Lovely Wife

Lovely Wife
penyiksaan



sinar matahari nampak cantik menguning di ujung barat, disaat itu pula Avil tengah sibuk merawat taman bunga baby breath yang nampak layu. Avil memberinya pupuk dan menyiraminya. ia mencoba mencari kesibukan agar tidak sedih mengingat kejadian yang ia alami.


selesai merawat bunga, Avil masuk ke dalam paviliunnya ia bersiap untuk mandi, ia melihat jam dinding saat ini sudah pukul 18.45 dan sebentar lagi Dero akan kembali ke mansion.


****


"gadis itu adalah tawananku, sebaiknya ku apakan dia. hutang Luis masih cukup banyak. sebaiknya dia kubawa ke tempat Casino nanti malam. "


pukul 7 Dero meninggalkan perusahaan, bersama Kenz dan mobil sportnya ia melaju kencang menuju mansion.


"siapa nama gadis itu? "


"Avil tuan. "


"setelah ini suruh dia menemuiku di ruang tengah tengah. "


"baik tuan. "


tak lama kemudian tibalah Dero di mansion, dan Kenz mengubungi Lily agar membawa Avil menemui Dero.


Avil berjalan dibelakang Lily menuju ruang tengah yang sudah ditunggu oleh Dero. melihat raut muka Dero perasaan Avil sudah tak enak. ia merasa akan terjadi sesuatu.


"kau, malam ini ikut ke Casino, Lily bawa dia ke ruang fitting."


"baik tuan."


Lily mengajak Avil menuju ruang fitting, di ruangan tersebut terdapat banyak pakaian wanita terutama gaun dan dress. Avil bingung kenapa Lily membawanya ke ruangan ini.


"aku harus pergi, kamu akan di bantu oleh 2 pelayan itu. " Lily kemudian keluar meninggalkan Avil di ruang fitting


"maafkan saya Avil. kupikir tuan menyukai masakanmu nyatanya kamu dibawa ke ruang fitting ini. sungguh mungkin ini malam terakhirmu."


setiap wanita yang berurusan dengan Dero dan atau membuat kesalahan akan di bawa ke ruang fitting dan mereka akan dibawa keluar menuju Casino dan lepas dari Casino sudah tak terdengar kabarnya lagi.


Avil diminta duduk oleh pelayan itu, lalu 2 pelayan itu sibuk mendandani Avil dan memilihkan baju. Avil bingung kenapa dirinya didandani sangat cantik bak tuan putri hingga dirinya pun terkagum sendiri.


akhirnya pelayan selesai mendandani Avil, ia juga sudah menggunakan gaun. 4 pengawal Dero sudah menunggu Avil didepan pintu ruang fitting. tak lama kemudian Avil pun keluar, ia terlihat sangat cantik para pengawal pun tak henti melihatnya. Avil berjalan menuju ruang tengah menunggu Dero.


pukul 20.30 Dero turun dari lantai atas, sorot matanya langsung tertuju pada Avil yang berdiri pinggir sofa dengan balutan gaun dan sepatu tinggi. ia tak menyangka Avil akan secantik ini


"ia terlihat sangat cantik, sungguh aku tak menyangka."


"heisss apa yang ada dalam pikiranku dia adalah tawananku, bukan levelku."


Dero mendekati Avil yang tertunduk malu, ia tak biasa mengenakan gaun mewah seperti itu.


"cepat ikuti aku. dan jangan banyak bertanya. "


****


sampailah rombongan Dero dan Avil di Casino yang letaknya di tengah kota. mereka pun masuk dan disana sudah cukup ramai pelanggan Casino yang rata-rata adalah kalangan VVIP.


Dero menyapa semua pelanggan di Casino yang tengah asik bermain.


"Tuan Derooooo... anda membawa kuntum baru (sebutan untuk wanita-wanita di Casino milik Dero). "


"yaa seperti yang kau lihat. "


Dero, Kenz, Avil dan para pengawal menyapa pelanggan satu per satu. hingga tibalah mereka pada meja khusus dimana meja itu khusus untuk tamu VVIP platinum (pemain casino dengan koin termahal)


"selamat malam tuan Dero, nampaknya ada yang baru, nampak masih bersegel. " celetuk Marcus ia adalah Ceo perusahaan pengolahan makanan.


"tentu saja, kali ini berbeda dengan biasanya tentu dengan harga yang berbeda. "


"berapapun aku menyanggupinya. " Marcus sudah jatuh hati sejak pertama melihatnya


"ini tugasmu malam ini. kau harus menemani pelanggan"


Dero dan para pengawalnya meninggalkan Avil di meja Marcus.


"haiii manis, malam ini kamu harus bersenang-senang denganku. "


ucapan marcus sangat membuat Avil geli. ia juga merasa takut dengan situasi itu. Avil berusaha untuk kabur namun marcus mencegahnya. marcus menarik tangan Avil berjalan menuju suatu ruangan.


ruangan itu gelap hanya ada 1 lampu kecil yang menyala, Marcus mulai menggerakan tangan nakalnya untuk menyentuh Avil. tak tinggal diam Avil berusaha mengelak.


hal itu membuat marcus semakin bersemangat, ia mencekram rambut Avil dan mendorongnya ke tembok sehingga Avil terhimpit. Marcus hendak melayangkan ciuman pada bibir mungil Avil namun Avil berhasil menangkis nya


ia berlari namun Marcus berhasil menarik gaun Avil hingga robek. marcus menarik kencang tangan Avil sementara Avil berusaha meloloskan diri ia mencakar tangan Marcus dan menampar wajah Marcus, sehingga membuat Marcus sangat marah.


ia pun membalas menampar pipi kanan Avil hingga merah.


"dasar kau wanita sialan, beraninya kau menamparku, tak akan ku biarkan kau lari dariku. kau harus membayarnya. ".


"heii tuan lepaskan, "


Marcus mendorong Avil ke tembok dengan sangat keras hingga ia kesakitan. Marcus menampar keras pipi Avil dan menjedotkan kepala Avil pada tembok sehingga keningnya terluka.


Avil berusaha untuk menyelamatkan diri ia juga berteriak minta tolong namun ruangan itu kedap suara. akhirnya Avil melepaskan sepatu tingginya dan memukul kepala Marcus dengan sangat keras menggunakan sepatunya.


Marcus terjatuh dan berteriak kesakitan, disitulah Avil melarikan diri. ia berlari sambil menangis. kondisinya sangat memprihatinkan penuh luka dan gaunnya sobek berderai.


"Ya Tuhan lindungi aku, kemana aku harus pergi, aku tak tahu dimana. kemana aku harus pulang. "