Lovely Wife

Lovely Wife
Ditinggal lagi



Abel terus bergelayut di lengan suaminya sambil menuruni tangga. Ia kesal suaminya memberi tahu mendadak akan berangkat ke kota B. Ini hari minggu tentu saja Abel sangat kesal. Waktu yang harusnya di habiskan bersama keluarga harus di relakan lagi untuk bekerja.


Abel tidak kuatir lagi Davin keluar kota karena ditemani sekertarisnya seperti dulu. Tapi karena memang ini hari Minggu yang harus ia gunakan waktu berdua bersama suaminya.


Abel masih memeluk erat perut suaminya tanpa rasa malu di hadapan mama papanya. Davin jadi antara tega dan tidak tega meninggalkan Abel. Sebenernya ia juga masih ingin berdua Abel. Ia masih belum puas semalam, ia ingin memainkan lagi beberapa part, tapi keadaan mendesak ini harus ia selesaikan.


"Abang janji, besok kalau urusan sudah selesai Abang langsung pulang!" ucap Davin.


"Kenapa nggak berangkat besok aja sih Bang, kenapa harus sekarang."


"Besok Abang mau selesaikan secepatnya, kamu baik-baik ya dirumah. Ada Mama Papa adik-adik kamu, tadi katanya mau ke butik pilih baju untuk acara kita nanti." Davin memegangi kedua pipi istrinya.


Ervan berdiri dari sofa menarik tangan Abel. "Udahlah Sayang, kenapa anak Papa jadi manja gini. Suami kamu ada pekerjaan mendadak kalau kamu merengek-rengek begini, Davin bisa nggak tenang kalau kerja."


Abel hanya menunduk kali ini tidak ada lagi alasan mencegah keberangkatan suaminya. Davin meraih pinggang Abel lagi, melingkarkan tangannya.


"Sayang, Abang pergi dulu ya. Sebentar lagi pesawat Abang boarding, Abang harus buru-buru Abang ikut penerbangan komersil."


"Iya. Abang hati-hati. Jangan lupa kabari Abel secepatnya kalau sudah disana."


"Gadis baik, gitu dong dari tadi," canda Davin. Davin mencium kening Abel lama, karena tidak mungkin mencium bibir istrinya di hadapan mertuanya. Tangannya mengelus perut Abel dan kepalanya menunduk mencium perut Abel berkali-kali.


Abel mencium punggung tangan suaminya dan mengantarkan kepergian Davin ke teras. Pak Amar membuka kaca depan mobil menunduk sopan berpamitan. Sedangkan suaminya di melambaikan tangan dari kursi belakang. Abel menatap kepergian suaminya dari teras dengan ikhlas sekarang.



"Kakak, ayo kita mau ke mall," celoteh Raydan di bocah kecil yang menarik baju kakaknya.


Ia sebenarnya sudah rencana dengan suaminya akan ke salah butik rekomendasi mama mitha untuk membeli baju keluarga untuk acara empat bulanan bayinya. Tapi karena suaminya pergi mendadak ke luar kota ia akan pergi bersama keluarganya.


*****


Abel dan keluarganya sudah tiba di salah satu butik di dalam Mall di Ibukota. Abel tinggal mengambil saja bajunya dan seluruh keluarganya karena Mama Mitha sudah memesan dan membereskan semuanya.


Setelah melakukan fitting. Abel merasa puas dengan gaun warna biru toska itu. Tidak ada detail yang perlu di tambah atau di kurangi pada bajunya. Begitu elegan dan cantik, Abel tidak perlu waktu lama untuk setuju pilihan ibu mertuanya.


Ervan sudah membawakan paperbag yang berisi pakaian yang akan di kenakan keluarganya nanti. Pak Lemin sopir Abel langsung mengambil belanjaan dari tangan Ervan dan membantu membawakan ke mobil.


Kebetulan sedang berada di dalam mall Abel mengajak Mama Riri menemaninya ke toko pakaian dalam. Abel merasa bra yang ia kenakan sudah sangat sempit semenjak hamil. Mama Riri pun ikut mengekor menemani Abel ke toko pakaian dalam.


.


.


.


.


.


.


Next...