Lovely Wife

Lovely Wife
Maaf



Abel yang penasaran berjalan dengan buru-buru. Davin malah cemas melihat istrinya yang berjalan dengan sangat cepat.


"Sayang! kamu lupa kalo lagi hamil. Kenapa kamu jadi sibuk urusin urusan orang lain." Davin menghentikan langkah Abel.


Abel kembali mengandeng lengan suaminya menyeretnya berjalan lagi. "Abang, kalau ada hubungannya dengan pelakor, wanita manapun pasti penasaran."


Davin hanya bisa pasrah ingin menghentikan Abel, karena apapun alasannya sepertinya tidak mempan. Abel masih mengebu ingin mencari wanita yang bernama Tante Mirna.


Abel melihat banyak orang yang berkerumun dan ikut penasaran mendekat. Banyak orang melihat seorang ibu-ibu yang menarik-narik rambut seorang wanita tanpa belas ampun. Tidak ada yang berani memisahkan ataupun melerai karena ibu-ibu itu semakin garang ketika di lerai.


"BERANI SEKALI KAU MENGODA SUAMI SAYA, SAYA LENYAPKAN KAMU!" suara ibu-ibu itu terdengar menggelegar hingga siapa saja pengunjung resto di mall ini pasti mendengar.


Aksi ibu terus sambil jadi tontonan pengunjung mall karena satu persatu yang berusaha melerai ia tendang. Tangannya tak melepaskan menjambak dan mencakar wanita yang hanya menunduk, karena malawan pun sepertinya dia sudah kalah start dengan ibu-ibu itu.


Abel akhirnya menemukan ibu-ibu itu, yang ternyata masih punya hubungan keluarga dengannya. Tante Mirna terus melakukan aksi jambak-menjambak. Abel menutup mulut malah merinding melihat Tante Mirna yang berbuat kasar pada wanita yang hanya menunduk tertutupi rambut.


"Abang pisahin Bang! ini penganiayaan!" teriak Abel panik mendorong suaminya.


Davin tampak ragu, karena satu sekuriti yang melerai saja tersungkur jatuh. Tapi Tante Mirna masih punya hubungan saudara dengannya. Ia tak boleh membiarkannya jadi bahan tontonan dan bertindak anarkis.


Davin mendekat, mencoba meraih tubuh Tante Mirna yang terus menarik rambut wanita itu dengan kuat. Tapi tubuhnya sangat kaku.


"Tante sudah Tante, lihat! banyak orang yang melihat Tante." Davin Masih berusaha melerai Tantenya.


"JANGAN GANGGU SAYA! SAYA HABISI KAMU JA-LANG!"


Davin tersungkur ketika Tante Mirna mendorongnya.


Sampai akhirnya datang dua orang securiti berpakaian hitam berhasil melerai keduanya dan mengehentikan aktifitas Tante Mirna yang menghebohkan itu.


"Ibu! kalau ibu membuat keributan di sini saya akan bawan ini ke kantor polisi!" kata salah sati securiti yang menahan Tante Mirna.


"Saya hanya mau kasih pelajaran wanita ini." Tante Mirna masih kekeh meraih tubuh Floris.


Securiti mulai membawa Tante Mirna ke ruangan keamanan Mall.


"Sayang, aku mau temani Tante Mirna sebentar, kamu tunggu disini." Davin meminta ijin pada Abel. Abel menganguk mengiyakan.


Wanita yang di aniaya Tante Mirna mulai bangun dari lantai, ia menyibak rambut yang menutupi wajahnya. Wajah wanita itu nampak banyak tergores cakaran. Bukan itu yang membuat Abel kaget, tapi wajah di balik rambut tadi. Wanita itu adalah Florista, orang yang juga ia benci.


Tapi melihat keadaan Floris yang tidak berdaya dan acak-acakan, ditambah lagi pengunjung tidak ada yang menolongnya karena ucapan Tante Mirna yang bilang dia pelakor. Abel merasa jadi ikut iba dan sedih.


Floris menurunkan tangannya dan nampak darah keluar dari pelipisnya.


"Astaghfirullahaladzim Flo." Abel meraih tisu yang ada di tasnya. Ia juga datang menghampiri Floris dan membantunya menahan darah yang terus di pelipis.


"Floris sepertinya ada luka robek, kamu harus segera ke klinik." Abel panik, tapi Floris seperti kesakitan dan lemas.


"Pak tolong bantu saya bawa dia ke klinik Mall." Abel meminta bantuan securiti yang masih di TKP.


Abel membantu Floris berdiri di bantu securiti. Floris melihat Abel sekilas di tengah rasa sakit yang hebat di kepalanya.


"Ngapain di bantuin Mbak, dia kan pelakor," kata ibu-ibu salah satu pengunjung.


"Ya Mbak ngapain, biar tahu rasa dia!" sahut ibu-ibu yang lain.


Abel hanya tersenyum pada ibu-ibu itu sambil terus melangkah membopong tubuh Floris. Jika ditanya sebenci apa Abel pada Floris, tentu Abel sangat benci pada orang yang hampir mencelakai dirinya dan bayinya.


Hanya saja sekarang orang itu, sangat membutuhkan pertolongannya ditengah semua orang merendahkannya. Jiwa kemanusiaan bergetar. Sejahat apapun niatnya pada dirinya, ia tetap memandang Floris sebagai manusia yang membutuhkan pertolongan orang lain. Tolong menolong adalah hal yang harus di lakukan pada setiap manusia. Begitu yang ada di pikiran Abel.


Floris yang canik dan bisa mengoda setiap lelaki yang memandangnya, sekarang hanyalah wanita yang keadaannya mengenaskan akibat ulahnya sendiri. Abel ikut merasa iba, mendengar Floris yang terus merintih menahan sakit di tubuhnya.


Hingga beberapa menit berjalan sampailah ketiganya di depan klinik kecil yang ada di dalam Mall. Floris langsung mendapatkan penanganan medis sementara karena kulit kepala yang sebagian berdarah dan pelipisnya yang robek parah.


"Bu, luka nya parah, mungkin setelah pertolongan pertama kami harus merujuk ke rumah sakit." Kata salah satu perawat yang menangani Floris.


Bukankan Floris masih menjalani masa hukuman sekarang, kenapa dia bisa bebas dan berada di sini. Apa benar Pak Heru ada hubungan dengan semua ini sehingga buat Tante Mirna marah besar.


*****


Ditempat yang berbeda, Davin dan teman Tante Mirna, masih berada di ruangan keamanan mall untuk menenangkan Tante Mirna.


Davin menyodorkan air mineral pada tantenya. "Tante sudah, Tante sudah tenang."


"Makasih Vin, maaf Tante tadi nggak sengaja dorong kamu. Wanita itu!" Tante Mirna geram lagi.


"Rileks Tante, Sebenarnya siapa wanita yang membuat Tante semarah ini," tanya Davin.


"Sekertaris baru Om kamu Vin, si tua bangka itu juga bisa-bisanya tergoda sama jalang itu. Kamu tahu kemarin Om kamu keluarkan tiga ratus juta untuk bebaskan jalang itu dari kasus hukum. Setelah itu mereka terus berhubungan sampai ketahuan Tante."


Davin berpikir, sekertaris baru Pak Heru adalah Floris lagipula dia juga yang berurusan dengan hukum.


"Sekarang Pak Heru mana Tan,"


"Udah Tante hukum di rumah, makanya Tante menjebak ja-lang itu biar ketemu disini. Tapi orang-orang tidak mengerti mencegah Tante. Tante sudah pengen bejek-bejek tuh ja-lang kayak si Heru yang nggak tahu diri itu."


Davin mendadak merinding, ia ternyata baru tahu punya Tante sosialita seganas itu. Untung Abel istri yang nggak suka main kasar dan lebih memilih berbicara dari hati ke hati dengan Floris waktu itu. Ia jadi mencemaskan Abel, "Tante, Aku temui istri saya dulu, kasihan dia lagi hamil pasti lagi nunggu Aku."


"Ya Vin, jaga istri baik-baik. Jangan suka main gila kayak si tuang Bangka dan jalang itu," ucap Tante Mirna.


Davin pergi dari ruang keamanan mall menuju tempat dia tadi meninggalkan Abel. Ia mengedarkan pandangan tak juga bertemu istrinya. Davin meraih ponsel dan mendapati pesan dari istrinya.


My LOVELY WIFE


Abang aku lagi di klinik RS di lantai bawah.


Davin langsung bergegas menuju lift turun ke lantai dasar . Kenapa Abel ke klinik? apa ada sesuatu pada bayinya? Apa Floris mencoba meyelakai Abel? Pikiran Davin cemas kali ini memikirkan Abel.


Davin melihat Abel dari belakang, ia langsung melangkah mendekati istrinya.


"Sayang kamu nggak apa-apa," Davin meraba tubuh Abel dan langsung menciumi perut Abel yang buncit.


"Abang, bikin malu aja udah!" Abel menghentikan suaminya yang menciumi perutnya. "Abel kesini hanya bantu Floris, dia nggak ada yang nolong," sambung Abel lagi.


"Sayang kamu bikin Abang cemas." Davin merangkul Abel dan merebahkan kepala Abel di pundaknya.


Istriku memang luar biasa. Mulia banget hatinya bisa menolong orang yang ingin melenyapkannya.


Tak lama brankar yang membawa tubuh Floris keluar akan di bawa ke ambulans untuk di rujuk ke rumah sakit.


Abel melihat Floris penuh dengan balutan perban dan plester. Tangan Floris menjuntai dan meriah tangan Abel. Abel mendekat ke arah Floris.


"Terima kasih dan Maaf ...." Floris menangis sesenggukan saat berbicara dengan Abel.


Abel hanya mengangguk dan berharap ini jadi pelajaran untuk Floris


.


.


.


.


Next....


Mudahan beneran Tulus🤔🤔🤔


Ei udah ketik panjang, jangan lupa tinggalkan jejak like komen 😘😘😋