
Tomy mengendarai mobil kembali ke rumah kedua orang tuanya.
Di pertengahan jalan, Tomy menghubungi Joan tetapi ponsel Joan tidak dapat di hubungi.
Tomy mengetik pesan dan segera mengirimkannya kepada Joan kemudian dia kembali melanjutkan perjalanannya.
Mobil Tomy meluncur sampai di depan pintu rumah orang tuanya.
Dia bergegas masuk ke dalam rumah dan langsung menemui mamanya.
“Loh kok kamu ada disini? Bukannya saat ini kamu ada di villa?” tanya mama Clara saat melihat anaknya masuk ke dalam rumah.
“Ma, Papa ada?” tanya Tomy sambil mencari sosok papanya di setiap sudut rumah.
“Ada Nak, Papamu lagi di ruang kerjanya. Ada apa sampai kamu kayak cacing kepanasan gitu?”
“Ayok ma, kita temui Papa.” Ujar Tomy sambil menarik lengan mamanya.
“Pelan-pelan dong Tom! Nanti Mama jatuh!”
Tomy menarik lengan mamanya dengan tergesa-gesa sehingga mamanya harus berlari kecil saat mengikuti langkah anaknya. Mereka berdua memasuki ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Loh, kenapa ma? Kok Tomy ada di sini?” tanya papa Adi dengan heran.
“Gak tau tuh pa anak kamu, main narik-narik mama ke sini!” Cetus mama Clara.
“Pa, ada yang mau Tomy bicarain sama papa dan mama.”
“Ada apa Tom? Sini duduk dulu.” Ujar papa Adi.
“Pa, Ma, Riana sudah kembali dan Tomy mau ngelamar Riana.”
“Terus gimana dengan pertunanganmu sama Joan Tom?” Tanya mamanya.
“Tomy datang kesini untuk bicara sama mama dan papa kalo Tomy mau batalkan pertunangan ini. Tomy gak ada perasaan sama Joan ma! Kami gak akan bahagia jika di paksakan.”
“Tapi kakek.” Sebelum mamanya melanjutkan, papa Adi memotong pembicaraan dengan berkata.
“Papa juga tidak akan setuju dengan pernikahanmu itu! Kamu tidak ada pilihan selain menikahi Joan.”
“Maaf pak, bu. Ada non Joan baru datang.” Kata pelayan rumah dengan sopan.
“Antarkan dia ke sini Bi.” Perintah Tomy.
Sebelum Joan masuk, dia mengetuk pintu terdahulu.
“Maaf Om, Tante. Joan mengganggu malam-malam.” Ucapnya dengan sopan.
“iya, gak papa nak. Ada apa kamu datang malam-malam begini?” Ujar mama dengan lembut dan mempersilahkan Joan untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
“Tomy yang meminta Joan untuk datang ke sini Ma!” ujar Tomy.
Mama Clara menatap ke Papa Adi yang wajahnya sudah gelap karena Tomy.
“Joan, aku menyuruhmu kesini bermaksud untuk membatalkan perjodohan kita.” Ujar Tomy tanpa basa basi.
“Apa kamu sudah gila Tom?” tanya papanya dengan marah.
“Aku akan gila pa kalo aku kehilangan Riana!” Ujar Tomy dengan meninggikan suaranya.
“Kalian berdua sudah mengagetkan Joan!” Ujar mama Clara saat menyadari wajah Joan memucat.
Tomy memandang wajah Joan sesaat kemudian dia berkata dengan tegas.
“Pa, aku gak peduli kamu setuju atau tidak pokoknya wanita yang akan aku nikahi cuman Riana.”
Tomy berbalik dan meninggalkan kedua orang tuanya dan Joan yang masih berada di dalam ruangan kerja papanya. Dia menuruni anak tangga dengan cepat sampai Joan berteriak memanggil namanya.
“Tomy!”
Tomy menghentikan langkahnya dengan posisi memunggungi Joan.
“Tom, om Adi pingsan!” ujar Joan dengan panik.
Mendengar ucapan Joan, Tomy bergegas kembali ke ruangan kerja papanya dan papanya segera di larikan ke rumah sakit terdekat.