
Aku masuk ke dalam apartemen dan mendapatkan seisi rumah sudah rapi dan bersih bahkan susunan barangku masih tetap sama seperti dulu. Walau rumah ini sudah lama tidak ku tempati, tapi kelihatan banget bahwa ruangan ini selalu di bersihkan setiap saat.
“Thanks Sam.” Gumamku dalam hati.
Setelah menyusun barang-barang yang ada di dalam koper, aku kembali ke dapur untuk mengambil air di dalam kulkas. Ketika aku membuka pintu kulkas, mataku terbelalak saat melihat isi kulkas itu.
Padahal tadinya aku berencana untuk berbelanja tampaknya harus batal karena kulkasku sudah di isi penuh oleh Sam.
Aku kembali menutup pintu kulkas dan membuka beberapa lemari dapur.
Sesuai dugaanku, semua sudah di beli dan di susun rapi olehnya.
Aku mengeluarkan ponselku dan mengetik pesan untuk Sam.
“Terima kasih sudah mengisi kulkas dan lemariku."
Tidak lama, aku mendapatkan balasan dari Sam.
“Sama-sama, sudah kewajibanku untuk mengisi kulkas dan lemarimu.“
“Hm, tapi ada satu barang yang tidak kamu belikan untukku.”
“Bukalah lemari dapurmu yang berada di sebelah kiri itu. Kamu akan menemukan sesuatu di sana.”
Setelah membacanya, aku berjalan menuju lemari yang di maksud oleh Sam itu. Bibir di wajahku mengambang saat menemukan banyaknya minuman soda dan makanan instant yang aku sukai.
Aku mengambil salah satu snack dan minuman ke meja makan. Sambil menunggu membuka snack tersebut, aku kembali mengetik pesan untuk Sam.
“Terima kasih Sam!”
“Hanya kali ini aku membelikannya untukmu, jangan terlalu sering kamu memakannya!”
“Siap pak dokter!!”
Setelah membalas pesan Sam, aku membuka minuman soda dan meneguknya hingga setengah.
Aku kembali ke kamar dan beristrirahat setelah membersihkan diri.
Malam ini aku tidur sangat nyenyak berkat obat dari Sam. Pikirku aku tidak akan bisa tidur karena memikirkan masalah kemarin ternyata aku salah. setelahminum obat itu, aku langsung tertidur hingga bangun kesiangan.
Ntah mengapa di pikiranku terus mengulang masa-masa indah saat bersama dengan Tomy.
Aku sudah berusaha untuk tidak memikirkannya tapi pikiranku tidak bisa ku control dengan baik.
Dia terus memutar kejadian kemarin dan masa lalu kami.
Demi mengalihkan pikiranku, aku mencari kesibukan yang tidak jelas.
Baru saja teralihkan, ponselku bergetar dan aku mendapatkan satu buah pesan dari Tomy.
“Sayang, maaf beberapa hari ini aku tidak bisa menemuimu. Papa masuk RS dan aku harus mengurus perusahaan untuk sementara waktu. Aku janji beberapa hari lagi aku akan menemuimu dan menjelaskan semuanya.
Love you <3”
Setelah membaca isi pesan dari Tomy, aku kembali menaruh ponselku di samping kasur nakas.
Aku berjalan ke kamar mandi dan mengompres kedua mataku supaya tidak terlalu bengkak.
Selesai mengompres, aku kembali membuka laptop untuk mencari lowongan kerja.
Kepulanganku kali ini juga karena aku ingin mencari pengalamana di kota ini.
Setelah memilih bidang yang aku cocok, aku mulai mengirimkan lamaranku ke beberapa perusahaan termasuk group Dragon Empire.
Ting ( suara pesan masuk )
Nina : “Setengah jam lagi aku akan ke apartemenmu.”
“Baiklah aku tunggu.”
Baru saja membalas pesan Nina, suara bel pintu berbunyi.
“Cepat banget nih anak sampenya.” Ujarku dengan pelan sambil berjalan membukakan pintu.
Aku sedikit tersontak ketika melihat tamu yang ada di balik pintu tersebut.
“Tante.” Ujarku dengan pelan saat melihat seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintu.
“Bole tante masuk?” tanyanya dengan sopan dan lembut.
“Oh iya, silahkan masuk tan.” Ujarku kemudian mempersilahkan dia untuk duduk.
“Silahkan diminum Tan.” ujarku sambil meletakkan gelas yang ku pegangi di atas meja.
Wajah Tante Clara terlihat lelah bahkan kantung matanya terlihat sangat hitam.
Kelihatan banget bahwa beberapa hari ini tante Clara kurang beristrirahat.
“Terima kasih.” Ucapnya setelah melihatku meletakkan gelas di meja.