Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Sadawira Kesal



Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta


Kedua bule itu menatap Sadawira dengan tatapan dingin.


"Ich weiß nicht, wovon du sprichst ( saya tidak tahu apa yang kamu bicarakan )!" jawab salah satu bule itu dengan bahasa Jerman.


"Probieren Sie mich aus ( Coba saja )!" balas Sadawira dingin.


"Nous ne sommes personne ( kami bukan siapa-siapa )" jawab Bule satu lagi menggunakan bahasa Perancis.


"Combien de langues voulez-vous, je sers ( mau berapa bahasa, aku ladeni )!" Sadawira menatap keduanya judes. "Shōjiki ni iimashou. Anatahadare ( Jujur saja! Siapa kalian )!" bentak dokter itu menggunakan bahasa Jepang.


Keduanya tidak berkutik mendengar fasihnya Sadawira menggunakan berbagai macam bahasa. Mereka lupa berhadapan dengan anggota keluarga Pratomo yang minimal harus bisa tiga bahasa asing selain Inggris dan Indonesia yang wajib bisa.


Sadawira masih bersedekap sambil menatap tajam ke keduanya yang kemudian mengeluarkan dompet pengenal nya dan Sadawira hanya tersenyum smirk.


"Mau sampai kapan FBI mengawasi kami? Apa kalian lupa ipar aku agen FBI juga di Quantico?" ucap Sadawira sinis.


"Justru karena ipar anda di FBI maka kami menjaga kalian."


"Menjaga atau mengawasi?" sindir Sadawira.


Kedua agen itu hanya diam saja. Suara pengumuman penumpang pesawat menuju Washington DC terdengar dan Sadawira memilih mempersiapkan diri.


"Silahkan kalau kalian mau mengawasi aku! Hitung-hitung aku tidak perlu menyewa pengawal kan?" ucapnya sambil smirk.



Dih vampir satu ini Yaaa


***


Dulles International Airport Washington DC


Pedro Pascal yang menjemput Sadawira dua hari kemudian karena perjalanan dari Jakarta menempuh waktu sekitar 26 jam, tampak terkejut melihat adik iparnya dikawal oleh dua rekan kerjanya.


"What the hell?" tanya Pedro saat melihat wajah kesal Sadawira dikawal dua agen FBI di belakangnya.


"Hai Pascal. Kalian tahu kami harus mengawasi semua orang yang datang dan adikmu adalah salah satunya" ucap agen FBI itu.


"For God's sake! Adikku mau kuliah disini! Dia tidak akan macam-macam!" protes Pedro yang kesal karena bagi mereka usai Hongkong, mereka tidak urusan lagi!


"Perintah dari pusat. Semua anggota keluarga Pratomo mendapatkan pengawasan hingga waktu tidak ditentukan."


"Damn!" umpat Sadawira kesal. Dirinya meskipun di business class tetap saja merasa diawasi sepanjang perjalanan. Mereka itu idiot atau apa? Memangnya aku mau kabur pakai parasut macam Tom Cruise di Mission Impossible?!


"Sudah. Aku ambil alih dari sini! Kalian tenang saja. Wira hanya kuliah di kampus yang sama dengan istriku dan tidak akan berulah!" Pedro tahu kalau Sadawira sudah menahan emosi cukup lama dan bisa meledak.


"Oke Pascal. Dia akan menjadi tanggung jawab kamu" ucap rekannya. Setelahnya kedua agen itu pergi meninggalkan Pedro dan Sadawira.


"Benar-benar deh! Minta ditendang mereka itu!" umpat Sadawira kesal.


"Sudah, sudah. Yuk kita pulang ke rumah. Dira dan Biana pasti tidak sabar melihat kamu" senyum Pedro sambil membantu membawakan tas Sadawira.


"Biana gimana bang? Apa masih brutal?" tanya Sadawira. Biana adalah putri Pedro Pascal dan Nadira McCloud.


Sadawira tertawa terbahak-bahak. "Astagaaa keponakan aku macam ibunya saja."


"Ampun deh! Aku sampai berpikir... Apakah besok ada pria yang tabah dengan putriku mengingat dirinya sangatlah bar-bar." Pedro membuka pintu mobilnya dan memasukkan koper-koper Sadawira.


"Tenang saja bang. Lihat saja, bang Pedro kan tabah dengan mbak Dira."


"Tapi Wira, mbak mu itu setidaknya masih bisa kalem. Bia nggak! Ini masih balita... Gimana besok kalau sudah elementary school? Junior high? High school? College? Aku nggak kebayang deh!" keluh Pedro yang tampak lesu.


"Setidaknya bang Pedro tenang karena Biana bakalan jadi cewek kuat dan tidak mudah diintimidasi. Sangat khas keluarga kami." Sadawira pun naik mobil di kursi penumpang sebelah Pedro.


"Semoga nggak kebablasan saja Wira. Aku hanya takut anakku jadi jauh jodoh gara-gara terlalu kuat dan independen." Pedro menstater mobilnya dan menjalankan keluar dari parkiran bandara.


"Bang Pedro mikirnya kejauhan..." kekeh Sadawira.


"Kamu akan merasakannya saat kamu menikah dan memiliki anak perempuan nanti. Ada rasa khawatir yang lebih dibandingkan dengan anak laki-laki."


Sadawira mengangguk. "Sebenarnya sama saja bang. Yang penting cara kita mendidiknya bang. Akhlak, etika dan manner. Unggah ungguh khas Jawa tidak bisa disampingkan."


"Yup. Biana sudah paham menempatkan to say thank you, please, would you, sorry, matur nuwun, mboten... terimakasih, tolong, maaf... Benar-benar gagap bahasa deh" kekeh Pedro.


"Ya maaf bang, kita dari kecil sudah wajib bisa tiga bahasa basic itu sih. Inggris, Jawa dan Indonesia. Jadi kalau campur aduk ngomongnya, ya dinikmati saja. Shinichi malah waktu kecil campur aduk sama Jepang dan Korea..." senyum Sadawira.


Pedro mengangguk. "Tapi justru itu membuat kalian mudah untuk bisa berada di berbagai negara ya."


"Alhamdulillah."


***


Yuhuuuu


Biana Pascal novelnya akan gabung dengan Rania Bianchi Prasetyo ya. Insyaallah akan launching bulan Juni 2023.



Blueberry nya :


❤️ Rania, murid baru di sebuah SMA elite di New York harus berhadapan dengan cowok idola yang merupakan seniornya bernama Chris Armstrong, seorang Jock atau atlet. Chris yang menggeluti olahraga American Futbol, sudah tertarik dengan Rania, gadis yang menolak dirinya mentah-mentah. Chris pun diterima di Dallas University dan masuk ke tim Dallas Cowboys sedangkan Rania memilih pergi ke London Inggris untuk berkuliah menjadi dokter. Meskipun sudah berpisah dengan jarak, Chris tetap mengejar gadis judes, receh dan absurd itu.


❤️ Biana, mahasiswi matematika Harvard University bertemu dengan seorang mahasiswa dari Texas yang berprofesi sebagai atlet Rodeo dan memiliki ranch besar di Houston. Biana yang tidak suka dengan Cowboys harafiah, menolak Leonardo Rossi yang ternyata masih ada hubungan keluarga dengan opanya Kareem Hassan yang berdarah Turki. Leo pun tidak patah semangat berusaha mengejar dosen cantik yang sama parahnya dengan sepupunya, Rania untuk soal perabsurdan.


Bagaimana kedua Cowboys dengan berbeda aliran ini jatuh bangun mendapatkan cinta dua gadis yang urakan dan seenaknya sendiri itu? Ditunggu


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️