
Markas Triad Wong Hongkong, penyerbuan...
Disaat Omar Zidane pusing bagaikan harus menjadi baby sitter empat orang yang tidak takut apapun hingga membuatnya banyak-banyak beristighfar, Luke pun juga dibuat pusing oleh dua sepupunya, Bayu dan Radeva yang satu tim dengannya.
Sama-sama memiliki darah Blair dan Giandra ditambah darah Irlandia dari Rhett O'Grady, membuat keduanya tanpa ampun menembak para pengawal Wong. Meskipun memakai peluru black mamba di awal, tapi setelah peluru habis, mereka memakai peluru asli.
Luke nyaris tidak sempat menembak karena diborong oleh dua sepupu kandung itu. Luke menghitung total ada sepuluh orang yang tewas dan koma kena peluru black mamba.
"Kalian itu bisa nggak sih nggak boros peluru?" omel Luke kesal.
"Killed or to be killed, Luke" jawab Bayu sambil mengganti magazinenya.
"Aku suka adrenalin seperti ini..." kekeh Radeva yang juga melakukan hal yang sama dengan Bayu.
"Tampaknya jumlah anak buah Wong lebih dari 30 deh!" ucap Bayu sambil mengkokang Dessert Eaglenya.
dessert eagle
"Kalian tuh!" Luke langsung membidik ke belakang Bayu dan Radeva lalu menembak dua orang pengawal Wong yang datang.
Dor! Dor !
"Heads up boys! Aku rasa ada banyak kecoa disini!" ucap Luke.
"Thanks Luke."
***
Damian dan Gasendra yang satu tim dengan Gabriel dan Hunter, sedang bertarung menggunakan baton melawan para pengawal yang berada di gedung finance sementara Doogie memilih berjaga - jaga jika ada yang menggunakan senjata api.
Doogie melepaskan tembakan ketika ada seorang pengawal hendak menembak Hunter, membuat semuanya berhenti bertarung, melihat orang itu ambruk bersimbah darah padahal jarak antara Doogie orang itu cukup jauh.
"Habisi mereka sekalian!" perintah Gasendra membuat ketiganya mulai berkelahi dengan brutal.
"Sendra, kayaknya ini lebih dari 30 orang di gedung ini!" ucap Damian sambil mengayunkan tongkat batonnya ke leher seorang pengawal hingga tersedak dan langsung mendapatkan bogem serta upper cut Emir Blair itu yang membuatnya pingsan.
"Sepertinya sudah pada tahu ketika para agen federal itu datang ke Hongkong bersama dengan anak buahnya" balas Gasendra sambil memberikan tendangan berputar taekwondo hingga membuat lawannya langsung tidak sadarkan diri.
"Kalian sudah selesai? Kita langsung ke lantai tiga buat mencari bukti?" tanya Gabriel yang baru saja menundukkan lawannya.
"Kalian bertiga naik keatas, Emir. Saya dan Hunter akan ke lokasi Bayu. Dia dan Luke dibombardir uzi" ucap Doogie sambil melihat jam tangannya.
"What?" seru ketiga anak Dubai itu. Sebelum mereka bertiga bereaksi, kedua pengawal Bayu itu sudah berlari menuju lokasi Bayu.
"Ayo, kita naik..." ajak Gasendra yang sedikit terengah karena harus berolahraga pagi-pagi sambil mengkokang Glocknya.
"Tuan Emir!" panggil anak buah Lucas Syahputra yang datang ke lokasi.
"Bereskan mereka. Yang tewas, masukkan ke kantong mayat!" perintah Gasendra.
"Kepolisian Hongkong sudah datang" jawab anggota BIN itu.
"Lucas?" tanya Damian.
"Sedang bernegosiasi."
"Good. Bawa mereka semua. Aku tidak tahu mana yang masih hidup atau sudah mokat!" ucap Damian dingin.
***
Bayu dan Luke serta Radeva hanya bisa bersembunyi di balik pilar ketika hendak mendekati ruangan Gary Wong, tiba-tiba anak buah Triad itu memborbardir dengan senapan mesin jenis UZI, AK 47 dan AK 12.
Radeva mengintip dari balik pilar. "UZI itu 600 peluru, AK 47 juga 600, AK 12 60. Bakalan lama!" omel sulung Pandu Dewanata itu.
Tiba-tiba tiga orang yang memborbardir mereka tertembak tepat di kepala dan ketiga sepupu itu bingung siapa yang menembak karena hanya mereka bertiga disana. Bayu dan Radeva melihat kaca gedung bolong dengan berdasarkan tembakan yang mengenai tiga orang itu.
"Siapa yang jadi sniper?" gumam Bayu.
"Halo boys! Miss me?" ucap suara seseorang yang tidak diduga.
"Kalila?" seru semua orang disana. "What the hell are you doing?" bentak Bayu.
"Well, aku ikut kalian barengan sama Alex" jawab Kalila cuek.
"Kamu menyelinap ke pesawat?" hardik Damian melalui earpiece.
"Yup. Bawa si baby nya Oma lho... Hahahaha" tawa Kalila membuat semua kakaknya melotot.
"F*** you Lila! Apa kata Daddy!" hardik Ken yang berada di area halaman karena bertugas sebagai logistik untuk mengobati yang terluka.
"Ini disuruh Oma Sabine dan Daddy. Jadi..."
"Penjelasannya nanti saja! Sekarang kamu bagian bersih-bersih!" potong Bayu antara kesal dan gemas tapi senang ada sniper.
"Oke mas Bayu." Kalila dan Alex yang bertiarap di dua gedung dari gedung Triad itu sambil mengawasi semua anggota keluarganya.
"Sisi barat ada yang hendak menghadang tim Jayde" ucap Alex melalui teropong canggihnya.
"Mereka bisa membereskan" jawab Kalila kalem. Bontot Enzo Al Jordan itu memang menyelinap masuk ke dalam pesawat dua jam sebelum mereka berangkat ke Singapura karena disuruh Sabine Al Jordan dan Enzo. Karl akhirnya memberikan baby milik Sabine untuk Kalila. Bersama Alex, mereka bersembunyi di kamar milik Enzo di pesawat besar itu dan sudah pasti tidak ada yang curiga kalau ada dua orang disana. Sepanjang perjalanan, Kalila membersihkan senapan kesayangan Omanya agar tetap bisa dipakai meskipun kenyataannya senapan itu tampak teratur terawat.
Selama di Singapura, mereka pun tetap tinggal di pesawat agar tidak curiga. Pilot istana lah yang membawakan makanan ke keduanya selama dua hari di pesawat menunggu rombongan berangkat ke Tokyo. Ketika mereka mendarat di Hongkong, dan hendak menyerbu markas Triad, Kalila dan Alex langsung meluncur ke lokasi dengan menggunakan taksi. Paspor diplomatik yang dipegangnya, membuat gadis itu bisa masuk Hongkong dengan leluasa.
Kalila dan Alex mencari gedung yang cocok buat tempat mereka memasangkan baby hingga menemukan sebuah gedung kosong yang ada papan dijual. Setelah naik ke rooftop, gadis itu segera mencari posisi yang pas untuk membidik dan menyesuaikan arah angin agar tembakannya sangat persisi.
Dan kini, gadis itu menjadi pelindung semua keluarganya sebagai seorang sniper.
***
"Ken! Apa kamu tidak tahu adikmu ikut?" hardik Damian yang sedang mengobrak Abrik kantor perusahaan finance itu untuk mencari tambahan barang bukti.
"Aku nggak tahu mas Dam!" balas Ken sambil mengobati anggota BND yang terluka bersama dengan tim dokter kepolisian Hongkong. "Kita berangkat kan Lila pergi sama Alex latihan taekwondo!"
"Oma Sabine menyebalkan! Baby nya dikasih Lila!" protes Gasendra.
"Seriously Sendra! Itu yang kamu bahas sekarang?" omel Bayu dengan suara tertahan sambil mengambil Uzi milik pengawal yang tewas.
"Iyalah!" balas Gasendra yang menemukan berkas penggelapan pajak Finance Wong di komputer ruang Terry Wong.
"Whoah! Pajaknya pun ditilep?" komentar Gabriel.
"Sekalinya maling, tetap maling!" umpat Damian.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️