Lovely Wife

Lovely Wife
Ayah Ibu aku masih menunggu



Avil masih setia datang ke bandara setiap harinya, ia masih berharap akan menemukan kedua orang tuanya. namun hingga waktu berlalu 3 bulan sudah ia tak kunjung menemukan orang tuanya. Avil sangat sedih bahkan ia sering bermimpi buruk kejadian itu pun membuat Avil trauma berada di kerumunan banyak orang.


Setiap hari Avil hanya diam murung, tak bersemangat bahkan ia sering melamun dan menangis dikamarnya. melihat kondisi Avil nenek sangat prihatin dan sedih. Nenek Sinu berusaha menyemangati Avil dan menemani Avil.


" Avil, janganlah terus-terusan bersedih, berdoalah setiap saat semoga di manapun kedua orang tuamu berada mereka baik2 saja dan segera bisa menemukanmu"


"Avil sangat rindu ayah dan ibu nek, Avil ingin bertemu mereka."


"nenek tahu Avil sangat rindu, tuangkan rindu Avil dalam doa ya nak"


Nenek Sinu memeluk erat Avil yang tengah menangis sesegukan. nenek Sinu tahu betul perasaan Avil.


"sudah ya nak jangan menangis, ingat kata nenek kalau Avil merindukan ayah dan ibu kirimkan doa untuk mereka, agar mereka sehat dimanapun mereka berada"


Avil hanya menangagguk. ia pun ikut memeluk nenek Sinu dengan erat. setidaknya pelukan itu bisa menenangkan hati Avil. Avil mencoba mendoakan kedua orang tuanya.


" Tuhan, Avil sangat rindu pada ayah dan ibu, pertemuan Avil dengan mereka "


Avil mengikuti saran nenek, ia setiap hari mendoakan orang tuanya.


" Avil,.kemarilah nak nenek membelikanmu sebuah baju, cepat lihat".


Avil berjalan keluar kamar dan menghampiri nenek Sinu yang berada di ruang tengah.


"nenek, ada apa? ini baju siapa nek? "


"ini baju nenek beli ditoko seberang sana untukmu nak, "


"untuk Avil nek ? " ucap Avil sembari memegang baju mini berwarna merah muda dengan renda-rena di dibawahnya


"cobalah nak, pasti sangat cantik ketika kamu memakainya"


Avil bergegas mencoba baju yang nenek Sinu berikan untuknya. baju itu sangat pas dibadan Avil dan sangat cantik


"nenek ini bagus sekali, terimakasih ya nek? "


" Sama-sama sayang, nenek senang kamu menyukainya, nenek memang bukan ibumu, tapi nenek akan berusaha merawatmu seperti orang tuamu"


"terimakasih nenek" Avil berkaca-kaca dan memeluk nenek


"ayah dan ibu pasti sangat senang melihat aku mengenakan baju ini, baju ini sangat cantik. "


melihat senyum Avil, nenek Sinu sangat merasa bahagia. nenek sekuat tenaga membesarkan dan merawat Avil. bahkan nenek rela bekerja berjualan roti demi menyukupi kebutuhannya dengan Avil.


Sesekali Avil membantu nenek membuat roti dan menjual roti. untuk menghilangkan kesedihannya yang belum kunjung menemukan orang tuanya.


Meski nenek Sinu sangat baik, Avil tetap tak pernah sekalipun melupakan kenangannya bersama ayah dan ibunya. ia pun selalu mendoakan kedua orang tuanya.


ia berjanji tak akan putus asa mencari kedua orang tuanya. entah kapan ia akan menemukan kedua orang tuanya


hari demi hari Avil lalui, kerinduannya pada ayah dan ibu ia ikat dalam doanya. sepanjang hari tak pernah sekalipun Avil tak mendoakan orang tuanya. Avil berjanji akan menjadi anak yang baik seperti yang diajarkan ayah ibunya.


"Ayah... ibu.. Avil sangat rindu, Avil masih menunggu ayah dan ibu. cepat kembali Avil akan menjadi anak yang baik menjadi anak yang penurut, ayah dan ibu harus berjanji untuk menemui Avil kembali. Avil akan selalu menunggu.


hari demi hari Avil lalui. Avil tumbuh menjadi gadis cantik rupawan, dan sangat baik.