Last Love From The Ceo

Last Love From The Ceo
EPS 30



Martin mengangkat wajahnya dan menatap Ethan dengan wajah


tanda tanya.


“Karena anda masih harus berada di sini untuk beberapa hari


jadi aku rasa Riana bisa bantu mengingatkanmu tentang jadwal dan dia juga dapat


menjadi pasangan anda ketika anda pergi ke pesta Direktur Alex.”


“Kamu atur saja.”


“Baik, kalo begitu saya permisi dulu.”


Ethan kembali ke kamarku untuk menyerahkan jadwal Martin dan


mengingatkanku beberapa hal tentang Martin.


“Jika ada yang tidak kamu mengerti, kamu bisa hubungi aku


dan ponselku aktif 24 jam kok.” Ujar Ethan dengan senyum ramah.


“Baik, apa kamu akan berangkat ke bandara sekarang?”


“Iya, aku pergi dulu ya.”


“Hmm..”


Melihat kepergian Ethan, aku berjalan ke pintu yang ada di


depan kamarku dan mengetuknya.


Baru saja mengetuk, Tomy datang menghampiriku.


“Riana!” Panggil Tomy dengan lembut


Aku memutar balik tubuhku dan menatap kearahnya.


“Ada apa Tom?” tanyaku dengan sopan.


“I miss you baby.” Ujar Tomy dengan mendekatkan tubuhnya.


“Untuk apa kamu di sini?!” tanya Tomy setelah melihat nomor


kamar yang ada di belakangku itu.


“Bukan urusanmu!”


Tomy mengulurkan tangannya untuk memegang lengan tanganku.


“Lepasin! Kamu mau apa lagi?!” tanyaku dengan nada tidak


senang.


“Aku ingin minta maaf soal kejadian kemarin di lobby. Tidak


seharusnya aku bersikap kasar dan menamparmu.”


“Tidak perlu di bahas lagi karena aku sudah melupakannya.”


“Ri, aku tau aku salah karena sudah menamparmu di tempat


umum tapi aku melakukannya juga karena aku marah ketika melihat kamu bersama


dengan pria lain. Aku juga tau bahwa kamu bukanlah wanita seperti itu dan aku


sangat yakin kejadian kemarin pasti kamu sengaja untuk membohongiku kan.”


“Tidak! Aku tidak percaya! Kamu pasti sengaja melakukannya


supaya aku menjauh darimu. Aku tau kamu masih marah soal di Dubai kemarin.”


“Cukup! Semuanya sudah berlalu Tom!”


“Enggak! Semuanya belum berlalu Riana!”


“Apa lagi yang kamu mau?! Belum puaskah kau menggangguku?”


“Aku mau kamu! Aku mau kita seperti dulu lagi! aku tidak


akan berhenti sampai kamu kembali ke sisiku lagi.”


“Kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi kembalilah kepada


tunanganmu dan jangan pernah menggangguku lagi.” Ujarku dengan pasrah.


“Aku tau kamu berada di Kota ini karena kamu ingin menemui


orang tua Sam kan?”


“Benar itu memang salah satu alasanku dan.”


Tomy menciumku dan aku berusaha menolaknya dan mendorongnya


pergi.


“Aku tau kamu masih menjadi Riana milikku, kamu tidak


mungkin bersama dengan pria itu.”


“Aku sudah bersama dengannya, kami sudah tidur bersama dan AKU


SUDAH NAIK KE RANJANGNYA!” ujarku dengan frustasi dan penuh penekanan di


kalimat terakhir.


“Apa kamu pikir bahwa aku masih milikmu?!” ujarku lagi


dengan menatap kedua mata Tomy.


“Tidak! Aku tidak percaya! Kamu sengaja mengatakannya untuk


membuatku marah dan menjauh darimu, benarkan?” ujar Tomy dengan tidak percaya


sambil mempererat genggamannya.


“Aku tidak peduli kamu percaya atau tidak karena semua yang


aku katakan adalah kebenaran!”


“Aku tau kamu sedang berbohong kepadaku! Tidak mungkin kamu


bisa secepat itu melupakanku dan hubungan kita yang sudah kita jalanin selama


beberapa tahun ini. Aku juga tidak percaya bahwa kalian sudah bersama!” Ujar


Tomy sambil menahan emosinya dan genggaman tangannya semakin kuat.


“Lepasin aku! Kamu sudah menyakitiku!” teriakku sambil


meringis kesakitan.


“Aku tidak akan melepasmu lagi, ayo ikut aku!”