Last Love From The Ceo

Last Love From The Ceo
EPS 29



Martin yang baru saja tiba di hotel.


Sambil berjalan kembali ke kamarnya, Martin memerintahkan Ethan untuk memeriksa latar belakangku.


“Tunggu Ethan! Sekalian kamu periksa hubungan Riana dengan direktur Nathan.”


“Baik Presdir.


Ethan mengantar Martin sampai di depan pintu kamarnya kemudian dia kembali ke kamarnya untuk memeriksa tentang Riana sesuai dengan perintah Martin tadi.


Sekitar 3 jam lebih Ethan baru bisa berhasil mengumpulkan semua data dan mengantarkannya kepada Martin.


“Presdir, ini yang anda minta.”


“Hm.. Cukup lama untuk kamu memeriksanya Ethan, tidak seperti kerja kamu.”


Martin langsung mengangkat wajahnya dan menerima laporan yang di berikan oleh Ethan.


“Maaf Presdir, anda akan mengetahui setelah membacanya.


Perlahan kerutan di dahi Martin mulai terlihat.


“Keisya Margareth?” Ucap Martin dengan kaget sambil menatap kearah Ethan.


“Benar Presdir, nama lengkapnya adalah Keisya Margareth Wang dan dia adalah putri semata wayang dari Eric Wang sekaligus penerus perusahaan EW. Riana hanyalah nama panggilannya makanya saat memeriksanya aku sediki kesulitan.” Jelas Ethan.


“Bukankah dia memiliki rumah di Kota ini?”


“Benar Presdir, rumah itu tidak jauh dari rumah keluarga Direktur Nathan dan Riana tidak pernah kembali ke rumah itu semenjak kepergian kedua orangtuanya saat ini rumahnya hanya di urus oleh pengurus yang sejak dulu


bekerja dengan orang tuanya dan alasan mengapa dia tidak pernah kembali ke sana maupun ke rumah Direktur Nathan aku tidak dapat menemukannya.”


“Baik, kamu kembali saja dulu.”


“Kalo begitu saya permisi dulu.”


Baru saja dia keluar dan menutup pintu kamar Martin, Ethan mendapatkan panggilan dari kantor.


Dia mengangkatnya setelah itu dia kembali lagi ke kamar Martin.


“Presdir, Kantor cabang terjadi sesuatu!”


“Presdir, bagaimana jika saya yang kembali ke Kota A dan anda tetap di sini?”


“Hanya bisa seperti itu, kamu kembalilah malam ini juga.”


“Baik Presdir.”


Ethan berjalan keluar dan kembali ke kamarnya untuk membereskan baju setelah itu dia keluar dan mengetok kamarku.


“Siapa?” tanyaku dengan meninggikan suara.


“Ini aku Ethan.”


Aku beranjak dari kasurku dan segera membukakan pintu untuk Ethan.


“Ada apa Ethan?” tanyaku sambil melirik ke koper yang berada di tangan Ethan.


“Bolehkah aku meminta tolong?” tanyanya dengan ragu.


“Bicaralah, aku akan menolong jika aku bisa.”


“Bisakah kamu menggantikanku untuk menjadi sekretaris Presdir? Aku harus kembali ke Kota A sekarang juga karena perusahaan sedang membutuhkanku di sana.”


“Sekretaris?tapi aku tidak bisa apapun dan aku juga tidak pernah menjadi sekretaris.”


“Aku akan membantumu dari jauh dan pekerjaanmu gampang saja hanya cukup menemani kemana dia pergi dan membantu mengingatkan jadwalnya untuk bertemu client selama di Kota B.”


“Tapi.”


“Please Riana, aku yakin dan percaya kamu bisa bekerja sama dengan presdir.” Ujar Ethan dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


“Baiklah, aku akan membantumu tapi apakah Presdir akan setuju?”


“Tenanglah, aku akan mengaturnya dan melaporkan ke perusahaan bahwa mulai besok kamu sudah resmi mulai bekerja.”


Ethan berbalik ke kamar Martin dan menyerahkan beberapa dokumen kepadanya.


“Eheem” Ethan berdeham pelan kemudian dia berkata


“Presdir karena aku harus kembali ke Kota A dan meninggalkanmu sendiri di sini jadi aku meminta Riana untuk menggantikanku selama kamu berada di sini.”