yang terpancar ketika Angela menoleh dan tersenyum padanya .


" Sangat ." Angela mengangguk . " Oh ya Anna , pernikahan kami sebentar lagi , kau bisa datang bersama Maxim nanti "


" Tentu aku pasti akan datang , aku ikut bahagia untukmu " Anna memeluk sekilas wanita itu .


" Ok , sebaiknya kita segera turun , kalau tidak kita mungkin akan terus berderai air mata disini ." Angela tertawa lebar sambil mengusap titik air disudut matanya .


Jo menyambutnya dengan pelukan hangat ketika Anna dan Angela memasuki rumah . Tidak pernah terbayangkan oleh Anna , jika keluarga ini tidak ada entah bagaimana nasibnya.


Jo memeluknya layaknya seorang putri , pria itu tidak hentinya bersyukur bahwa Anna bisa pulang dengan selamat . Meski pria itu juga mengutuk perbuatan bejat Bill dan David .


Anna menghabiskan sebagian besar waktunya dikamarnya , ia hanya akan keluar untuk makan malam . Dan ia sedikit kecewa ketika malam itu tidak ada Maxim di meja makan untuk bergabung dengan mereka . Hingga Anna mengubur kekecewaan nya didalam kamarnya , sampai ia jatuh tertidur . Lalu ketika ia bermimpi Maxim datang ke kamarnya , mencium keningnya . Anna saat itu hanya bisa membuka setengah matanya , pria itu tersenyum dan kembali mencium pipinya .


" Max ,..." Mungkin Anna merintih dalam mimpinya . Pria itu sangat dekat dengannya , aroma tubuhnya terasa menenangkan .


" Maaf membuatmu menunggu .." bisik Maxim tepat di telinganya .


" Max , aku sangat mengantuk ..." Anna kembali memejamkan matanya , padahal ingin sekali ia meraih wajah pria itu . Mimpi yang menyebalkan pikir Anna . Lalu ia merasakan kehangatan di sekujur tubuhnya .


Pagi itu sangat dingin , dan Anna memilih masih bergelut pada ranjangnya yang hangat . Hingga suara ketukan keras muncul dipintunya .


" Annie , waktunya sarapan sayang , jika kau tidak keluar aku akan mendobrak pintumu ." Itu suara arogan Brady , entah sejak kapan pria itu suka mengganggunya di pagi hari . Anna menggeliat dan merasakan sebuah tangan besar memeluknya.  Anna menoleh dan sangat kaget ketika wajah tampan Maxim ada diatas bantalnya .


Nafas Anna sempat tertahan ketika melihat pria itu bertelanjang dada , jantung Anna berdebar ketika ia menyingkap selimut mereka . Syukurlah karena Maxim masih memakai celananya , dan ia masih memakai kaos dan celana dalamnya .


" Pagi sunshine ," Anna terkejut ketika Maxim memaksa matanya untuk bangun dan pria itu menanamkan satu ciuman lembut di bibirnya . Sial kenapa ini terasa enak , apa orang bisa org*sme hanya karena ciuman .


" Kenapa melamun ? Jangan bilang kamu menyesal ?" Maxim berbaring menghadapnya , dan menggunakan satu tangannya sebagai sandaran .


Anna memegang ujung selimutnya rapat rapat , ia sadar jika ia tidak menggunakan apa apa selain kaos dan celana dalamnya .


" Tidak aku hanya kaget , kapan kau datang " tentu saja Anna tidak menyesal , hubungan ini sangat menakjubkan . Meskipun ia tidak pernah berkencan sebelumnya , dan ini adalah lonjakan yang besar .


" Aku pikir kau sadar saat aku menciummu tadi malam .."


" Aku pikir itu mimpi ..." Kilah Anna , dan ketika pria itu kembali memajukan wajahnya , Anna memblokirnya dengan tangannya .


" Max , aku belum menyikat gigiku !" Maxim tertawa renyah dan menangkap tangannya , memenjarakan tubuh kecilnya dibawah kekuasaannya .


" Memangnya aku peduli . ?" Selanjutnya adalah satu surga dunia yang tidak pernah Anna bayangkan . Ciuman Maxim sangat lembut , seperti lembutnya bibirnya yang mungkin sudah meleleh . Dan ketika Maxim meremas dadanya , satu erangan lolos begitu saja .


" Anna !" Anna dan Maxim kembali tersadar dan menatap horor kearah pintu karena suara gedoran yang selanjutnya terdengar .


" Aku bersumpah mendengar suara erangan mu Anna ! Jika kau sedang menonton film porno , aku akan benar-benar mendobrak pintumu !"


" Aku akan segera keluar Brad ! " Anna menutup wajahnya , sialan Brad pasti tadi mendengarnya . Bagaimana ia bisa keluar dari pintu itu dengan selamat , dengan Maxim di dalam kamarnya .


" Brady sialan !" Umpat Maxim , pria itu bangkit dari tidurnya dan membiarkan Anna menikmati setiap lekukan otot di dada dan perutnya .


" Kau akan keluar atau akan terus melongo disitu , sayang ?"


" Aku_aku akan ke kamar mandi dulu " Anna bangkit ketika Maxim menyambar kaosnya dan memakainya . Dan ketika ia berjalan ke kamar mandi ia melupakan satu hal bahwa ia hanya memakai kaos dan celana dalamnya .


" Pant*t yang bagus sayang ?" Maxim bersiul dan tersenyum nakal saat Anna berbalik dalam keterkejutannya . Sialan , ia cepat berlari dan bersembunyi dibalik pintu kamar mandi . Ini pagi yang indah atau sial . Karena jantungnya sekarang tidak berhenti bernyanyi .


To be continued