
Apartemen Sadawira
"Kamu butuh apa Wira?" tanya Jang Geun-moon yang baru saja selesai makan malam bersama Benji dan Giordano.
"Alat scan yang bisa menembus beton dan pengganti data kunci " jawab Sadawira.
"Apakah kamu takut ada bangkai lagi?"
"Semacam itulah Tante."
Jang Geun-moon tertawa kecil. "Tante kirimkan besok."
"Thanks Tante."
Sadawira menutup panggilannya setelah megobrol sebentar. Aku curiga ada sesuatu di balik tembok itu.
***
Sadawira membuka paket dari kotak po box tempat semua surat menyuratnya disana dua hari kemudian. Setelahnya dia masuk ke dalam apartemennya dan bergegas membukanya.
Pria itu lalu membuka kotaknya dan mulai mengaktifkan alat scanner tembok yang dia curigai karena Foster selalu disana. Sadawira memeriksa dengan teliti. Betapa terkejutnya ketika melihat apa yang ada di dalamnya.
"Astaghfirullah..."
***
Malam itu Pedro mendatangi Sadawira yang memintanya datang dengan membawa makanan sebagai kamuflase. Pedro melihat Foster memperhatikan dirinya namun agen FBI itu tampak cuek dan santai
Setelah masuk, Pedro melihat bagaimana adiknya sedang mengutak-atik pintu kamarnya.
"Ada apa Wira?" tanya Pedro sambil meletakkan kotak bento. "Abang bawakan makan malam ini."
Sadawira mengacuhkan lalu menutup pintunya. Pria itu lalu menempelkan kartu apartemennya dan tidak berfungsi. Senyum smirk terlihat di wajahnya.
Pedro hanya menatap adik iparnya dengan tatapan bingung. Sadawira lalu berbalik ke arah kakak iparnya. "Duduk bang, ada yang aku ingin perlihatkan."
Pedro lalu duduk di sofa ruang tengah dan Sadawira mulai memasang MacBook nya. Pedro Pascal melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Foster masuk ke apartemen adiknya.
"Bagaimana dia ma... Kunci utama... Jadi kamu tadi memasang pengunci baru?" Pedro menatap Sadawira.
"Yup. Sudah aku pasang di balik pintu. Termasuk kartu yang sudah aku reboot chipnya macam di hotel. Jadi Foster tidak bisa masuk."
Pedro menatap layar tv lagi dan tampak curiga melihat Foster berdiri di tembok dapur. Pria itu lalu menoleh dan menatap Sadawira. "Ada apa dengan tembok itu?"
"Si Foster sudah masuk apartemen kamu berapa kali?"
"Hampir tiap hari kecuali weekend karena aku di apartemen. Dia masuk kalau aku kuliah dan tidak pernah lebih dari lima menit tapi selalu ke tembok itu." Sadawira menunjukkan tembok dekat tempat cuci piring yang ada lukisan.
"Ada apa di balik tembok itu..." Pedro pun menuju tembok dan mulai mengetuk - ketuk temboknya. "Sepertinya ada rongga disini Wira. Tapi apa?"
Sadawira memberikan alat scanner dan Pedro mulai menyalakan. Betapa terkejutnya dia ketika melihat isi tembok itu.
"Astaghfirullah ! Berapa kilo itu Wira?"
"Bang Pedro harus melihat dari sini" Sadawira menunjuk paku tempat lukisan tergantung. "Sampai sini." Dokter itu menunjukkan batas lantai.
Pedro melihat melalui scanner dan menghitung ada sekitar 30 kilo kokain yang ada di tembok.
"Kok aku tidak mencium baunya ya" gumam Pedro.
"Mungkin karena ini k*k4in bubuk yang dibungkus rapat plus tembok ini lebih tebal dari tembok kemarin yang kita bongkar bang" ucap Sadawira.
"Berarti Foster sengaja untuk memberikan bangkai kucing agar kamu batal tinggal disini? Tapi dia berhadapan dengan pria yang salah. Seperti ini tidak ada apa-apanya dibandingkan Triad Wong meskipun sama berbahayanya..." Pedro merekam gambar di scanner nya.
"Jadi bagaimana bang?"
"Jangan terlalu gegabah karena bukan tidak mungkin, apartemen lain juga ada nark*ba dan orang-orang yang tinggal disini antara pemakai atau pengedar."
"Rata-rata berkulit putih dan mahasiswa internasional, bang."
"Biar Abang selidiki. Oh ngomong-ngomong, Abang sudah bisa menghubungi penghuni apartemen ini sebelumnya. Dia bilang, dia tidak tahu soal tembok yang kita hancurkan karena sebelumnya tidak ada."
"Aku rasa Foster sengaja memasang tembok kemarin jadi siapapun yang mau tinggal disini, membatalkan karena dia tidak mau ada yang tahu kalau ada k*k4in disana."
"Kita selidiki tembok-tembok lainnya Wir. Bukan tidak mungkin hanya satu tembok" ucap Pedro.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️