Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Bagaimana Tuan Hakim?



Gedung Pengadilan Hongkong, Ruang Hakim


Kesepuluh pengacara para tahanan di penjara Federal itu menghadap Hakim pagi-pagi dengan membawa bukti baru. Para pengacara dengan diketuai oleh Travis Blair dan Steven Hamilton meminta agar pengadilan hari ini dibuat tertutup.


"Kenapa kalian minta dibuat tertutup? Apakah ada yang disembunyikan?" tanya Jaksa penuntut umum.


"Bukan sesuatu yang patut diperlihatkan ke publik" jawab Travis.


"Kalian hanya menggertak!"


Travis menoleh ke Hakim. "Yang mulia, apakah ini patut kita buka?"


"Apa yang anda miliki Mr Blair?" tanya Hakim.


"Bukti penyerangan kepolisian Hongkong dengan dibantu oleh para preman ke sel penjara Federal semalam" jawab Travis tenang membuat Hakim dan Jaksa Penuntut Umum melongo.


"Apa maksud anda, Mr Blair?" Hakim melihat ke semua pengacara disana dan wajah mereka tampak serius.


"Semalam semua klien kami diserang oleh para anggota kepolisian Hongkong dan kepala penjara disandera." Steven Hamilton menatap hakim, jaksa penuntut umum dan asistennya. "Anda mau melihat disini atau di ruang sidang?"


"Kita buka saja di ruang sidang! Saya tidak percaya kepolisian Hongkong melakukan hal serendah itu!" jawab jaksa penuntut umum.


"Yang mulia hakim?" Steven Hamilton menatap hakim dan berharap dibuka di ruang persidangan biar sekalian malu.


"Kita buka di ruang sidang" putus Hakim membuat tim pengacara tersenyum smirk.


Subuh tadi semua tim pengacara yang menginap di hotel yang sama, berkumpul di penthouse Travis Blair. Marisol yang satu kamar dengan Kalila hanya bisa menahan nafas melihat kebrutalan saudara-saudaranya Nelson. Dan pagi-pagi, Travis meminta untuk bertemu terlebih dahulu di ruang hakim untuk memperlihatkan kejadian semalam.


Tapi kini jaksa penuntut umum meminta untuk dibuka di ruang sidang, membuat mereka lebih senang karena rencana untuk membongkar semua kebobrokan kepolisian Hongkong bisa terwujud.


***


Ruang Persidangan


Para generasi keenam yang semalam sempat berolah raga, tampak begitu segar apalagi mereka sudah beberapa hari tidak melakukan gym. Jadi semalam merupakan pelampiasan mereka untuk gerak badan.


Nadya menatap Omar yang hanya tersenyum menenangkan. "Tidak ada apa-apa Nad. Hanya beberapa orang bonyok..."


"Kenapa sel aku tidak dibuka sih?" omel Nadya yang membuat Omar melongo.


"Kenapa?"


"Aku kan juga ingin tawuran!"


Omar mengelus kepala Nadya. "Anak gadis tidak boleh berkelahi, nanti cantiknya hilang."


Nadya nyaris terbahak mendengar omongan gombal receh Omar Zidane. "Ya ampun Omar! Kita pulang dari Hongkong, kamu hutang aku makan malam!"


Semua pengunjung pun terdiam dan berdiri setelah hakim masuk ke ruang sidang.


Jaksa penuntut umum pun membuka persidangan dengan meminta tim pengacara membuka apa yang tadi hendak mereka perlihatkan di ruang sidang.


"Baik, tuan jaksa. Jadi semalam terjadi perkelahian di blok penjara Federal dimana semua tahanan kasus Triad Wong ditahan." Travis mulai menyalakan rekaman CCTV dari penjara. "Ini adalah rekaman CCTV penjara Federal sebelum dimatikan. Anda bisa lihat, mereka masuk dengan bantuan anggota sipir penjara. "


Para generasi keenam tampak serius melihat bagaimana proses mereka hendak diserang.


"Empat orang bersenjata langsung naik ke lantai dua dimana kepala penjara sedang berada disana dan langsung menyanderanya. Mereka juga memaksa untuk mematikan CCTV di blok tahanan khusus dan membuka pintu sel masing-masing." Travis menatap ke seluruh hadirin.


"Jika mereka menganggap tidak ada bukti, mereka salah! Damian Blair, berhasil menyelundupkan kamera CCTV dari Jang Corp untuk dipasangkan di tembok ruang tahanan." Travis mengalihkan rekaman CCTV dari delapan kamera yang dipasang oleh Damian.


"Anda bisa melihat bagaimana para keluarga klan Pratomo bersama dengan agen federal dikeroyok oleh sekitar lima puluh orang disana."


Semua orang menyaksikan bagaimana mereka semua berkelahi dengan tangan kosong dan berhasil melumpuhkan semua orang datang. Nadya menoleh ke Omar dan berbisik. "Kok kamu tidak ikut? Malah duduk sama Ken?"


"Dilarang Gasendra. Takut jahitan aku robek!"


"Alasan!" sungut Nadya membuat Omar Zidane gemas dengan pengacara cantik itu.


"Setelah berhasil melumpuhkan mereka semua, para tahanan mendapatkan informasi bahwa kepala penjara disandera. Anda bisa lihat dari CCTV penjara tampak Bayu O'Grady, Luke Bianchi, Sadawira Yustiono, Pedro Pascal dan Lucas Syahputra menaiki tangga untuk membebaskan kepala penjara" lanjut Travis.


Semua orang terkesiap ketika melihat Sadawira da. Bayu dengan sekuat tenaga mendorong pintu ruang kepala penjara hingga membuat dua orang tersisa terpental.


"Astaghfirullah! Bayu!" celetuk Omar Zidane. "Kagak ingat body dia besar apa ya?"


"So, setelah..."


"Tunggu tuan pengacara. Bagaimana bisa anda menuduh bahwa mereka semua anggota kepolisian Hongkong?" potong jaksa penuntut umum yang tidak terima mendapatkan tuduhan itu.


"Sudah saya duga anda mengatakan demikian." Travis lalu menyalakan MacBook lainnya. "Kami sudah melakukan face recognition teknologi dari FBI dan Aji Yung sebagai konsultan."


Satu persatu orang-orang yang menyerang diperlihatkan wajahnya dan identitas nya. Jaksa penuntut umum dan semua orang disana kecuali generasi keenam dan generasi kelima, tampak terkejut.


"Masih ada yang membantah?" seringai Travis.


Jaksa penuntut umum dan semua petinggi kepolisian Hongkong serta HKSS langsung lemas karena mereka kalah telak.


"Oke, aib selanjutnya. Yang mulia hakim, setelah ini. saya meminta agar semua orang yang terlibat kasus Triad Wong, dideportasi dan kami tidak masalah jika tidak diperbolehkan masuk Hongkong selamanya. Kecuali para agen federal. Keluarga besar Pratomo tidak masalah jika dilarang masuk Hongkong atau pun berbisnis disini." Travis menatap Hakim serius.


"Apa yang hendak anda perlihatkan Tuan pengacara?" tanya Hakim itu tampak seperti lelah.


"Alasan utama mengapa Triad Wong bisa bebas adalah.. Ini." Travis menunjukkan foto-foto antara Gary Wong dan Jendral Miu Chiao Wei dalam kondisi tidak senonoh.


Chisato menutup wajahnya yang mendapatkan tepukan di bahu dari Sadawira sedang kan Nadya memilih menyembunyikan wajahnya di balik punggung Omar.


"Astaghfirullah..." ucap para generasi keenam.


"Jenderal Miu Chiao Wei adalah teman g@y Gary Wong. Dari hasil penyelidikan keuangan, terjadi banyak transaksi yang tidak wajar. Dan itu tidak hanya dilakukan oleh Jendral Miu Chiao Wei tapi juga hampir semua terlibat termasuk anda, tuan Jaksa penuntut umum!" Travis memperlihatkan foto-foto jaksa penuntut umum itu bersama dengan Mark, Gary dan Terry Wong. "Jangan dikira kami tidak mengerjakan tugas kami. Hasil penyelidikan pihak FBI di Amerika Serikat, anda memiliki penthouse di Beverly Hills, Miami dan Manhattan dengan harga fantastis. Darimana uangnya? Dari Triad Wong yang tidak pernah terjerat hukum sedikit pun."


Jaksa penuntut umum itu menatap Travis dengan wajah pucat pasi.


"Ini bukti-bukti nya bagaimana Triad Wong memberikan uang setiap bulan kepada anda - anda semua sehingga mau sampai kiamat pun, kasus penjualan organ tubuh manusia tidak akan terungkap karena kalian semua menutupinya!"


Di layar monitor besar itu tampak data-data semua uang masuk ke rekening para anggota kepolisian Hongkong dan HKSS terus menerus.


"Bagaimana tuan Hakim? Saya ... Kami tidak akan ikut campur soal internal hukum kalian. Kami hanya ingin membawa anak-anak kami keluar dari Hongkong!" ucap Travis tegas.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️