Love My Enemy’S Daughter

Love My Enemy’S Daughter
#12



Bianca kembali membantu Alessandro mengerjakan beberapa laporan keuangan. Perlahan namun pasti, Bianca semakin mengerti mengenai seluk-beluk perusahaan milik Alessandro.


Ia sempat kaget saat mengetahui bahwa ternyata Alessandro adalah pemilik dan pemimpin perusahaan Romano yang sangat terkenal. Jujur, Bianca memang hampir tak pernah menonton televisi, apalagi jika program acaranya berupa acara gosip. Ia kadang menonton acara komedi bersama dengan Raymond, suatu hal yang bisa membuat mereka tertawa bersama.


“Bagaimana dengan yang ini?” tanya Bianca.


“Kamu bisa mengurangi harganya ataupun kuantitinya. Mereka biasa menambahkan sebesar 10% dari nilai yang sebenarnya. Kita harus melawan mereka dengan nilai yang lebih kecil agar kita memenangkan tender.”


“Baiklah. Aku akan melihat bagian-bagian mana saja yang bisa kukurangi,” ujar Bianca dengan tetap serius menatap lembaran kertas di hadapannya.


Hmmm, sekarang kamu sendiri yang akan menghancurkan perusahaan Daddymu itu. Bukan oleh tanganku, tapi oleh tangan putrimu sendiri, Raymond Costa. - batin Alessandro


**


Alessandro mengajak Bianca untuk makan malam di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari kediaman Costa.


“Apa yang ingin kamu pesan?” tanya Alessandro pada Bianca.


“Ini saja,” Bianca menunjuk salah satu masakan di sana.


“Baiklah, kami pesan ini dan minumnya juga 2 porsi ya,” kata Alessandro.


“Bagaimana perasaanmu setelah memeriksa begitu banyak laporan?” Tanya Alessandro.


“Aku merasa semua itu sangat menyenangkan. Mungkin tidak lama lagi aku akan meminta Daddy untuk membawaku ke perusahaan agar aku bisa belajar banyak tentang perusahaan Costa,” kata Bianca dengan wajah berseri-seri.


“Kurasa itu ide bagus. Aku punya 1 berkas lagi yang harus kamu periksa. Setelah itu, aku yakin kamu pasti akan bisa mulai bekerja di perusahaan Daddymu. Lakukan seperti yang kuajarkan, maka perusahaan Daddymu akan berkembang pesat seperti perusahaan Romano milikku.”


“Terima kasih banyak, Al. Aku benar-benar senang bisa segera membantu Daddy.”


Dari kejauhan, 2 pasang mata memperhatikan gerak-gerik mereka, “sejak kapan mereka saling mengenal?”


“Saya kurang tahu, Tuan. Saya hanya mengikuti Nona Bianca 2 minggu yang lalu saat keluar dari tempat latihan bersama dengan Tuan Romano.”


“Apa yang sedang kamu rencanakan, Al?” gumam Raymond di dalam mobil sambil terus memperhatikan.


“Kita pulang,” perintah Raymond pada Gio.


**


“Juan, lakukan lebih cepat lagi,” suara des ahan dan er angan memenuhi sebuah kamar hotel.


“Kamu benar-benar nikmat. Aku menyukaimu. Aku suka tubuhmu, aku suka ciumanmu, dan aku suka servis yang kamu berikan,” bisik Juan di telinga Aurora.


“Apa kamu ingat apa yang harus kamu lakukan?”


“Tentu saja, sweety. Aku pasti akan selalu meminta rumah produksi yang akan mengontrakku untuk mengontrakmu juga,” Aurora tersenyum sambil terus menggerakkan pinggulnya. Kini ialah yang berada di atas Juan.


Setelah Aurora mencapai puncak, Juan kembali membalikkan tubuh mereka. Ia kini kembali memimpin dengan memberikan hentakan-hentakan yang membuat keduanya terus mendes ah dan menge rang, hingga tubuh mereka bermandikan peluh.


Juan berbaring di samping Aurora, kemudian memiringkan tubuhnya menatap ke arah wanita itu. Dengan menggunakan tangan kirinya, ia menyentuh wajah Aurora, turun ke leher, kemudian jarunya berputar-putar di atas aset kembar milik Aurora.


Aurora tersenyum, “Kamu menginginkannya lagi?”


“Kamu tahu?”


“Tentu saja aku tahu. Pria mana yang tak akan tertarik dengan tubuhku, juga servis yang aku berikan. Bahkan aku bisa membuatmu mendes ah lebih dari tadi,” dengan cepat Aurora memainkan kembali milik Juan. Ia merangsak ke bawah dan memainkan milik Juan dengan mulutnya.


“Ahhh, Ara … Ahhh,” suara des ahan milik Juan kini yang mendominasi kamar hotel tersebut. Hingga akhirnya, Juan kembali menerkam Aurora yang sudah membuatnya berteriak nikmat.


“Terus Juan, terus … lebih cepat lagi … Ahhh!!!” Aurora mencengkeram rambut Juan, kemudian mereka bersama-sama mencapai puncaknya. Juan menempelkan keningnya pada kening Aurora, mencium bibir Aurora lembut.


“Kamu benar-benar luar biasa,” puji Juan, kemudian menjatuhkan dirinya di samping Aurora.


Aku juga akan membuatmu jatuh dalam pelukanku, Al. Aku yakin kamu tidak akan pernah menolak tubuhku dan kenikmatan yang akan aku berikan. - Aurora tersenyum kecil, kemudian memejamkan matanya. Ia ikut terlelap bersama dengan Juan Fernandez, lawan mainnya dalam film terbarunya.


**


“Kamu dari mana, sayang?” tanya Raymond ketika melihat Bianca memasuki pintu.


“Dad!” Bianca memegang dadanya, “Dad mengagetkanku,” Bianca terus mengelus dadanya.


Raymond tertawa kecil. Ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh putri kecilnya itu. Biasanya Bianca akan langsung menyapanya saat memasuki rumah. Bianca akan segera tahu bahwa ia akan duduk di sana, bekerja sambil menunggu putrinya pulang.


“Kamu seperti habis melakukan kesalahan, sayang. Cepat katakan pada Daddy, apa yang kamu lakukan,” kata Raymond sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Bianca menghampiri Raymond, “Aku tidak melakukan apa-apa, Dad. Mengapa Daddy mengambil kesimpulan seperti itu? Apa aku terlihat mencurigakan?” Bianca berusaha bercanda untuk mencairkan suasana. Untuk saat ini, ia belum bisa menceritakan apa yang ia sedang lakukan pada Raymond, karena ia ingin membuat kejutan untuk Daddynya itu.


“Ya, kamu mencurigakan. Sepertinya Daddy akan menyewa seorang detektif untuk mengikutimu.”


Bianca tertawa mendengar penuturan Raymond. Ia sangat yakin bahwa saat ini Raymond hanya sedang bercanda dengannya. Daddynya tidak akan mungkin menyewa seirang detektif untuk mengikuti dan menyelidiki kehidupannya.


“Apa Daddy sudah makan?” tanya Bianca mengalihkan.


“Belum.”


“Kalau begitu, kita makan bersama. Aku juga belum makan,” Bianca terpaksa berbohong, meskipun saat ini perutnya sudah terasa kenyang.


Ada apa sebenarnya denganmu, Bi? Apa yang membuatmu sampai berbohong seperti ini? Apa kamu menyimpan sebuah rahasia? Ataukah Alessandro mengatakan sesuatu padamu? - batin Raymond.


🌹🌹🌹