
Apartemen Sadawira di Maryland
"Bang, gimana ini?" tanya Sadawira. "Aku beneran tidak tahu ada k*kain segini banyak!"
"Wir, ini urusannya dengan DEA ( Drug Enforcement Administration ). Biar nanti bang Pedro koordinasi dengan pihak sana. Tidak mungkin DEA tidak mengetahui kalau adanya peredaran narkoba."
"Sementara aku bersikap biasa saja ya bang."
"Yup. Kamu ada senjata?" tanya Pedro.
"Ada Glock dan PPK di laci yang terkunci dengan sidik jari."
"Berhati-hatilah. Kita tidak tahu apakah mereka tahu kamu tahu." Pedro menepuk bahu Sadawira. "Soal ini, hanya kita berdua yang tahu Wira, demi keselamatan kamu, meskipun ada agen FBI yang mengawasi kamu."
"Oke bang. Kapan ke Brussels?" tanya Sadawira karena mereka akan menghadiri pernikahan Gemintang dan Raj Rao.
"Jumat malam kita berangkat dan Minggu sudah kembali. Jadi Abang harap, kamu jangan bertindak gegabah."
Sadawira mengangguk. "Oke bang."
***
Sadawira beraktivitas seperti biasanya tapi untuk kali ini disela-sela kuliahnya, pria itu memeriksa ponselnya yang terhubung dengan CCTV nya.
Pria itu tersenyum smirk saat melihat Foster mencoba masuk ke apartemen nya tapi tidak berhasil. Wajah Forest tampak marah dan Sadawira yakin jika dirinya pasti akan dikonfrontir kenapa kuncinya diganti olehnya.
Siap-siap Wira. Kamu bakalan berhadapan dengan bandar narkoba.
Sadawira lalu memasukkan ponselnya karena hari ini dirinya fokus kuliah bedah mayat.
***
Menjelang malam, Sadawira tiba di gedung apartemennya dan dirinya ingin segera mandi setelah merasa tubuhnya bau mayat dan kematian usai dosennya menyuruh nya untuk autopsi mendadak korban pembunuhan.
Di rumah sakit Federal Maryland, para korban kasus kejahatan yang ditangani pihak federal, memang diautopsi disana. Dan saat tadi masih kuliah, salah satu dosennya menunjuk dirinya untuk menjadi asistennya. Dokter forensik yang menjadi dosen Sadawira bisa melihat potensi mahasiswa berwajah dingin itu tapi memiliki otak cerdas.
Sesaat Sadawira hendak membuka pintunya, Forest mendatangi dirinya.
"Yustiono!" panggilnya.
Sadawira menoleh dan wajahnya semakin dingin menatap Forest. "Apa?"
"Kamu mengganti kuncimu?"
"Iya."
"Bukankah aku sudah bilang ! Tidak ada penggantian kunci tanpa seijin aku !"
Sadawira menatap tajam ke Forest. "Karena seseorang masuk ke dalam apartemen aku dan menggeser beberapa barangku! Aku tidak mau ada seorang phrogging di dalam apartemen aku !"
"Bagaimana seseorang bisa menjadi phrogging di apartemen kamu! Hanya kamu dan aku yang memegang kuncinya!" balas Forest.
Sadawira hanya tersenyum smirk. "Kamu sudah tahu jawabannya, Forest. Aku tidak ada seharian di apartemen tapi ada seseorang yang masuk dan menyentuh barang-barang aku."
Pria berwajah dingin itu lalu membuka pintu apartemennya dan menutup pintunya.
Kita lihat saja bagaimana nanti, Forest.
**
Usai perselisihan beberapa hari sebelumnya, Sadawira merasa dirinya diawasi bahkan lebih parah daripada diawasi FBI. Pria itu melihat ada seseorang yang mengenakan topi baseball terus mengamati nya.
Sadawira lalu melihat ada dua agen FBI yang menyamar juga mengawasi dirinya. Nice! Aku diawasi agen federal dan juga bandar narkoba.
Sadawira tersenyum dan setidaknya dia akan aman jika pria bertopi baseball itu macam-macam. Sadawira tentu saja tidak bisa membawa senjata apinya karena memang tidak diperkenankan karena harus melewati metal detector.
Setidaknya aku punya scaple. Sebagai mahasiswa kedokteran, Sadawira boleh membawa satu set pisau bedah.
***
Sudah lima hari ini Sadawira merasa diikuti dan diawasi diluar agen FBI dan sekarang Weekend Sadawira memutuskan untuk di apartemennya.
Pria itu masih memantau kegiatan di luar apartemen dan biasanya weekend agen FBI tidak ada yang mengawasi nya. Sadawira melihat Forest tampak berbincang dengan seorang pria berkulit hitam.
"Damn it aku tidak bisa mendengar percakapan mereka karena terlalu jauh!" gerutu Sadawira. Pria itu tetap merekamnya dan berharap sebagai salah satu barang bukti jika bisa melakukan face recognition yang mana dirinya harus menunggu Pedro Pascal.
Sadawira kemudian melihat acara pernikahan Gemintang dan Raj yang disiarkan via link keluarga nya. Pria itu tersenyum melihat bagaimana semua sepupu perempuannya mengenakan pakaian ala India yang disebut Ghagra Choli.
"Astagaaaa Raine dan Lila tuh yaaa" kekeh Sadawira.
Suara alarm di pintunya membuat Sadawira mengalihkan perhatiannya ke layar MacBook dan melihat Forest bersama pria berkulit hitam itu mencoba masuk ke apartemen nya. Pria itu mengambil Glock yang terletak di sebelah iPadnya.
Sadawira pun bersikap untuk baru bangun tidur dan membuka pintu apartemennya dengan Glock dibelakangnya. Sebuah rantai menghalangi pintu terbuka lebar.
"Ada apa guys. Kalian mengganggu tidurku!" ucap Sadawira dengan wajah dibuat mengantuk.
"Sorry, aku kira kamu pergi" jawab Forest
"Stop bothering me ( Berhenti mengganggu aku )" jawab Sadawira dingin lalu menutup pintunya.
Sadawira menunggu dengan menodongkan Glocknya ke arah pintu jika kedua orang itu nekad masuk.
kamu dobrak, mati kau!
***
Note
Phrogging adalah adanya seseorang yang masuk ke dalam rumahmu tanpa kamu ketahui dan dia tinggal disana. Bisa di atap, gudang, loteng, basement bahkan di lemari pakaian kamu.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️