Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Rencana Duo Vampir



Kediaman keluarga Pascal


"Whaaaatttt?" seru Nadira dan Pedro bersamaan. "Kalian mau menikah diam-diam?"


"Tunggu Wira ! Kapan kamu DP ke Chisato ?" Nadira menatap tajam ke adiknya.


"Mau DP gimana... Ketemu juga baru sekarang..." jawab Sadawira manyun. "Semalam juga kami tidur di kamar masing-masing."


"Terus mau gimana?" tanya Pedro.


"Aku sudah hubungi Daddy dan mommy serta bang Luke. Kami ingin pesta sederhana di mesjid. Tidak usah banyak orang, cukup keluarga disini..."


"Keluarga New York?" tanya Nadira.


"Nggak usah. Kan kita akan terbang ke Bahrain dan Dubai karena Damian akan menikah. Jadi biar nggak repotin dan bikin capek ... Sederhana saja lah" jawab Sadawira.


"Chisato, apa kamu tidak apa-apa menikah dengan vampir kutub Utara ini dengan cara yang simpel? Sederhana banget lho... Bukan apa-apa Wira tapi biasanya, cewek itu punya dream wedding tersendiri..." Nadira menatap gadis Jepang itu dengan wajah serius.


"Tidak apa-apa mbak Dira. Aku dan mas Wira sudah sepakat kami menikah sederhana saja. Bukan apa-apa, masih banyak saudara yang hendak menikah setelah mas Damian. Kemungkinan Radhi dan Raine juga akan menikah dengan pasangan masing-masing."


"Jadi kapan kalian hendak menikah?" tanya Pedro.


"Tahun depan, usai aku menyelesaikan studiku dan Chisato menyelesaikan administrasi di Jepang" jawab Sadawira.


***


Aberdeen Skotlandia


Jayde dan Inggrid mememui Simon Weston untuk meminta ijin menikah di bulan Desember bertepatan dengan malam tahun baru. Tentu saja permintaan keduanya membuat Simon terkejut karena pengambilan tanggalnya sangat tidak biasa.


"Kenapa kalian memilih tanggal 31 Desember?" tanya Simon bingung.


"Sebab Grandpa, aku ingin di tahun yang baru, aku sudah bersama Jayde secara resmi. Tahun baru, kekasih berubah menjadi suami ... Kan seru Grandpa" senyum Inggrid sambil memeluk lengan Simon.


"Memangnya kalian mau menikah dimana?" tanya Simon.


"Disinilah ! Kastil Grandpa... Tower timur" jawab Inggrid.


"Tamunya hanya ibumu, pamanmu, Grandpa dan kedua orangtuanya Jayde?"


"Sama penghulu" timpal Inggrid.


Simon menggelengkan kepalanya. "Benar-benar definisi menikah tidak mau repot !"


"Lho bukannya asyik? Setelah menikah, kita merayakan tahun Baru bersama disini dan Grandpa tidak kesepian lagi... Kan ada kami sambil melihat kembang api." Inggrid mengerling manja ke Simon.


"Baiklah. Grandpa juga malas ramai-ramai, mending bersama dengan anggota keluarga inti saja ya?"


"Jayde, ini ide kamu atau ide Inggrid?" tanya Simon ke pria yang tetap memasang wajah cool.


"Ide kami berdua. Kami memang tidak mau ramai-ramai, apalagi awal bulan Desember kami harus terbang ke Bahrain untuk menghadiri pesta pernikahan sepupu aku ..." jawab Jayde.


"Siapa? Apakah salah satu Emir itu?"


"Mas Damian akan menikah dengan putri Emir Bahrain..." jawab Jayde.


Simon terkejut. "Tapi aku tidak pernah mendengar Damian berpacaran dengan putri Emir Bahrain... "


"Grandpa juga ikutan cerita Mas Dam?" tanya Jayde.


"Aidan tidak pernah cerita kalau cucunya berpacaran dengan putri Emir. Malah aku mengira Damian masih betah menjomblo dan tiba-tiba hendak menikah... Ada yang tidak beres deh ! Mengingat kalian selalu pacaran lama baru menikah tapi soal menikah dadakan ... Baru ini. Dan aku yakin ini bukan karena skandal kan?" Simon menatap Jayde serius.


"Bukan Grandpa ... Insyaallah kami semua menikah baik-baik..." jawab Jayde.


"Reputasi kalian, kami semua juga tahu Jayde. Makanya saat Inggrid membawa mu dulu awal kalian kuliah, aku sudah langsung setuju jika suatu saat nanti hubungan kalian berubah dari sahabat menjadi pacaran..." senyum Simon.


"Aamiin. Terima kasih Grandpa atas kepercayaan pada aku..." ucap Jayde.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Damian?" tanya Simon penasaran.


"Aku tidak tahu persis tapi Raine, adik kami bilang bahwa memang ada sesuatu antara mas Damian dan Reema. Sesuatu yang berhubungan dengan bisnis dan kekuasaan..." jawab Jayde.


Simon menggelengkan kepalanya. "Aku sudah pernah melakukan kesalahan dengan menentang pernikahan Gabriella dan ayah Inggrid ... Tapi ternyata mereka memang saling mencintai dan hingga saat ini Gabriella memilih tetap sendiri karena rasa cintanya yang dalam..."


"Mommy belajar dari Grandpa yang memilih sendiri setelah ditinggal Grandma..." senyum Inggrid.


"You're right..."


***


Cerita Damian bisa dibaca di The Emir and The Ordinary Girl


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️