Lovely Wife

Lovely Wife
kepergian nenek



sore itu hujan turun, aroma tanah yang khas tercium menyeruap. Avil duduk memegang tangan nenek yang tertidur di ranjangnya. ia melihat wajah nenek yang tertidur namun tampak sangat manis, tak sengaja ia membangunkan nenek


"sudah lama nak kamu duduk disini? "


"tidak nek, apakah aku membangunkanmu? "


nenek tersenyum


"tidak nak. nenek memang terbangun, nenek sangat lelah. "


" tidur lah kembali nek."


"nak, ada yang ingin nenek sampaikan, dibawah nakas ada sebuah kotak berisi sebuah kunci, kunci itu milikmu nak. itu adalah kunci gudang dibelakang rumah."


"memang gudang belakang rumah nenek menyimpan apa "


"kelak kamu akan tahu nak, nenek tidak bisa memberimu apa-apa, nenek juga ingin meminta maaf padamu nak. "


"maksud nenek apa? kenapa nenek minta maaf? "


"nenek ingin berpamitan, mungkin sampai disini nenek harus menemanimu, jaga dirimu baik-baik nak, ingat carilah pendamping hidup agar ada yang menjagamu"


"kenapa nenek berkata seperti itu? nenek akan meninggalkan aku? "


nenek hanya bisa tersenyum, tangannya memegang tangan Avil dan kemudian terlepas perlahan, matanya perlahan menutup dan napas pun berhenti


nenek Sinu meninggal dunia, seketika Avil pun syok dan mencoba membangunkan nenek namun nihil. pecah tangis Avil ketika tahu nenek telah meninggal dunia. merry mencoba menenangkan Avil.


Merry memanggil Jenni untuk segera menyiapkan pemakamam nenek Sinu. Avil masih saja menangis ia tak mengira nenek pergi begitu saja.


sepeninggal nenek, Avil merasa sangat kesepian kini ia hanya tinggal sendiri. ia memutuskan untuk meminta Merry serta Jenni tinggal dirumahnya. tepatnya di toko roti dimana mereka bekerja. yang tepat berada disamping rumah.


"kalian tinggalan bersamaku disini, aku sangat kesepian. kalian tidak usah memikirkan sewa ini murni aku yang meminta. kalian sudah membantu nenek 4 tahun ini. "


"sungguh? terimakasih sekali nona" sahut merry


"lalu bagaimana dengan pekerjaan nona, sudah sepekan semenjak kepergian nenek, nona belum kembali bekerja"


"sepertinya aku akan mengundurkan diri dan membantu kalian disini"


"bukankah mejadi florist adalah cita-cita nona, dan nona ingin segera membuka toko bunga sendiri? "


"yaa.. tapi aku ingin berfokus pada toko roti nenek, karena nenek ingin toko ini bisa terus berjalan, untuk toko bunga sepertinya untuk saat ini belum bisa aku wujudkan, tapi kelak aku akan mewujudkannya"


"nona kami siap membantu nona, bagaimana pun toko roti ini adalag tempat pertama yang menerimaku bekerja."


"terimakasih banyak atas bantuan kalian yang tulus ini, semoga kedepan toko roti ini akan semakin berkembang. "


tak masalah aku harus merelakan cita-cita ku untuk membuka toko bunga sendiri. tapi aku percaya kelak aku akan mewujudkannya


"sebenarnya ada apa nenek memintaku membuka gudang apa yang nenek simpan di gudang itu. sebaiknya aku melihatnya. mungkin nenek menyimpan sesuatu. sebaiknya besok aku memeriksanya.. "


hari demi hari Avil lalui begitu berat. ia seringkali termenung mengingat wajah ayah dan ibunya. kepergian nenek juga tak kalah membuatnya bersedih.


aku harus segera bangkit, aku harus menyelesaikan semua tugas nenek. saat ini usaha nenek harus terus berjalan. aku juga tidak mungkin membiarkan Merry dan Jennie kehilangan pekerjaannya. amanah nenek harus aku laksanakan, meski aku harus menunda mpianku untuk membuka toko bunga. tapi aku yakin kelak impianku akan terwujud.