
Markas Triad Wong Hongkong
Tim Katrin Jaeger dan Eli Yaqub sudah tiba di tempat Gary dan Mark bersembunyi bersamaan dengan tim Omar dan Bayu.
"Are you sure they're here ( apa kamu yakin mereka disini )?" tanya Bayu ke Katrin.
"Positif!" ucap wanita Jerman itu.
"Open the door!" perintah Eli ke anak buahnya dan begitu pintu itu dibuka, mereka dibombardir dengan tembakan dari senapan mesin. Refleks mereka semua menghindar dengan berguling. Omar langsung melindungi Nadya sedangkan Sadawira menarik Chisato dan melindunginya. Jayde bersembunyi di balik tembok. Eli dan Katrin bergegas bersembunyi di balik pilar yang terdapat disana.
Bayu dan Radeva menarik anak buah Eli yang tertembak di badannya. Beruntung kevlar nya melindungi dirinya hingga masih menyelamatkan nyawanya. Luke mengintip dari balik tembok.
"Ada yang punya granat?" tanyanya lewat earpiece.
Hunter dan Doogie yang baru datang, memberikan flashbang atau stun grenade yang membuat silau. Luke lalu membuka pin nya dan melemparnya ke dalam ruangan itu.
Blaaammm!
Terdengar suara ledakan dan cahaya yang menyilaukan terlihat di dalam ruangan itu.
"Now!" teriak Luke yang langsung merangsek ke dalam bersama Bayu dan Radeva. Eli Yaqub dan Katrin Jaeger pun masuk bersama Hunter dan Doogie sedangkan Omar memeriksa Nadya yang masih terkejut.
"Nad? Kuat?" tanya Omar.
"Yup! Aku hanya terkejut." Nadya pun berdiri sedangkan Jayde dan Wira bersama Chisato sudah ikut masuk ke dalam.
Omar membantu Nadya bangun dan gadis itu melihat bahu pria berdarah Mesir itu terluka kena serempet peluru.
"OZ, lenganmu?"
"Hanya terserempet. Ayo!"
Nadya hanya menatap Omar dengan perasaan khawatir.
"I'm fine Nadya. Ayo!"
***
Baku tembak pun terjadi membuat tim terbagi dua karena ada dua pintu di dalam ruangan itu.
"Aku ke kiri bang!" ucap Sadawira.
"Oke!" sahut Luke.
Jayde dan Sadawira pun menuju pintu kiri bersama dengan Chisato dan dua anggota Mossad yang mengawalnya sedangkan Luke dan Bayu bersama Radeva, Hunter serta Doogie ke pintu kanan
"Kita ikut yang mana OZ?" tanya Nadya ke Omar.
"Tidak usah! Kita disini saja mengumpulkan semua bukti-bukti yang ada disini" jawab Omar yang membuka laci meja kerja Mark Wong.
***
Tim Jayde dan Sadawira
"Ini ujungnya sampai mana sih?" gumam Jayde sembari menodongkan pistol mengikuti lorong itu. Sadawira tidak menjawab begitu juga dengan Chisato dan dua agen Mossad dibelakang.
Mereka tiba di sebuah pintu dan agen Mossad itu maju lalu membuka pintu. Tampak disana Mark Wong bersama dengan Bramastyo sudah menunggu. Ada beberapa anak buah Wong berdiri di hadapan kedua orang itu.
Yang bingung ujungnya
Yang tetap kulkas
"Well, well, well... selamat datang..." senyum Bramastyo. "Halo best friend. Apa kabar Wir?"
"Alive and Kicking" jawab Sadawira.
Chisato yang berdiri di belakang dua pria itu, menghitung ada sepuluh orang pengawal Mark dan Bramastyo.
"Chisato! Ada berapa?" tanya Kalila lewat earpiece nya.
"Sepuluh nona" bisiknya.
"Aku tidak bisa melihat dari sini! Damn it!" umpat Kalila yang melacak Sadawira dan Jayde berdasarkan GPS mereka.
Jayde dan Sadawira menatap ke arah orang-orang yang berdiri di hadapan mereka.
"Kamu kalah orang Wira" kekeh Bramastyo.
"You think?" seringai Sadawira.
BANG! BANG! BANG!
Total sepuluh orang pengawal Mark dan Bramastyo terkapar tidak bernyawa setelah kepala mereka ditembus peluru membuat dua orang itu melongo. Tembok di belakang mereka pun bolong akibat peluru yang dikirim oleh Kalila.
"Damn it Lila! Kamu pakai peluru apa?" desis Jayde.
"Bullet wall. Baru. Dari Tante GM" jawab Kalila kalem dengan menggunakan teropong thermal canggih yang bisa menembus tembok hingga lima meter tebalnya.
"Well, tampaknya tinggal kamu berdua. Kita lakukan jalan beradab atau fight?" tantang Sadawira.
Mark dan Bramastyo mengeluarkan pedangnya dari balik meja. "Peluru terlalu mudah! Dimana fun nya?"
Jayde dan Sadawira saling melirik lalu mengambil baton dari balik pinggangnya. Keduanya lalu memencet tombol dan baton itu menjadi memanjang.
Chisato memberikan kode agar kedua agen mossad itu mundur bersama dirinya untuk memberikan tempat ke keempat orang itu untuk bertarung.
Jayde menatap Mark sedangkan Sadawira ke Bramastyo.
"No heart feeling, Wir" smirk Bramastyo.
"No heart feeling.
***
Meanwhile...
Bayu dan Luke tiba di sebuah pintu dan Hunter membukanya. Tampak Gary Wong, dokter Huang, Agen Lee dan Agen Tang disana.
"Luke Bianchi. Welcome" senyum Gary yang duduk di sebuah kursi.
"Hmmm... " Luke masih dengan posisi menodongkan pistolnya, begitu juga dengan kedua adiknya dan pengawal Bayu.
"Ayolah, kita berbincang dulu. Buat apa berkelahi?" ajak Gary sambil menuangkan champagne ke gelas-gelas kosong itu.
"Well, urusan kita sudah selesai tapi kalian masiu mengganggu adik-adik ku jadi waaayyy from finish!" balas Luke.
Agen Lee dan Agen Tang menodongkan pistolnya ke arah Bayu dan Radeva yang juga tidak menurunkan todongan nya.
"Adikmu Jayde... sangat bodoh hingga bisa dimanfaatkan..." senyum Gary. "Berbeda dengan Wira yang cerdas."
"Terimakasih kamu mengatakan adikku bodoh tapi apakah kamu yakin semua uangmu tidak hilang?" seringai Luke.
Gary Wong melongo. "Apa maksudmu?"
"Silahkan kamu cek semua uang simpanan kamu yang berada di bank Hongkong, Citibank, DBS dan bank America. Apakah masih ada?"
Gary Wong membuka MacBook nya dan matanya melotot dengan sempurna ketika dana nya hilang dan masing-masing hanya disisakan $100.
"Kemana hilangnya uangku!" bentak Gary Wong.
"Cara yang sama dengan yang kamu minta. Di ledger kalian tidak hilang tapi aslinya sudah hilang sedikit demi sedikit tanpa kalian mengetahuinya. Kebodohan paling fatal kalian adalah, memberikan laptop milik kalian ke adikku yang bodoh itu! Selama dua bulan ini, Jayde bekerja keras memindahkan kekayaan kamu perlahan tapi pasti. Dia seorang akuntan dan juga seorang hacker jadi congratulations. Anda berurusan dengan orang yang benar!" seringai Luke.
Agen Lee menoleh ke arah Gary. "Uang kita hilang? Setelah sekian lama ditunggu?"
"Itu yang kamu pikirkan!" bentak Gary.
"Apa lagi?" jawab Agen Lee cuek.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Sorry telat.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️