Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Luke v Jaksa



Ruang Sidang Pengadilan Hongkong


"Baik Mr Yustiono, kita menuju ke anda pergi ke Hongkong. Apakah memang berencana menyerang mereka?" tanya Nelson setelah menatap tajam ke arah para agen HKSS dan kepolisian Hongkong.


"Menyerbu, tidak. Kami hanya ingin menangkap Wong bersaudara dan Dokter Huang. Tapi ketika kami tiba di Hongkong, sudah disambut dengan empat biro federal dari Mossad, BIN, BND dan FBI. Mereka ternyata memiliki tujuan yang sama, menangkap Wong bersaudara untuk diadili karena warga negara dari biro federal itu banyak yang menjadi korban."


"Jadi anda bersama sepupu anda hanya untuk berurusan dengan Wong bersaudara?" tanya Nelson. "Tidak yang lain?"


"Hanya Wong bersaudara" jawab Sadawira tegas.


Nelson melirik ke arah tim pengacara dan mereka memberikan kode untuk menyudahi menanyakan Sadawira.


"Saya tidak ada pertanyaan lagi, yang mulia hakim" ucap Nelson.


"Anda boleh turun Mr Yustiono" pinta Hakim itu.


Sadawira pun mengangguk lalu turun dari kursi saksi.


"Sidang akan beristirahat selama dua jam untuk makan siang dan nanti akan dilanjutkan kembali" putus Hakim yang setelahnya turun dari mimbar dia duduk dan keluar dari ruang sidang melalui pintu khusus hakim.


Tim pengacara keluarga dan agen federal tampak berdiskusi serius sedangkan para tahanan dibawa masuk ke dalam sel mereka.


"Kamu dapat apa Ben?" tanya Travis setelah mereka semua keluar untuk makan siang.


"Banyak!! Tapi sebaiknya kalian tunggu sebentar karena akan ada tambahan amunisi buat tim pengacara kalian" senyum Benjiro Smith. "Sebaiknya kita makan siang dulu supaya bisa mikir."


Para ayah, tim pengacara dan anggota keluarga lainnya memutuskan untuk makan siang di sebuah restauran halal Chinese food dekat gedung pengadilan. Mereka semua meminta ruang VIP agar bisa berkumpul dengan tenang.


"Siapa yang akan datang, Ben?" tanya Travis setelah semua makanan datang.


"Kamu akan tahu sendiri nanti. Oh, Nelson, nice attitude" senyum Benji.


"Thanks Oom. Sejujurnya aku ingin langsung ke intinya dan membongkar semua kebobrokan mereka tapi harus bersabar."


"Yang paling berat itu adalah disaat nanti jaksa menanyai Bayu dan Luke. Aku tidak yakin kalau dua bocah panasan itu tidak terpancing emosinya" kekeh Steven Hamilton.


"Apalagi Bayu dan Radeva yang membunuh agen Tang dan agen Lee" sambung Phoenix. "Oh Oom Travis apa tadi Oom melihat Omar Zidane mencium kening Nadya?"


"Nadya dan Omar memang dekat jadi biasa lah mereka itu" ucap Travis santai.


Phoenix menatap Oom nya yang juga bossnya itu dengan wajah gusar dan tidak suka. "Apakah mereka pacaran?"


Travis dan Nelson menatap Phoenix yang terdengar nada cemburu disana. "Kamu naksir Nadya?" tanya Nelson.


"Yup."


Steven hanya melengos mendengar putranya mengatakan apa adanya tentang perasaan nya ke Nadya.


"Biarkan Nadya yang memilih karena tidak hanya kamu dan Omar yang naksir tapi juga Shane O'Grady" jawab Travis kalem.


"Shane O'Grady?" tanya Phoenix Hamilton.


"Yup, sepupunya Bayu itu juga naksir Nadya."


***


Usai makan siang, semuanya pun masuk ke dalam ruang sidang dan para generasi kelima merasakan bagaimana sikap permusuhan dari agen HKSS dan kepolisian Hongkong kepada mereka tapi seperti biasa, mereka tidak perduli.


Nelson yang sedang menyusun berkas, mendongakkan kepalanya saat seseorang dengan parfum yang dihapalnya, berdiri di hadapannya.


"Mari?"


"Hai, need help?" senyum Marisol Braga. "I'm sorry aku baru datang. Biasa birokrasi dan aku datang bersama Isobel."


Nelson menoleh dan tampak Isobel memeluk Abiyasa, Luca, Pandu, Benji, GM dan Joey.


"Apa yang kamu bawa Mari?" tanya Nelson kembali menatap gadis berdarah Spanyol itu.


"Everything" cengir Marisol.


***


"Kalau Okāsan nya lihat, pasti disuruh cukur!" bisik Luca ke Abiyasa.


"Sama saja dengan Gandari. Bisa auto bawa Gillette lihat Bayu seperti itu!" balas Abi sambil menunjuk putranya yang berantakan wajahnya.


Kedua ayah yang jarang brewokan itu hanya tersenyum mengingat persamaan istri masing-masing.


***


"Mr Bianchi, apakah benar Shota Iwasaki memiliki darah emas? Oh atau saya bisa bilang darah langka."


"Yes."


"Apakah anda mengetahuinya?"


"Yes. Karena Shota has... had say that he can't be shot or injured which need transfusion because his blood was so rare. ( Karena Shota pernah bilang kalau dia tidak boleh kena tembak atau cidera yang membutuhkan transfusi karena darahnya sangat langka )." Wajah Luke tampak mendung saat membicarakan anak buahnya itu.


"Kapan anda mengetahui Shota tewas?"


"Setelah dia tidak kembali ke markas dari jadwal seharusnya. Shota tidak pernah absen tapi saat itu dia meminta libur dan saya ijinkan memberikan libur dua hari. Asumsi saya hari ketiga dia akan datang sebab Shota adalah orang yang tidak pernah melanggar janji dan disiplin. Dan saya dihubungi oleh pihak kepolisian Tokyo karena anak buah saya berada di kamar mayat. Mereka tahu dari tattoo yang ada di tubuh Shota, tattoo khusus anggota Yakuza Takara."


"Saat anda kesana?"


Luke mengusap kepalanya dan semua orang tahu bagaimana gusarnya ayah Hyde itu. Wajah kehilangan Luke tampak jelas disana dan rasa marah.


"Aku ingin tahu siapa b@jingan yang melakukannya pada Shota! Apa anda tahu, saya datang pada saat autopsi berlangsung dan saya bisa melihat internal organ tubuh Shota hilang, kosong ! Macam kalian membelah ikan dan mengambil jeroannya. Kosong!"


Jaksa melihat kilatan mata membunuh di mata coklat Luke.


"Manusia mana yang bisa dengan enaknya mengambil organ tubuh orang lain dan itu belum seberapa. Darah Shota diperas hingga 350cc. Baca hasil autopsi nya!" hardik Luke kesal.


"Yang mulia, hasil autopsi Shota Iwasaki diarsipkan di bukti nomor 53." Jaksa penuntut umum itu memperlihatkan hasil autopsi dari dokter forensik Tokyo.


Rahang Luke tampak mengeras mendengar jaksa penuntut umum meminta dokter kehakiman membacakan hasil autopsi itu.


Para ayah yang tidak tahu, hanya bisa melongo mendengar bagaimana Shota Iwasaki tewas dan dengan dinginnya ketiga orang yang sebelumnya didengarkan percakapannya dengan dokter Huang, mengambil semua organ tubuh milik pengawal Luke itu.


Luca dan Joey saling berpandangan. Memang mereka pantas di lempar ke Empang piranha!


"Sekarang Mr Bianchi. darimana ketiga orang itu tahu kalau Shota Iwasaki memiliki darah langka?"


Luke melongo tidak percaya dengan pertanyaan jaksa penuntut umum. "Apa kamu tidak membaca semua berkas kamu yang setumpuk itu dan bisa buat tambah tinggi kamu?" jawab Luke pedas sambil menunjuk berkas di meja jaksa yang tingginya ada sekitar 20 sentimeter.


"Saya yang bertanya Mr Bianchi!"


"Saya yang heran! Harusnya anda tahu kan?"


"Saya mengcross check penemuan anda !"


"See yang mulia hakim! Saya yang bekerja keras mencari pelakunya dan mereka tinggal bertanya dengan entengnya!" Luke menatap sinis ke jaksa penuntut umum. "Saya jawab wahai tuan jaksa, tiga orang itu memiliki wanita simpanan yang merupakan suster bagian bank darah! Dan dari situ mereka mendapatkan data Shota! Puas!"


Jaksa penuntut umum itu menatap tajam ke Luke tapi dia salah menghadapi lawannya karena Luke adalah didikan Takeshi Takara dan Marco Bianchi yang ditekankan untuk tidak pernah takut apapun selama kamu merasa benar.


Selama lawan kamu masih manusia, dia masih memiliki rasa takut! Gunakan rasa takut lawanmu itu sebagai kelemahannya! - ajaran Takeshi Takara.


Para sepupu Luke hanya bisa tersenyum smirk. Yakuza dan mafia dilawan!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️