
Wanita itu tersenyum penuh sensual padanya , Maxim benci melakukan ini . Bertemu secara tidak sengaja saja dia malas , apalagi berada dalam kamar hotel seperti ini bersamanya , dan sialnya Gilbert Mason mengharuskannya menemani wanita itu sendirian . Terkutuk lah Gilbert , jika rencana ini tidak berhasil , ia bersumpah akan mencekik leher pengacara itu .
" Sudah kuduga kau pasti merindukanku .." Maxim hanya mengamati wanita itu , biarkan wanita itu terpesona sejenak .
Dengan sangat sensual Julia berjalan menghampirinya , dres ungu ketat dan melambai lambai diatas lututnya itu sangat kontras dengan warna kulitnya . Tapi Maxim tidak peduli dengan apa yang dikenakan wanita itu .
Julia memeluknya menjalankan jari jarinya di sepanjang rahangnya . Maxim yang risih menangkap tangan wanita itu , menghempaskannya sangat keras . Membuat Julia sedikit meringis karena kesakitan .
" Kenapa kau kasar padaku ..?"
" Aku disini bukan untuk bermesraan dengan mu " Maxim mendengus .
" Kau berubah Maxim , kenapa kau berubah ? Pasti karena wanita itu kan ? " Julia merengek dan mencoba mengeluarkan butiran air matanya .
" Tentu saja , dia lebih baik daripada kau " mata Julia melotot ngeri , dihapusnya air mata yang susah payah ia keluarkan .
" Dengar , dia tidak pantas bersama denganmu ! Aku akan pastikan wanita itu hancur ! " Desahan nafas Julia turun naik tak menentu .
Mata Maxim juga membulat karena kaget , " kau tidak bisa melakukannya , kau tidak akan pernah menyentuh Anna ku , tidak seujung kuku pun !"
" Aku bisa Maxim ! Aku akan menghancurkan Anna sehancur hancurnya !" Wanita ini pasti sudah gila , wajahnya berubah seperti tomat yang siap meledak . Kemudian ia tersenyum penuh kemenangan , membuat Julia tidak mengerti . Kemudian pintu terbuka , Gilbert dan Luke masuk beriringan .
" Apa apaan ini ?!" Julia menusuk Luke dan Gilbert dengan tatapan mautnya .
Ketiga pria itu saling tersenyum penuh kemenangan , sorot mata Julia menangkap sesuatu yang tidak beres , tanpa ia sadari ia mundur kebelakang karena ketakutan . " Kalian menjebakku !"
Gilbert menggeleng , " ini bukan jebakan Miss..., Runfourd ?" Gilbert menaikkan alisnya , membuat Julia semakin tidak mengerti .
" Tapi kami ingin kau membuat konferensi pers , dan mengakui kesalahanmu " mata Julia nyalang menatap antara Gilbert lalu Lucas Stryder , ia tahu laki laki itu , dia adalah miliarder termuda di kota ini .
" Aku tidak akan pernah melakukannya !!" Julia menggeram , menggertak kan gigi giginya .
" Kau akan melakukannya Miss Runfourd , atau ancaman mu terhadap klien kami Anna , akan naik ke pengadilan ." Ucapan Gilbert membuat Julia merinding , ia tahu pengacara terkenal ini , siapa sebenarnya Anna bagaimana bisa Gilbert menjadi pengacaranya .
" Kau tidak bisa melakukannya , aku tidak takut " Juliaa bergeming .
" Dengan sangat mudah kami bisa melakukannya ," Gilbert mengeluarkan sebuah tablet dan memutar percakapan Julia dengan Maxim beberapa menit yang lalu .
Mata Julia membulat sempurna , tamatlah riwayatnya . Bagaimana mereka bisa mendapatkannya , wajah ketiga pria itu penuh kesombongan . Jika saja ia tahu bahwa pertemuan ini hanya sebuah jebakan
" Karirmu sudah hancur Julia , bayangkan jika kasus ini menguak diudara , tidak satu sutradara pun yang mau memakaimu " ucapan Maxim membuat kepala Julia pusing , ia menggeram dan menangis .
" Kalian baj*Ngan !"
__________
Mata Julia masih sembab dan memerah karena ia menangis semalam , ribuan blitz kamera membidik wajahnya , beruntung kacamata hitam melindungi mata sembabnya .
" Julia , apa yang ingin anda sampaikan ?" Salah satu reporter berdiri mewakili ratusan reporter di depannya .
Julia menarik nafas panjang , Gilbert berdiri di sudut mengawasinya , dan Julia sangat membenci pria itu .
" A_aku_ ingin menyampaikan bahwa aku dengan Maxim sudah berakhir " Julia memejamkan matanya , ribuan pertanyaan terlontar dari beberapa reporter , sebagian dengan tenang menunggu reaksinya .
" Yah seperti kalian tahu , pemberitaan belakang ini bahwa kami berpisah karena adanya kdrt ataupun wanita lain " Julia menatap para paparazi didepan wajahnya yang dengan setia menunggunya bicara .
" Aku mengarang semuanya , ya aku mengarangnya karena aku tidak mau Maxim memutuskan ku " Julia tersedu , ia sangat menyesal keputusan bodohnya membuat Maxim membencinya .
" Lalu kenapa kalian berpisah ?" Salah satu reporter bertanya , lalu yang lainnya ikut mengiyakan .
" Miss Runfourd akan menjelaskannya ," Maxim melemparkan lirikan pada Julia , hari ini adalah tentang Julia , ia ingin wanita itu mengungkapkan segala kejahatannya sendiri .
Beberapa reporter kembali menyoroti Julia , " aku berselingkuh dari Maxim , a_aku sangat menyesal " terdengar riuh para reporter , ia yakin sekarang wajahnya sudah tersebar di berbagai media .
" Dan....ia menangkap basah kami tidur bersama ..." Ribuan pertanyaan dan blizt kamera saling bersahutan . Maxim berdiri dari duduknya , ia lega akhirnya masalah ini akhirnya selesai .
" Maxim , bagaimana dengan wanita bernama Anna ..?" Salah satu reporter menghalangi jalannya , sebuah mikrofon besar disodorkan didepan wajahnya .
Maxim berpikir sejenak , ingin ia berteriak pada dunia bahwa ia mencintai Annabelle Hunt . Tapi ia tidak akan mengatakan hal yang bisa membuat Anna lebih membencinya .
" Dia bukan siapa siapa , sama halnya Julia , aku juga mengarangnya " Maxim menyingkirkan mikrofon sialan dari jalannya , meninggalkan beberapa reporter yang mungkin semakin menggila .
Itu yang terbaik untuk Anna , tidak akan ada lagi paparazi yang akan mengejarnya .
_____
" Dia bukan siapa siapa , sama halnya Julia , aku juga mengarangnya "
Tangan Anna gemetar saat mendengar kata kata yang diucapkan Maxim didepan para pemburu berita . Betulkah itu yang ia inginkan , tidak diinginkan Maxim lagi , pria itu sudah menyerah padanya . Kenapa rasanya sungguh menyakitkan .
Anna berlari mengitari kompleks perumahan dengan beberapa air mata yang kadang kadang keluar . Ia benci menjadi lemah , beruntung saat itu keadaan cukup sepi . Tidak ada yang berolahraga selain dirinya .
Sudah dua Minggu sejak konferensi pers itu , tidak ada lagi bayangan Maxim di dekatnya . Kenapa ia merasa kesepian , bukankah ia sudah terbiasa dengan ini . Tapi kenapa ini terasa sangat menyedihkan .
Ia ingat beberapa hari lalu Nat dan Sarah mendesaknya agar mengantarkan mereka ke rumah orang tua Maxim . Mereka masih berpikir bahwa Anna dan Maxim adalah sepupu .
" Anna ayolah , bukankah kau sepupunya " desak Nat saat itu .
Anna benci harus berpura-pura , kenapa saat itu Maxim muncul dan melontarkan kebohongan itu .
" Aku harus bekerja , aku tidak punya waktu untuk itu " Anna mengemasi barang-barangnya , ia tahu bahwa dia gadis itu sangat marah padanya .
" Sudah kuduga dia memang menyebalkan " ucap Sarah , dan Anna hanya menelan semua itu .
Dan Anna bahkan tidak menyangka ketika dua hari kemudian , Sarah mengirimkan undangan pesta ulang tahun dirinya . Anna tidak pernah berpesta sebelumnya , apalagi dengan Sarah si anak kaya itu .
Sebelumnya ia ingin mengabaikan undangan itu , tapi kenyataan hidupnya yang super sialan menyedihkan , menuntutnya untuk mendatangi pesta itu .
Tentu saja rumah Sarah sangat besar , rumah itu adalah sebuah mansion mewah , sebuah air mancur megah ada didepannya . Teras depan rumah Sarah lebih mirip seperti lobi hotel ketimbang hunian pribadi .
Sarah dan Nat menyambutnya dengan senyuman lebar , sejak kapan dua gadis ini bersikap ramah padanya , jelas jelas dua hari lalu mereka membencinya .
Anna menepis semua itu , ia akan berpositif thinking pada Sarah dan Natalie , mereka berhak mendapatkan itu . Dan Anna akan bersenang-senang malam ini , dan melupakan Maxim sialan yang selalu ada di dalam kepalanya .
Anna yakin ia tidak mabuk saat ini , ia hanya menenggak dua gelas cocktail dan sebuah bir pemberian , Brittany . Ia ingat bagaimana Brittany tersenyum culas padanya , Anna hanya memikirkan minum akan membuat Maxim hilang dari kepalanya .
" Hei Anna kau tidak apa-apa ?" Sarah muncul di belakangnya , wajah gadis itu tidak menampilkan kecemasan seperti pertanyaannya . Anna menangkap sedikit ulas senyum di bibir Sarah .
Tapi kepalanya pening dan badannya sangat panas , jantungnya terpompa dua kali lipat lebih cepat . Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya , tubuhnya menimbulkan reaksi seperti terangsang .
Anna menggeleng membunyikan , perasaan gugupnya . Tidak mungkin ia sedang terangsang saat ini , ia bahkan sedang tidak bercumbu dengan siapapun .
" I'm ok , " Anna berjalan menjauhi Sarah , dan yang Anna tidak tahu , Sarah dan Natalie terkikik geli di belakangnya .
" Rasakan itu ******* kecil " Sarah memandangi kepergian Anna dari kediamannya .