Last Love From The Ceo

Last Love From The Ceo
EPS 34



Aku kembali ke dalam villa.


Aku mencari sosok Martin di tengah keramaian.


Setelah menemukan sosoknya, aku berjalan mendekati Martin.


“Kenapa kamu turun lagi?” tanya Martin dengan heran.


“Tadi Ethan menghubungiku untuk bilang kepada anda bahwa


malam ini wanita itu sudah pulang dan malam ini dia datang menghadiri acara


ini.” Ujarku dengan sedikit berbisik.


“Wanita?” tanya Martin.


“Dia bilang kamu akan mengerti maksudnya.” Jawabku sambil


melepaskan jas dan memberikannya kepada Martin.


“Kamu pakai saja dulu.” Tolak martin dengan memakaikan


kembali ke bahuku.


Sejak kejadian tadi, wajah Martin menggelap dan sekarang


setelah aku memberitahunya tentang wanita itu.


Aura Martin semakin dingin sehingga tidak ada yang berani


mendekati maupun menghampirinya.


“Siapa wanita itu? Kenapa dia terlihat begitu menakutkan?”


Tanyaku dalam hati.


Tiba-tiba saja tangan Martin memeluk pinggangku ketika


mendapati seorang pria paruh baya berjalan kearah kami.


“Terima kasih untuk waktu anda Direktur.” Ujar Direktur Wang


sambil menjabat tangan Martin kemudian baru menjabat tanganku.


“Anda terlalu segan Direktur Wang.” Ujar Martin kemudian


tersenyum.


“Wanita ini sangat cantik, apa anda tidak memperkenalkannya


kepada kami?” tanya Nyonya Wang.


“Ah..Maaf, Perkenalkan nama saya Riana dan saya.”


“Tunanganku.” Tambah Martin.


“Gadis yang cantik.” Ujar istri Direktur Wang.


Aku tersipu malu mendengar pujiannya.


“Terima kasih Nyonya.” Ujar dengan pipi merona.


DIrektur Wang pergi meninggalkan kami, dan datanglah seorang


wanita yang sangat cantik menghampiri kami.


“Hai, lama tidak bertemu.” Ujarnya dengan pelan.


“Hm, sudah lama tidak bertemu.” Ujar Martin lagi dengan


wajah menggelap.


Aura mereka sangat aneh sehingga membuatku tidak nyaman


berdiri di sana.


“A..Aku kesana dulu.” Ujarku dengan sopan.


Baru saja ingin meninggalkan mereka, Martin menarik lenganku


dan berkata.


“Kamu tidak perlu menjauh, tidak masalah jika kamu berada di


Mendengar ucapan Martin, aku jadi keingat pesan Ethan tadi.


“Halo.. Saya Laura mantan pacar Martin.” Ujar Laura sambil


mengulurkan tangannya.


Wajah Martin semakin menggelap setelah mendengar perkenalan


diri Laura.


Sekarang aku sudah mengerti maksud perkataan Ethan tadi, jadi


aku juga mengikuti permainan ini mengingat kemarin Martin juga sudah


membantuku.


Dengan percaya diri aku memperkenalkan diri.


“Oh..Halo..Saya Riana Tunangannya Martin,senang berkenalan


denganmu.”


Martin melirikku sekejap kemudian berbalik menatap Laura.


“Kamu terlihat tidak terkejut setelah mengetahui hubunganku


dengan Martin.”


Cengkraman Martin di pinggangku semakin erat sehingga


membuat tubuhku semakin dekat dengan tubuhnya.


Aku melingkar tanganku di pinggang Martin dan berkata dengan


mantap.


“Tentu saja tidak, Martin sudah menceritakannya kepadaku


tentang semua masa lalunya dan menurutku semua orang pasti mempunyai masa lalu


begitupun dengan Martin.”


Laura menggertakkan giginya karena tidak bisa


mempengaruhiku.


“Kalo begitu aku permisi dulu ya, sampai bertemu lagi.”


Ucapnya lalu berjalan meninggalkan kami berdua.


Martin melihat kepergian Laura dan aku langsung melepaskan


pelukanku yang ada di pinggang Martin itu.


“Maaf, tadi aku bermaksud.”


“Aku pergi ke kamar kecil sebentar.” potong Martin kemudian


pergi meninggalkanku.


Melihat kepergian Martin, Tomy yang juga berada di acara itu


bersama Joan datang menghampiriku.


“Riana.” Panggil Tomy.


Baru saja mau melangkah, Joan juga menyusul Tomy


menghampiriku.


“Hai Kak Riana.” Panggilnya Joan.


“Hai Joan, maaf aku lapar dan ingin makan sesuatu jadi aku


permisi dulu ya.” Ujarku kemudian meninggalkan mereka.


Aku berjalan mengambil beberapa dessert yang ada di meja dan


melahapnya dengan pelan.


Tiba-tiba entah dari mana datangnya seorang pria mabuk menghampiriku.