
Floris melihat ke arah Davin yang tenang, ia hanya berdua sekarang. Floris tak tahan melihat keadaan ini. Ia meraih lengan Davin dan bersandar di bahu Davin.
"Vin, akhirnya kita bisa berdua seperti ini. Aku lelah harus terus berpura-pura."
"Kau akan menjadi satu-satunya dalam hidupku sayang, karena sebentar lagi kau akan menggantikan Abel istriku. Sebentar lagi orang akan tahu aku hanya milikmu," ucap Davin memegangi pipi Floris.
"Aku akan selalu menunggu saat itu Sayang, sudah cukup aku hanya jadi kekasihmu. Aku ingin dirimu jadi milikku seutuhnya, hanya milikku tidak dengan istrimu yang manja itu," ucap Floris.
"Aku sekarang milikmu sayang," Davin meraih dagu Floris mengecup bibirnya pelan, tapi dengan kecupan tidak akan memuaskan hasrat keduanya. Davin memperdalam ciumannnya hingga menjadi ciuman yang panas. Tangan Floris terus mengelus tengkuk leher Davin sembari merasakan tautan bibir keduanya.
"Floris, Floris!" tegur Davin yang melihat Floris memejamkan mata sambil memonyong-monyongkan bibirnya.
"Ya Pak," ucap Floris kaget dan ia terbangun dari lamunannya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Davin menatap heran.
"Ya Pak, saya baik-baik saja," jawab Floris salah tingkah. Davin hanya mengangguk bersyukur ternyata Floris baik-baik saja karena beberapa menit lalu wajahnya terlihat aneh.
S*al! aku jadi malu. Bagaimana aku tidak mengkhayal jika berdua dengan Davin yang mempesona ini dari berbagi sudut. Membayangkan jadi kekasihnya saja aku sudah merasa senang, apalagi kalau itu benar-benar terjadi. Bahagia sekali jadi istrinya yang manja itu harus setiap hari bersama Davin. Batin Floris.
"Floris semuanya sudah siap? Aku berjanji pada istriku setelah selesai aku akan langsung pulang," ucap Davin.
"Siap Pak!" balas Floris
"Bagus ...." jawab Davin.
"Wah Pak, kau sangat mengkhawatirkan istrimu ya, bagaimana keadaannya Pak. Istri bapak baru keluar dari rumah sakit kan," tanya Floris.
"Sudah lebih baik, hanya saja dia harus badrest, aku tak bisa meninggalkannya lama-lama," jawab Davin.
"Apa istri bapak hamil?" tanya Floris.
"Ya, Alhamdulillah. Itu sebabnya aku nggak bisa jauh-jauh dari istriku."
"Selamat Pak. Bapak suami yang hebat, istri Anda pasti sangat bahagia punya suami seperti bapak," ujar Davin.
"Justru sebaliknya, aku yang sangat beruntung bisa mendapatkan istriku. Dia baik, cantik dan luar biasa," balas Davin.
Floris memaksakan senyum, sepertinya jalannya sedikit rumit untuk masuk dalam kehidupan Davin. Davin sangat mengagumi istrinya. Tapi Floris tidak akan menyerah, ia sudah terlanjur jatuh cinta pada atasannya yang berstatus menjadi suami orang itu.
Floris sangat paham lingkup perkantoran sebuah perusahaan. Rata-rata petinggi perusahaan pasti bermain - main di belakang istrinya. Entah kenapa keinginannya untuk mendekat diri kepada Bosnya semakin kuat. Dalam pikiran Floris, Davin seseorang yang pernah menjadi mantan Playboy akan lebih mudah ia dapatkan. Floris tidak bisa berpikir jernih kali ini, dalam pikirannya kini ia hanya ingin mendapatkan Davin.
"Apa Pak? pasti merepotkan bapak ya, setahu saya istri yang hamil mintanya pasti yang aneh-aneh," tanya Floris berusaha bersikap manis meskipun, ia males Davin membahas istrinya.
"Dia bilang, dia ingin sekali menjambak rambutmu!"
" Apa?" Floris refleks memegang rambutnya menyumpah serapah pada Abel dalam hatinya.
Davin tertawa. "Kau tenang saja, aku tidak akan membiarkan itu terjadi! aku sudah memberi pengertian padanya."
"Terima kasih Pak," jawab Floris.
Kurang ajar istri Davin, kau tidak tahu berhadapan dengan siapa?
Dua jam perjalanan, pesawat sudah mendarat di bandara.
"Pak tunggu Pak," Floris menarik lengan Davin ketika akan turun.
Floris refleks mendekati Davin dan berdiri di hadapannya. Ia merapikan dasi yang terpasang di leher Bosnya. Davin terdiam dengan sikap Floris, ia tidak biasa sedekat ini dengan dengan wanita lain kecuali istrinya. Davin hanya menganggap ini salah satu tugas menjadi sekertarisnya, memastikan seluruh keperluan kantor Bosnya. Termasuk merapikan baju atasannya.
"Sudah rapi Pak," ucap Floris.
"Terima kasih ...," jawab Davin langsung turun melenggang turun dari pesawat.
Kali ini aku harus berbuat dosa menyukai suami orang, kau sangat mengagumkan Pak. Batin Floris.
.
.
.
.
.
NEXT...
Nanti lanjut dear 😘
jangan lupa like komen vote ya😘😘 biar kenceng upnya.