Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories
Hantu Kucing?



Apartemen Sadawira di Maryland


Sadawira dan Biana hanya bisa saling berpandangan melihat bagaimana berantakannya apartemen itu setelah diperiksa, diselidiki dan diambil gambar oleh para tim CSI. Pedro lalu mengajak beberapa rekannya untuk membantu sepupu iparnya untuk membersihkan dan menata apartemennya.


"Bang, sudah aman kah? Sudah boleh aku pakai?" tanya Sadawira.


"Sudah. Kamu kena extra charge ya?" kekeh Pedro.


"Iyalah, gara-gara orang psycho bunuh kucing!" sungut Sadawira kesal.


"Yuk, Abang bantu beberes."


Nadira dan Biana meminta para kru pembawa tempat tidur segera memasukkan ke kamar tidur. Ibu dan anak itu akan mengurus kamar tidur sedangkan para pria mengurus ruang tengah dan dapur.


Menjelang Maghrib, akhirnya semuanya selesai dan Pedro mengucapkan terimakasih kepada para rekannya yang membantu mereka.


"Kita pesan makanan saja ya untuk makan malam? Aku terlalu lelah untuk memasak lagipula, kulkas Wira kosong blong." Nadira tersenyum ke arah Pedro. Tadi siang mereka sudah memesan Chinese food. Keempatnya sekarang sedang duduk di sofa setelah Pedro dan Sadawira bisa mensetting tv di ruang tengah itu.


"Mommy, aku mau KFC" pinta Biana.


"KFC tak apa?" tanya Nadira.


"Tak apa. Yang penting makan. Aku lapar sayangku" jawab Pedro.


Nadira memesan satu bucket KFC plus kentang goreng, coleslaw dan mashed potatoes plus botol besar Coca cola.


"Besok kamu wawancara Wir?" tanya Pedro.


"Iya bang. Besok aku wawancara terakhir dan setelah itu baru aku mulai kuliah."


"Oom Wira" panggil Biana.


"Yes Bia?"


"Besok Sabtu kita tata ulang lagi ya. Kan hari ini yang penting barang masuk dulu dan Oom Wira bisa bobok disini. Bia gak sabar ikut beres-beres" cengir gadis cilik itu.


"Asal kamu nggak pasang stiker Hello Kitty atau My Melody aja Bia. Bisa-bisa Oom Wira gedubrakan lihat ada barang unyu-unyu" kekeh Pedro.


"Pasang di kulkas baru Oom Wira boleh kan?" Biana menatap penuh harap ke Oomnya.


"Boleh. Kalau cuma di kulkas tidak apa-apa."


Biana tersenyum senang karena meninggalkan jejak di apartemen Oomnya yang cool.


Suara bel apartemen Sadawira berbunyi dan Pedro pun bangkit dari sofa lalu membuka pintu. Tampak delivery dari KFC datang dan Pedro menerima makanan itu sekalian memberikan tip. Setelahnya agen FBI itu membawa fast food itu keatas meja dan Nadira mulai membukanya. Harum ayam goreng tercium di apartemen membuat semua orang merasa lapar dan segera keempatnya mengambil potongan ayam masing-masing sembari makan kentang dan coleslaw.


Biana sangat bersemangat makan karena dia sudah lapar dari tadi. Nadira menuangkan coke ke atas gelas - gelas yang sudah disiapkan.


"Bang, bagaimana dengan kasus pembunuhan kucing-kucing?" tanya Sadawira sembari menggigit ayamnya.


"Aku sudah mendapatkan daftar penyewa sebelum kamu dan akan kami selidiki karena bukan tidak mungkin, bermula dari membunuh binatang bisa merembet menjadi pembunuh orang" jawab Pedro.


"Mas, jangan profiling" senyum Nadira.


"Tapi memang iya, Dira. Contoh Ted Bundy, Gary Ridgway, Jeffery Dahmer... semua pembunuh berantai itu berawal dari menyiksa binatang macam anjing kecil, kucing, burung..." Pedro menatap istrinya.


"Tapi sayang, Biana disini. Dia bisa paham lho..."


"Bia, cokenya dikit saja ya. Ini mommy sudah siapkan air putih. Oke ?" Nadira menatap lembut ke putrinya.


"Yes mommy" jawab Biana patuh. Nadira memang mengijinkan Biana minum coke hanya seperempat gelas seminggu sekali hanya untuk sekedar tahu rasanya.


Pedro menyerahkan semua pendidikan Biana ke Nadira karena tahu dosen cantik itu akan sama mendidik putrinya seperti dirinya dulu. Dan satu hal yang Pedro dan Nadira sampai sekarang tidak bisa mencegah, jiwa bar-bar Biana. Gadis cilik itu memiliki jiwa sosial dan keadilan yang tinggi hingga sering berselisih paham dengan teman yang nakal.


Usai makan malam, keluarga Pascal pun berpamitan pulang karena besok semuanya sudah mulai dengan rutinitas di hari Senin. Nadira memeluk Sadawira dan berharap para hantu kucing tidak mengganggu nya membuat pria cool itu terbahak.


"Mbak, kamu ketularan Tante Freya" gelak Sadawira.


"Lho siapa tahu meong meong tengah malam? Apa nggak horor?" Wajah Nadira tampak bergidik.


"Sudah sayang, vampir kok dilawan" goda Pedro membuat Sadawira semakin tertawa keras.


"Hati - hati kalian" ucap Sadawira.


"Good luck buat wawancaranya besok ya Oom!" Biana memeluk Sadawira yang berjongkok sembari memeluk keponakan cantiknya.


"Thank you, Bia."


Setelah semua pulang, Sadawira hendak menutup pintu apartemennya dan dia melihat Foster seperti sedang mengawasi nya dari halaman apartemen. Sadawira merasakan hawa dingin di lehernya yang merupakan pertanda dirinya sesuatu yang tidak baik akan terjadi.


Semoga tidak perlu sampai diperketat pengawasan FBI nya.


Sadawira menutup pintu apartemennya dan mengunci dobel seperti kebiasaannya sejak tinggal sendiri di Singapura meskipun negara itu termasuk aman.


***


Seminggu sudah Sadawira resmi menjadi mahasiswa Maryland University dan selama itu juga Pedro masih belum bisa memecahkan kasus pembunuhan kucing-kucing karena penghuni sebelumnya sudah pindah ke negara bagian yang berbeda dan sedang dilacak oleh pihak autoritas disana.


Dan weekend ini, Sadawira dibantu lagi oleh keluarga Pascal, mulai menata lebih lengkap lagi ruangan apartemen Sadawira. Biana lah yang paling semangat dan hari Minggu semuanya sudah siap. Sadawira merasa puas dengan hasil kerja bakti bersama dengan sepupu, iparnya dan keponakannya yang cantik.


"Waaahhh keren!" seru Biana melihat hasil kerja keras mereka dua hari ini.



"Kamu yakin nggak ingin menjadi desainer interior, Bia?" tanya Sadawira.


"Nope. Bia mau jadi dosen kok."


"Haaahh selamat... Aku sudah khawatir saja Bia akan mengikuti jejak aku. Alhamdulillah kalau ingin seperti Nadira..." ucap Pedro penuh syukur.


Nadira tersenyum menatap putrinya yang sedang memasang mainan magnet Sanrio.


Alhamdulillah Bia tidak mengikuti jejak mas Pedro.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️