Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Pulang!



Ruang Pengadilan Hongkong


Hakim ketua menatap Travis Blair dengan tatapan tajam. "Anda hanya meminta semua terdakwa pelaku kerusuhan di markas Triad Wong dideportasi? Dan anda menjamin mereka tidak akan masuk Hongkong untuk waktu tidak ditentukan?"


"Yes. Anda sudah kami berikan semua bukti tinggal anda memilih." Travis berbalik. "Mr Lee Cheung Tang, bagaimana? Saya publish dan rilis semua aib kalian ke publik atau hari ini juga deportasi kami semua. Urusan internal kepolisian Hongkong dan HKSS, itu terserah anda. Kami tidak akan ikut campur! Tapi jika anda masih tetap memaksa, hanya sekali klik, seluruh dunia mengetahui kebusukan kalian!"


Kepala HKSS yang juga perwakilan gubernur Hongkong hanya bisa pasrah dan memberikan kode kepada jaksa penuntut umum yang hanya bisa menunduk karena semua aibnya dibongkar.


"Melihat perkembangan yang tidak disangka bahwa semua aib kalian dapat dibongkar oleh keluarga Pratomo, membuktikan bahwa memang sebenarnya akibat kesalahan menyenggol keluarga yang salah, semua perbuatan bejat kalian terbongkar. Saya memutuskan untuk mendeportasi semua pihak yang terkait dengan kasus Triad Wong tanpa terkecuali! Sebagai Hakim, saya cukup malu dengan kejadian yang tidak disangka-sangka ini. Dan Mr Travis Blair serta semua anggota pengacara, saya minta semua bukti-bukti yang anda peroleh sebagai acuan dan pedoman kami, untuk bisa membenahi badan hukum kami." Hakim pun mengambil palu. "Saya minta semua pihak sudah meninggalkan Hongkong hari ini maksimal pukul 23.55 malam waktu Hongkong dan semua dilarang masuk Hongkong minimal sepuluh tahun! Semua paspor kalian saya minta diberikan kopiannya untuk bisa di blacklist di imigrasi dan kementerian luar negeri. Sidang saya tutup!"


Hakim tersebut mengetuk palu tiga kali, membuat semua generasi kelima dan keenam menghembuskan nafas lega.


"Bagi para petinggi kepolisian dan HKSS, saya minta kalian semua datang ke ruangan saya!" ucap Hakim itu tegas.


Semua pihak keluarga Pratomo dan agen federal yang terlibat, tampak senang bisa kembali ke negara masing-masing.


Nadya langsung menghambur ke arah ayah dan kakaknya yang segera memeluk gadis cantik itu. Gasendra langsung dipeluk Ayrton, begitu juga dengan Luke dan Luca, Bayu dan Abi, Jayde dan Taufan, Ega dan Sadawira, Radeva dan Pandu . Sedangkan para generasi keenam yang tidak ada orang tuanya, berpelukan dengan Hoshi dan Joey.


"Kita ke penjara dulu mengambil semua barang-barang kalian baru setelah itu kita langsung terbang ke Dubai, Jakarta, Tokyo, Manchester dan New York" ucap Abiyasa yang sudah meminta pesawat pribadi tambahan untuk bisa sekalian membawa semua orang keluar dari Hongkong.


***


Penjara Federal Hongkong


Semua orang mengambil dan memakai barang - barang pribadi mereka yang disimpan oleh petugas penjara. Damian tersenyum saat melihat jam Hublot nya apalagi dia hanya melepaskan jika hendak tidur.


"Kamu pulang kemana Wir?" tanya Damian sambil memakai jam tangan mewahnya itu.


"Pulang ke Jakarta dulu bareng Oom Hoshi mungkin, biar opa dan Oma ayem."


"Tapi kalian pulang ke Tokyo dulu kan?" tanya Radeva.


"Iya kami ke Tokyo dulu baru ke Jakarta."


"Wir, jadi kamu Maryland?" tanya Pedro.


"Jika kamu kesulitan karena kasus ini dan membutuhkan rekomendasi, nanti aku usahakan kamu masih tetap bisa masuk, Wira." Marisol tersenyum ke Sadawira.


"Terima kasih Mari" senyum Sadawira sambil memakai jam Hublot nya.


"Baju-baju kalian dibawa kah?" tanya Radeva dan Ken yang hendak membawa kembali baju-baju mereka di sel masing-masing.


"Bawa saja. Toh masih dipakai juga" sahut Bayu.


"Mana Kalila?" tanya Gasendra ke Jayde yang ikut mengantarkan.


"Kenapa Sendra?"


"Mau aku tanyakan. Kenapa baby nya Oma Sabine bisa dikasihkan ke dia? Secara, akulah cucu kandung Oma Sabine!" jawab Gasendra kesal. "Aku masih tidak terima dengan kebijakan yang diberikan Oma Sabine!"


Semua generasi keenam hanya melengos.


"Masih diributkan tho jebule" gumam Sadawira sambil berjalan menuju selnya untuk mengambil kardus pakaiannya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Sorry pendek karena aku juga udah teler.


Habis ini insyaallah Garvita dan Gabriel aku sambung lagi.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️