
saat itu usia Avil 5 tahun, ia baru saja mendarat di bandara Heathrow Inggris. ketika hendak mencari taxi Avil terpisah dari orang tuanya yang tiba-tiba lepas dari genggamannya. Avil sangat ketakutan ia mencoba memanggil ayah dan ibunya sambil berlari tanpa arah.
"ayah... ibu"
Avil memanggil tanpa henti, ketika ia sadar tak ada satupun jawaban dari kedua orang tuanya ia pun menangis ditengah keramaian orang yang berlalu lalang. Avil menangis tanpa henti sambil menyebut ayah dan ibunya
"ayah.. ibu kalian kemana, Avil takut"
melihat Avil yang menangis tanpa henti nenek Suni mencoba mendekat dan berusaha menenangkan Avil.
"Hai nak, sudah jangan menangis nenek akan membantumu ke bagian informasi untuk mencari orang tuamu.. tapi kamu harus berhenti menangis ya, matamu akan bengkak jika kamu terus menangis"
Avil yang sedari tadi menangis akhirnya mengusap air matanya dan beranjak dari kursi. ia mengikuti sang nenek sembari menggenggam tangan sang nenek. ia takut akan keramaian di bandara yang membuatnya terpisah dari orang tuanya.
"anak manis siapa namamu.. ? " nenek Suni berusaha menenangkan Avil
"Avil nek"
"nama yang indah, berapa usiamu nak"
"5 tahun nek"
"anak pintar, kita akan segera sampai di bagian informasi dan kita akan membuat pengumuman untuk mencari ayah dan ibu"
"nenek,, terimakasih sudah menolong Avil"
"tentu anak manis"
Nenek Suni dan Avil sampai pada bagian informasi, disana mereka mencoba membuat membuat pengumuman untuk mencari ayah dan ibu Avil, mereka menunggu selama 2 jam namun nihil. orang tua Avil tak kunjung datang. Avil pu kembali menangis kini ia benar-benar kehilangan orang tuanya.
"ayah ibu kenapa kalian meninggalkan aku sendiri"
"sudah nak jangan menangis, Avil ikut nenek pulang saja, besok kita coba cari lagi orang tuamu, sekarang sudah mulai sore sebaiknya kamu ikut nenek pulang.."
Tanpa ragu-ragu Avil pun ikut berjalan dengan nenek Suni, entah mengapa tak ada rasa takut menyelimuti ketika ia bersama nenek Suni.
"kamu pasti lapar nak, nenek akan segera memasak makanan lezat untukmu, sudah jangan bersedih, orang tuamu pasti akan kembali"
"iya nek, terimakasih sudah menolongku."
"nenek Suni, " ucap Avil sembari tersenyum
"aahh kamu memang anak yang manis. sebaiknya kita segera pulang dan makan"
.........
sampailah mereka dirumah nenek Suni yang kecil namun terasa hangat dan nyaman. Avil melihat kanan kiri pada setiap sudut rumah nenek sun Suni. berjalan setapak demi setapak tak terasa lelah pun menghampirinya. ia pun merebahkan badannya pada sebuah sofa diruang tengah
"tidurlah,, nenek akan memasak untukmu. akan nenek bangunkan setelah semuanya siap"
"baik nek"
tak lama Avil pun terlelap tidur, dan nenek bergegas untuk memasak. nenek Suni sangat senang kini ia tidak sendirian ia ditemani oleh Avil. namun ia juga merasa kasihan pada Avil yang harus berpisah dengan orang tuanya. anak sekecil Avil pasti sangat ketakutan..
"nenek berjanji akan merawatmu nak jika memang kamu tidak menemukan orang tuamu. nenek akan melindungimu, merawatmu"..
Akhirnya nenek Suni selesai memasak hidangan untuk Avil. ia segera menata makanan dimeja makan tak lupa ia menyiapkan buah untuk Avil. ia pun berjalan menuju sofa dan membangunkan Avil yang terlelap
"Avil, bangun.. nenek sudah selesai memasak ayo kita makan, kamu pasti lapar"
"euuuhhh.. nek Avil lapar"
"sudah kuduga pasti kamu lapar.. ayo kita makan"
Avil berjalan menuju meja makan, ia terpana melihat meja makan penuh dengan makanan yang sangat menggoda selera
"nenek banyak sekali, "
"iya, nenek khusus memasak ini semua untukmu nak.. ayo segera kita makan"
"baik nek, terimakasih untuk makanannya"
Avil dan nenek pun asik menikmati makan malamnya, dengan suasana gerimis kecil dikota london.